Tuan Muda Yang Kejam

Tuan Muda Yang Kejam
Eps 5 Penyiksaan


__ADS_3

"Katakan!" bentak tuan muda dengan menjambak rambut Alisya. "Arghhh, sa-sakit tuan to-tolong lepaskan" pinta Alisya dengan nada merintih.


Tiba-tiba tuan muda menarik rambutnya agar mengikutinya menuju sebuah dinding dan......


Duk


Tuan muda membenturkan kepala Alisya ke tembok.


"Katakan sejujurnya!" kata tuan muda. ".Aku sudah mengatakannya tuan bahwa aku hanya menolongnya bukan membunuhnya!!! teriak Alisya dengan sisa tenaganya. Pusing di kepala mulai melanda dirinya


Duk


Tuan muda membenturkan lagi kepala Alisya ke tembok dan membuatnya jatuh pingsan ke dalam pelukannya. Bagaimana Alisya tidak pingsan? luka kemarin saja belum sembuh di tambah lagi luka baru bukankah itu sangat menyakitkan? mungkin rasanya ngeri-ngeri sedap.


Kemudian tuan muda mau tak mau harus menggendongnya dan meletakkannya di kasur. Ia pun tak sengaja melihat darah yang ada di tembok putih ruangan itu. Sebenarnya ada rasa tidak tega sedikit di dalam lubuk hatinya. Tapi kemarahan membuat dirinya lupa akan rasa pedulinya.


Kemudian tuan muda keluar dari mansion dan menuju ke markas. Perjalanan hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit karena memang letaknya yang tak jauh dari mansion. Setibanya ia pun disambut oleh masing-masing mafiosonya.

__ADS_1


"Selamat pagi tuan" salam dari mafioso penjaga markas. "Hm" jawab tuan muda dengan suara dehemannya. Tuan muda memang tidak banyak bicara dan terbilang irit karena sikap dingin nan kejam nya yang terlalu mendominasi dalam dirinya.


Saat sudah masuk markas ia pun langsung menuju ruang penyiksaan. Pasti kalian sudah tau apa yang akan dilakukan oleh tuan muda yang pastinya ia akan melakukan praktek memutilasi seseorang.


Brakk


Pintu di dobrak paksa olehnya padahal jika menggunakan cara halus tidak akan merusak pintu. Entahlah dia sangat kaya, baginya mengganti pintu bukanlah apa-apa.


Orang yang berada di dalam ruangan terkaget karena pintu terbuka dengan cara ajaib nya. Bayangkan saja pintu yang sudah copot dan engsel yang sudah tak menempel pada kusen nya.


Sungguh hal itu membuat Dave putus asa. Bagaimana tidak ia sudah mengganti pintu itu berkali-kali namun dengan mudahnya tuan muda itu malah menghancurkannya bahkan wajahnya tak menampakkan rasa bersalah secuilpun.


Ia ngeri membayangkan dirinya di mutilasi hidup-hidup. Ia masih ingin menikmati indahnya kehidupan, menikah, memiliki anak dan bahagia dengan anak istrinya. Tak seperti Lucas yang hidup tapi tak memiliki arah tujuan hidup.


Disana sudah di sediakan sebuah kursi dan senjata tajam untuk menyiksa musuhnya. Mulai dari pisau kecil, kapak, gergaji, gunting, dan masih banyak lagi karena saking tak terhitung jumlahnya.


Tuan muda duduk dengan kaki di silangkan dan dengan ditemani sebuah rokok favoritnya. Setelah membakar ujung rokoknya ia pun mulai menghirup dalam dalam dan menghembuskan nya secara perlahan.

__ADS_1


"Siapa yang menyuruhmu" tanya nya dengan menghisap rokoknya. Hening. Tak ada jawaban yang keluar dari mulut seorang pembunuh bayaran suruhan orang itu. Kemudian tuan muda pun membuang asap rokoknya tepat di wajah pria itu.


Pria itu pun terbatuk-batuk dibuatnya. Tuan muda hanya memberinya pelatihan kecil padanya karena masih menikmati sebatang rokoknya. Saat sudah habis barulah ia tancap gas menyiksanya.


"Kau tau bukan tidak akan ada yang bisa keluar dari hutan ini saat sudah masuk?" tanya tuan muda. "Jangan berharap kau bisa selamat dari sini itu akan cukup mustahil" ujarnya dengan menghembuskan asap rokoknya ke atas.


Glek


Pria itu menelan ludahnya kasar mendengar penuturan dari tuan muda yang tak main-main itu. Ia pikir orang yang akan dihabisinya tak akan semengerikan ini pikirnya. Bahkan orang yang akan dihabisinya lebih mirip seorang malaikat pencabut nyawa.


Sebatang rokok pun sudah habis dan tuan muda akan memulai kegiatan penyiksaan nya. Aura iblisnya keluar membuat mafioso maupun pria pembunuh bayaran itu merinding dibuatnya.


"Kau ingin mengatakan sejujurnya sekarang? atau aku yang akan memaksamu mengatakannya?" tanya tuan muda dengan mata tajamnya.


Bahkan tatapan matanya seperti seorang iblis. Oh tidak tamatlah riwayatku (batin pria itu).


"Kenapa kau diam hm?" tanya tuan muda seraya mengambil pecahan beling dan......

__ADS_1


Sreeetttt


...----------------...


__ADS_2