Tuan Muda Yang Kejam

Tuan Muda Yang Kejam
Eps 15 Teringat Alisya


__ADS_3

"Yah sangat miskin!" dengus William. "Jika Lucas kau anggap sangat miskin lantas bagaimana denganmu? bukankah akan menjadi sangat sangat miskin sekali? hahaha" kata Dave dengan tawa mengejeknya. "Sialan loe Dave" ujar William.


Kemudian mereka tertawa bersama. Bahagia itu sederhana dengan adanya sahabat hidup terasa lebih semangat.


.


.


.


.


.


Lain halnya dengan tuan muda yang pergi sendiri menuju villa dengan menggunakan motor kesayangannya. Di tengah malam yang gelap dan hanya diterangi cahaya lampu motor ia tak gentar menuju villa di bukit sebelah hutan sendirian.


Secara kehidupannya yang gelap dan suram menjadikan kegelapan sudah seperti bagian dalam alur hidupnya. Tak ada secercah cahaya yang bisa menerangi kehidupan suramnya kecuali sang gadis pujaannya yang telah mengkhianatinya.


Setelah sampai di villa dengan segera tuan muda membersihkan tubuhnya yang terasa lengket dengan berendam air hangat, agar rasa penatnya sejenak bisa menghilang. Setelah selesai ia pun menuju ke arah dinding dimana terdapat foto-foto dari keluarga besarnya. Tuan muda mengambil satu foto dimana tuan muda kecil berada ditengah kedua orang tuanya.


"Kalian semua pergi meninggalkanku seorang diri disini yang tanpa kalian tau bahwa diriku juga punya banyak impian bersama kalian tetapi dikalahkan oleh semesta yang punya kenyataan" ujarnya tersenyum miris.


"Aku akan membalaskan semua yang dilakukan pada kalian dan memberikan kematian yang terburuk untuk seseorang yang membunuh kalian, aku berjanji" ujar tuan muda dengan tangan mengepal menahan amarah.


Setelah mengucapkan janji itu tuan muda mengembalikan bingkai foto itu ke tempat semula. Saat akan menuju kasur king size nya, tak sengaja ia menyenggol foto seorang gadis pujaannya dulu.

__ADS_1


Tarr


Bingkai foto itupun pecah hingga beling berserakan dimana-mana. Tuan muda mengambilnya dan mengeluarkan foto tersebut dari bingkai yang telah rusak itu.


"Rara" tuan muda hanya menghela nafas kasar dibuatnya. "Kau juga pergi meninggalkanku demi laki-laki lain yang bahkan lebih miskin dariku. Aku sangat mencintaimu dan kau juga mencintaiku tetapi kenapa kau lebih memilih untuk kabur dari diriku, kenapa Ra?" gumam tuan muda.


Kemudian tuan muda membuang foto itu dan pergi tidur, berharap akan ada kebahagiaan suatu saat nanti.


Saat tengah tertidur pulas tiba-tiba sekelebat bayangan Alisya muncul dalam mimpi sang tuan muda.


"Hiks...hiks...aku hanya sekedar menolongnya tuan, aku...aku tidak membunuhnya!!!"


"Aku tidak membunuh ayahmu tuan percayalah padaku, aku tidak berbohong sedikitpunnn"


"Tuannn...tolong bukakan pintunya kumohon....hiks hiks"


"Jam 12 tengah malam itu artinya dia masih di? oh sial gadis itu" ujarnya langsung mengambil kunci motor di atas nakasnya.


Tuan muda melajukan motornya dengan kecepatan maksimal agar cepat sampai di mansionnya. Setelah sampai tuan muda agak sedikit berlari menuju mansionnya.


Penjaga pun langsung menunduk takzim dan seketika bingung dengan raut wajah tuan mudanya yang tengah menunjukkan ekspresi kekhawatiran yang jarang diketahui oleh semua orang, yang mereka tau hanya ekspresi datar dan dingin yang selalu terpancar dari paras sang tuan muda mereka.


Tuan muda pun bergegas untuk menuju ke lantai atas. Dengan segera tuan muda membuka kamar dan menuju ke kamar mandi. Suhu kamar mandi yang sangat dingin langsung menyapu kulit luar tuan muda. Terlihat Alisya yang sedang terbaring lemas tak sadarkan diri dengan tubuh yang menggigil dan wajah yang pucat pasi bagaikan mayat hidup.


"Hey bangunlah!" tegas tuan muda dengan menendang kaki Alisya. "Ck jangan berpura-pura, bangunlah" ujar tuan muda menggoyangkan bahu Alisya, namun Alisya tetap menutup erat matanya dan tak bergerak sedikitpun.

__ADS_1


"Ck badannya demam" ujar tuan muda. Tanpa pikir panjang tuan muda segera menggendong Alisya menuju kasur, dan tanpa sengaja ia melihat ke arah dada Alisya yang tampak menonjol di balik bajunya yang basah.


Baju putih basahnya memperlihatkan bra hitam yang dipakai oleh Alisya membuat tuan muda panas dingin dibuatnya dan segera mendongakkan kepalanya untuk menahan gejolak nafsu yang sedang menguasai dirinya.


Tuan muda juga laki-laki normal yang akan tergoda oleh suatu hal yang tentunya sangat menggairahkan dan menggoda imannya. Ia hanya menggigit bibir bawahnya agar tak lepas kendali mencium bibir Alisya yang pucat itu.


Dengan sekuat tenaga ia menahannya dan menggigit bibir bawahnya hingga berdarah. Dengan cepat tuan muda meletakkan Alisya ke kasur dan pergi ke kamarnya karena yang dibawah sudah menegang dan memberontak untuk dipuaskan.


"Akhhh shit" ujarnya dan berlari menuju ke kamarnya sendiri. Tak lupa tuan muda menelepon bi Minah.


^^^"Hallo tuan apa ada masalah?" tanya bi Minah di seberang telepon yang dengan siaga membuka matanya saat tengah tertidur karena di telepon oleh tuan mudanya.^^^


"Shhhhh...rawat gadis pembunuh itu dikamarnya" ujar tuan muda menahan gairahnya agar bi Minah tak curiga kepadanya.


^^^"Apa tuan baik-baik saja?" tanya bi Minah yang mendengar ada yang tidak beres dengan tuan mudanya.^^^


"Tidak, lakukan saja perintahku" ujar tuan muda yang langsung menutup sambungan teleponnya. Dengan segera tuan muda menuju ke kamar mandi dan menuntaskan hasrat nafsu terpendamnya.


"Ck gara-gara dia aku harus mandi dua kali di tengahnya malam seperti ini" ujar tuan muda di bawah guyuran air dingin dari shower kamar mandinya.


***


"Ada apa dengan tuan muda? dan kenapa dengan nona Alisya? aku harus cepat-cepat pergi kesana" ujar bi Minah yang langsung menuju ke kamar yang ditempati oleh Alisya.


...----------------...

__ADS_1


...Ehm^_^...


__ADS_2