
"Jangan-jangan.....kita harus cepat ke lantai atas Wil!" ujar Dave seraya berlari memasuki lift.
"Woi tungguin bego!" ucap William mengejar Dave.
Saat tuan muda sudah selesai mengganti pakaiannya ia keluar kamar dan secara tidak sengaja Alisya menabraknya dan membuat sisa kuah sup di nampan tumpah ke jasnya.
"Ma...maaf tuan a...aku tidak sengaja," ucap Alisya dengan mengibas-ngibaskan tangannya pada jas milik tuan muda itu. Tuan muda menangkis tangan Alisya dan mencekik lehernya membuat Alisya tak bisa bernafas.
Pranggg
Piring dan mangkok di nampan pun sudah jatuh tak berbentuk, pecahan beling tersebar di mana-mana.
"Apa matamu buta hah! apa kau tak bisa melihat saat berjalan! jasku kotor gara-gara dirimu! Apa kau bisa menggantinya jika jasku rusak huh! bahkan jika kau menjual rumahmu dan tubuhmu tak akan cukup untuk menggantinya!" bentak tuan muda dengan rahang yang mengeras.
Deg
Setetes demi setetes air mata Alisya keluar dari pelupuk matanya. Ucapan tuan muda terdengar begitu mengiris hati Alisya, harga dirinya sebagai seorang wanita tak dianggap oleh pria tak berhati di depannya.
Alisya tak akan menjadi wanita jal4ng yang akan menjual tubuhnya hanya demi sebuah uang. Ia adalah wanita baik-baik yang tidak akan menjatuhkan harkat dan martabatnya hanya karena uang, itu sungguh diluar akal pemikirannya.
"Le-lepaskan a-aku tuan a-aku tidak bi-bisa ber...nafas!" ucap Alisya dengan suara terbata-bata akibat cengkeraman kuat di lehernya.
Tuan muda tak bergeming sedikitpun mendengar permintaan Alisya. Ia semakin memperkuat cengkeramannya pada leher Alisya membuatnya menjadi semakin tak bisa bernafas.
Ayah ibu tolong aku hiks hiks (batin Alisya)
Tiba-tiba Dave dan William datang menghampiri kedua insan yang saling bersitegang tersebut.
"Luc lepaskan nanti dia bisa mati!" ujar Dave khawatir.
__ADS_1
"Iya Luc lepaskan lihatlah wajahnya sudah mulai pucat, sabar ya Luc sabar," ujar William seraya mengelus dada tuan muda itu.
Tolol tuh si William ahhh bakal tambah marah si Lucas gara-gara ulah loe (batin Dave yang tak habis pikir dengan perilaku sahabatnya itu)
Kemudian tuan muda menatap tajam ke arah William dan dengan seketika membuat William diam terpaku.
Tuan muda melepaskan cengkeramannya di leher Alisya membuat Alisya terbatuk-batuk dibuatnya.
"Uhuk-uhuk" Alisya terbatuk dan memegangi lehernya yang nampak membiru karena ulah tuan muda di depannya. Kemudian tuan muda menjambak rambut Alisya dan masuk ke dalam kamar yang ditempati oleh Alisya.
Ia menuju ke sebuah kamar mandi dan menghidupkan shower untuk membasahi seluruh badan Alisya. Tuan muda keluar untuk menguncinya dari luar dan meninggalkan Alisya sendirian di kamar mandi dalam keadaan basah.
"Tuannn...tolong bukakan pintunya kumohon....hiks hiks" ujar Alisya menggebrak-gebrakan pintunya. Tuan muda hanya menulikan telinga seolah tak mendengar permohonan Alisya.
"Dave kita pergi sekarang!" ujar tuan muda dingin.
"Tapi Luc jasmu basah," kata Dave.
"Jangan pernah membukanya!" tegas tuan muda tanpa menatap ke arah William. William kelabakan akibat tertangkap basah saat akan menyelamatkan Alisya di dalam kamar mandi.
"Hehehe....aku tidak membukanya Luc serius!" ujar William dengan kekehan kecilnya. Tuan muda melanjutkan langkahnya meninggalkan William yang salah tingkah di kamar itu.
"Hey tunggu gue ikut!" teriak William. Sampailah mereka di depan mobil dan segera memasuki mobil tersebut. Di perjalanan hanya hening yang menemani perjalanan mereka menuju gudang senjata.
Tuan muda menyenderkan kepalanya ke kursi belakang mobilnya seraya memejamkan matanya untuk menghilangkan lelah fisik dan batinnya.
"Dave siapa perempuan tadi, kenapa serigala ganas itu menyiksanya?" bisik William kepada Dave.
Duk
__ADS_1
Tuan muda menendang kursi mobil yang ditempati oleh William membuat kursi tersebut terasa mau patah saat itu juga karena tendangan kuat dari tuan Lucas Deilson si tuan muda yang kejam.
"Apa kau tak bisa diam!" ujar tuan muda dingin.
"Hehe maafkan aku Luc, baiklah aku akan diam." ujar William menutup rapat mulutnya. Sedangkan Dave ia hanya menahan tawanya melihat sahabat tololnya itu.
Sesaat sampai di gudang senjata semua mafioso menunduk takzim pada tuan muda mereka sekaligus king mafia Devil Skull yang ditakuti di negaranya. Sedangkan yang dihormati hanya nyelonong masuk tanpa memberikan respon apapun.
Di gudang senjata....
Semua tampak begitu rapi dan tertata bagaikan sebuah toko elit yang menjual senjata dengan kualitas tinggi nan harga expensive nya. Tapi jangan ragukan tingkat kualitasnya dijamin asli.
Ada beberapa senjata api yang memiliki harga fantastis di dunia. Penyebab mahalnya harga senjata pun beragam, mulai dari tingkat kelangkaan, dibuat dengan berbagai modifikasi, hingga memiliki sejarah panjang.
Contohnya saja senapan Holland & Holland "Royal" Deluxe Double Rifle (Rp3,1 miliar), Beretta Imperiale Montecarlo (Rp1,4 miliar), 1886 Winchester kaliber.50-110 (Rp1,09 miliar).
Tak hanya itu di gudang senjata terdapat samurai, pisau, pistol, dan beraneka macam senjata terpampang berjejer rapi.
"Baiklah kita pergi dari sini semua berjalan lancar!" ujar tuan muda setelah melihat-lihat gedung persenjataannya.
"Baik Luc," balas Dave.
"Satu lagi tambah gaji mereka!" perintah tuan muda. Dave mengangguk paham perkataan bosnya.
"Enak ya jadi mereka, udah gaji gede ditambahin pula," kata William. Dave hanya memutar kedua bola mata malasnya. Bagaimana tidak ia tak habis pikir dengan pemikiran William, gaji para mafioso penjaga gudang senjata hanya seperempat dari gaji milik William bahkan kadang ada bonus tersendiri untuknya.
"Kita kembali ke mansion!" suruh tuan muda.
__ADS_1
"Oke," ujar Dave dan William serempak.
...----------------...