Tuan Muda Yang Kejam

Tuan Muda Yang Kejam
Eps 10 Hadiah untuk Mohan


__ADS_3

William menuju ruang kerja tuan muda yang berada satu lantai dengan kamar pribadinya. Dan pintu kamar disebelahnya terbuka, sekelebat ia melihat seorang perempuan di depan cermin dengan rambut terurai ke depan di kamar samping milik Lucas. Kemudian ia pun berbalik untuk menengok siapakah seorang perempuan itu.


Tiba-tiba perempuan itu menghilang membuat William bingung. Pikirannya mulai menuju ke hal yang tidak-tidak. Ia berpikir jika perempuan itu adalah......


"Tidak, tidak mungkin itu pasti halusinasiku tidak mungkin ada yang berani memasuki kamar ini selain dia apa jangan jangan dia han....han hantu!" ucapnya seraya berlari meninggalkan kamar itu menuju ruang kerja milik Lucas. Dan dengan segera turun ke lantai bawah mansion.


Alisya yang sedang dikamar mandi mengambil handuknya pun kebingungan siapa yang pagi-pagi berteriak seperti itu.


"Apa itu suara tuan muda itu ya? tapi kenapa suaranya seperti itu? dia kan paling suka membentak mana mungkin ia berteriak sekonyol itu?" gumam Alisya pada dirinya sendiri.


"Sudahlah kenapa aku harus memikirkannya toh dia tuan muda yang kejam tak punya hati untuk apa aku peduli padanya yang sudah jahat kepadaku" gerutu Alisya.


Di lantai bawah.......


Dave datang menghampiri tuan muda untuk memberikan informasi kepadanya.


"Bagaimana?" tanya Lucas.


"Sudah beres Luc tinggal menunggu reaksinya saja mungkin sebentar lagi akan menelponmu," balas Dave. Dan benar saja seorang laki-laki yang diberi hadiah oleh tuan muda pun meneleponnya.


"Wah kebetulan sekali bukan, aku juga akan menelponmu tetapi kau sudah mendahuluinya. Bagaimana apa kau suka hadiah dariku?" tanya tuan muda dengan nada meremehkannya.


"Cih kau masih hidup rupanya ku kira kau sudah mati menjemput kedua orang tuamu," kata orang diseberang telepon.


"Tidak semudah itu untuk membunuhku," balas tuan muda sombong.


"Haha suatu hari nanti pasti aku akan meruntuhkan sikap sombongmu itu tuan muda Lucas Deilson dan akan membuatmu bersujud di bawah kakiku," ujar pria itu dengan pedenya.


"Haha angan-anganmu tinggi sekali namun tak akan mungkin terjadi," ujar tuan muda dengan sarkasnya.

__ADS_1


Panggilan diakhiri


Flash back...


Di suatu tempat seseorang sedang mengantarkan sebuah hadiah berupa kado untuk bosnya. Terlihat dari bungkusannya tidak besar dan tidak kecil namun tanggung.


"Tuan, ada hadiah dari tuan Lucas untukmu" kata asisten pribadinya dengan memberikannya pada bosnya.


"Kita lihat hadiah apa yang diberikannya padaku" ucap bos itu yang bernama Mohan.


Ia sangat penasaran dengan isi hadiah tersebut tetapi saat berhasil membukanya membuat ia membulatkan matanya lebar-lebar.


"**1*" ucapnya untung saja tidak membuatnya jantungan jika tidak sudah pasti malaikat akan menjemput nyawanya sekarang.


Hadiah itu berisi potongan kepala dan mata yang membelalak putih menatap Mohan. Terdapat banyak darah di dalam kado itu membuatnya segera menyingkirkannya. Kemudian ia menelepon tuan muda yang mengirimkan hadiah istimewa itu.


Flash back off...


"Aku sudah tau, siapkan segalanya kita akan rebut semuanya" balas tuan muda.


"Baik Luc" jawab Dave.


Bagaimana tuan muda bisa tau? karena ada kamera tersembunyi di masing-masing bagian hutan sebab musuh kerap kali datang dengan sembunyi-sembunyi tanpa orang biasa sadari.


"Dave antarkan aku ke gudang senjata setelah aku berganti pakaian" perintah tuan muda.


"Baik Luc" jawab Dave.


"Aaa ada hantu!" teriak William yang memekakkan telinga dan berlari memeluk tuan muda.

__ADS_1


"Luc, ada hantu dirumah mu" ucapnya dengan memeluk erat si tuan muda Lucas. Tuan muda menaikkan satu alisnya dan langsung paham siapa yang dimaksud oleh William.


"Lepaskan!" sarkas tuan muda.


"Ma-maaf Luc aku sengaja" ucap William.


"Apa?" kata tuan muda seraya menatap tajam William.


"Hah, maksudku tidak sengaja Luc ya tidak sengaja" ujarnya dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Pfffttt" Dave hanya menahan tawa melihat sahabat konyolnya mengerjai Lucas.


Dasar William berani-beraninya dia mengganggu manusia serigala (batin Dave).


Kemudian tuan muda menuju lantai atas untuk mengganti pakaiannya. Beberapa menit kemudian.....


Pranggg


"Bunyi apa itu?" tanya William kepada Dave karena memang keadaan mansion yang sangat sepi jadi memungkinkan terdengar suara dari lantai atas.


"Jangan-jangan.....kita harus cepat ke lantai atas Wil!" ujar Dave seraya berlari memasuki lift.


"Woi tungguin bego!" ucap William mengejar Dave.


...----------------...


Tinggalkan jejak ya sekali kali....😊


Semoga selalu diberikan kesehatan untuk kalian semua.....

__ADS_1


Love you all❤️


__ADS_2