Tuan Muda Yang Kejam

Tuan Muda Yang Kejam
Eps 18 Menguji Mafioso


__ADS_3

Setelah selesai sarapan pagi tuan muda pun beranjak pergi meninggalkan meja makan dan keluar mansion tanpa mempedulikan tatapan Louis yang seakan bertanya kemana ia akan pergi.


"Hey kau mau kemana?" tanya Louis yang angkat bicara saat melihat sahabatnya pergi begitu saja tanpa bicara sepatah kata pun. Tuan muda hanya diam seribu bahasa tanpa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Louis dan tetap fokus berjalan menuju parkiran dimana mobilnya berada.


Tanpa pikir panjang Louis segera membuntutinya walaupun sebenarnya ia tak tau kemana sahabatnya itu akan pergi. Saat akan masuk mobil tuan muda melihat Louis dengan mata tajamnya.


Louis yang ditatap pun hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal, masa bodoh jika ia lancang mau masuk kedalam mobil milik Lucas toh ia kan sahabatnya. Tuan muda hanya membuang muka atas sikap Louis yang seenaknya itu.


Dalam mobil hanya tercipta keheningan dari kedua insan yang saling mengunci rapat mulutnya hingga yang terdengar hanyalah suara deru mesin mobil yang melaju mengiringi perjalanan mereka.


Saat tiba di tempat yang tuan muda tuju yaitu markas mafia DS ia pun memakai kacamata hitamnya dan keluar dari mobilnya seraya merapikan jas hitam yang melekat ditubuhnya. Begitu juga dengan Louis yang keluar dengan menggunakan kacamata hitam sama seperti sahabatnya dan merapikan jas warna putihnya.


Para penjaga menunduk hormat pada ketua mereka yaitu tuan muda dan dokter Louis. Mereka sama-sama memiliki pangkat ketua hanya saja ketua utama atau King dari mafia DS hanyalah tuan muda Lucas Deilson.


Tuan muda dan Louis menelusuri lorong panjang dalam sebuah ruangan yang mengarah pada tempat outdoor berupa tanah lapang yang digunakan untuk tempat pelatihan para mafioso. Disana sudah ada pak Jon yang sedang melatih para mafiosonya.


"Selamat pagi tuan" ucap pak John menunduk hormat pada king mafia DS dan sahabatnya yang sangat diseganinya. Keduanya mengangguk menerima salam dari pak John. "Bagaimana perkembangan latihan mereka" tanya tuan muda melihat para mafioso yang berlatih di masing-masing tempat keahliannya.

__ADS_1


"Semua baik tuan" ucap pak John yang memang melatih para mafioso itu sendiri. "Baiklah kita akan mengujinya" tuan muda tersenyum menyeringai dan berjalan mengambil sebuah pistol.


Jantung para mafioso mulai berdetak kencang saat melihat king mafia DS sendirilah yang akan menguji kemampuan mereka. Keringat dingin mulai membasahi wajah satu persatu mafioso yang ada disana. Mereka hanya bisa pasrah dan meminta pada dewi fortuna agar keberuntungan berpihak pada mereka yang tidak ditunjuk oleh raja mafia itu.


"Louis ambilkan buah apel" titah tuan muda. "Ck aku juga" ujar Louis yang kesal tetapi tetap melaksanakan perintahnya. Tak beberapa lama Louis datang dengan menenteng satu keranjang buah apel.


"Apa masih kurang? jika masih akan aku bawakan beserta pohon dan akar-akarnya sekalian" ujar Louis diakhiri dengan senyum terpaksanya. Tuan muda hanya menghela nafas kasar dibuatnya. "Kau" tunjuknya pada salah satu mafioso yang tak jauh darinya.


Glek


Mafioso yang ditunjuk menelan ludahnya dengan susah payah. "Sa-saya tuan" ujarnya yang menunjuk dirinya sendiri. "Hmm, ambil satu buah apel dan pergilah berdiri di depan papan tembak itu, kau mengerti apa yang harus kau lakukan setelahnya bukan?" tanya tuan muda yang mulai menguji salah satu dari banyaknya mafioso yang berlatih saat itu.


Dengan perlahan namun pasti mafioso itu meletakkan buah apel di atas kepalanya dan mencoba untuk diam menenangkan diri bahwa dirinya akan baik-baik saja. Tetapi itu sangat sulit baginya bahkan tubuhnya tak henti-hentinya bergetar sebab di depannya bukanlah orang sembarangan, dia adalah seorang King mafia DS yang terkenal kejam dan tak kenal ampun pada setiap musuhnya.


"Jika kau bergerak sedikit saja nyawamu hilang saat itu juga" ujar tuan muda memperingatkan.


"Ingatlah dan percayalah, King tidak akan membunuh kalian jika kalian benar-benar setia dalam mengabdi kepadanya dan bersedia mempertaruhkan jiwa raga kalian untuknya"

__ADS_1


"Aku percaya padamu tuan" gumam lirih mafioso yang langsung siap dan sigap menatap ke arah pistol yang mengarah padanya tanpa ada rasa takut yang melanda dirinya. Tuan muda tersenyum miring melihat mafioso yang diujinya yang semula takut menjadi sigap seperti yang ia inginkan.


Dor


Mafioso itu pun menutup matanya saat timah panas keluar dari sarangnya dan berhasil menembak tepat di bagian tengah buah apel yang berada di atas kepala mafioso itu tanpa meleset sedikitpun.


"Kau tidak pernah berubah Luc, selalu sama seperti dulu" Louis menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sikap sahabatnya yang tidak berubah sedari dulu.


Kau benar pak John, King tidak akan membunuh tanpa adanya musuh. Batin mafioso itu yang langsung menunduk hormat dan bersumpah akan selalu mengabdi pada King mafia DS sampai titik darah penghabisan.


"Siapkan tiga mafioso terkuat" pak John yang mendengar ucapan King DS langsung menuruti permintaannya dan memanggil tiga mafioso terkuat di markas itu.


"Hormat kami tuan" ketiga mafioso memberikan salamnya dan menunduk takzim pada tuan muda. Kemudian mereka berempat pun menuju ke arena bertarung dan memulai adu fisiknya.


"Seranglah aku" tuan muda melihat ketiga mafioso yang mengelilinginya saling pandang satu sama lain. "Tapi tuan..." ujar salah satu mafioso yang terpotong. "Jangan pedulikan statusku atau apapun itu, disini kita adalah lawan" tuan muda mengerti jika mafiosonya takut untuk melawan dirinya.


Bugh

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2