Tuan Muda Yang Kejam

Tuan Muda Yang Kejam
Eps 19 Mafia Scorpion


__ADS_3

Bugh


Ketiganya langsung menyerang tuan muda secara bersamaan. Tuan muda yang diserang langsung menghindarinya dan menangkis setiap serangan yang ditujukan kepadanya hanya dengan menggunakan satu tangannya. Bukan maksud jika tuan muda sombong, tetapi jika memang sudah ahli ya bagaimana lagi?


Krak


Tuan muda melintir salah satu tangan mafioso ke belakang dan menendang lekukan pada kakinya sehingga dapat mengunci pergerakan dari lawan membuatnya tak bisa bergerak lagi.


Saat tengah mengunci pergerakan salah satu mafioso tersebut tiba-tiba datang sebuah pukulan yang akan memukul kepala tuan muda dari belakang, namun dengan kemampuan intuisinya yang kuat tuan muda langsung mengelak pukulan itu dan memberikan tendangannya pada perut mafioso hingga tersungkur ke tanah.


Dan kini hanya tinggal satu mafioso lagi yang masih bertahan untuk menyerang tuan muda. Tanpa menunggu lebih lama lagi mafioso tersebut langsung menyerang tuan muda dengan brutal walaupun sisa energinya sudah terkuras habis saat melawan tuannya.


Tuan muda hanya menghindari serangan demi serangan yang dilayangkan padanya, sehingga membuat mafioso lain segera bangkit dan menyerangnya lagi. Saat tuan muda tengah dikepung oleh ketiga mafioso itu, dengan gesitnya tuan muda langsung menendang kaki dari salah satu mafioso.


Bagh


Bugh


Krak


"Akhhh" mafioso yang terpelintir pun berteriak kesakitan.


Bugh


Krak


Bugh

__ADS_1


Tuan muda memukul bibir salah seorang mafioso hingga sudut bibirnya berdarah.


"Hey, kau akan menghabisinya atau mengujinya? bisa bisa mereka mati sia-sia, dan lihatlah mereka sudah babak belur seperti itu tetapi kau masih saja menghajarnya ck...ck...ck" Louis menggeleng-gelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri seperti seorang ayah yang menasehati anaknya.


"Baiklah sudah cukup dan obati luka kalian" ujar tuan muda pergi merapikan pakaiannya yang kusut akibat pertempurannya tadi.


"Apa anda butuh sesuatu tuan?" tanya pak Jon yang melihat tuannya menghampiri dirinya. "Berikan bonus pada mereka yang sudah berlatih dengan keras" tuan muda pergi setelah mengatakan apa yang ingin dia katakan.


Drttt


"Siapa?" tanya Louis yang melihat telepon sahabatnya bergetar saat ada panggilan masuk, sedangkan yang menerima telepon hanya tersenyum smirk melihat nomor asing yang menelpon dirinya. Tuan muda pun mengangkat panggilan teleponnya.


^^^"Hahaha tuan muda Lucas yang terhormat mengangkat panggilanku ternyata" ujar seseorang di seberang telepon.^^^


"Siapa kau?" tanya tuan muda yang berpura-pura tidak tau siapa orang yang dibalik telepon itu.


"Apa maumu?" tanya tuan muda to the point padahal ia tau apa yang akan dikatakan oleh lawan bicaranya.


^^^"Aku ingin kau datang ke dermaga x sendirian sekarang juga, jika kau berani" ujar seseorang di balik telepon dengan tawa mengejeknya.^^^


"Apa kau menantangku?" tanya tuan muda dingin.


^^^"Aku tidak ada niatan untuk menantangmu, aku hanya ingin bertemu dengan king Mafia DS yang paling ditakuti apakah salah?" tanya orang di balik telepon.^^^


"Baiklah aku akan datang" ujar tuan muda tersenyum menyeringai.


Setelah itu ia pun mematikan sambungan teleponnya secara sepihak. "Apakah kau akan tetap kesana sendirian?" Louis menatap sahabatnya dengan tatapan ingin tahunya. "Hm" tuan muda hanya berdehem mengiyakan ucapan Louis.

__ADS_1


"Itu sangat berbahaya, kau tau bukan disana pastinya akan ada banyak orang yang akan siap mengambil nyawamu" Louis berkata sambil menatap intens sahabatnya.


"Aku tau" ujar tuan muda. "Lalu?" tanya Louis meminta penjelasan . "Aku akan tetap kesana" jawab tuan muda singkat. "Tidak, bagaimana jika sesuatu terjadi padamu?" tanya Louis. "Apa kau lupa siapa aku? lagi pula disana juga ada Dave" balas tuan muda.


"Huh baiklah aku mengalah, tidak ada yang bisa melawan kehendakmu " Louis hanya bisa pasrah pada sababat termudanya itu. Kemudian mereka menuju ke dermaga menggunakan mobil. Setelah sampai, saat tuan muda akan keluar dari mobil tangannya dicekal oleh Louis.


"Jaga dirimu baik-baik dan berjanjilah kau dan Dave akan kembali dengan selamat, aku akan menunggu kalian berdua disini" Louis berkata dengan sungguh-sungguh. Tuan muda hanya mengangguk sebab ia tau jika sahabatnya itu bagaikan seorang kakak yang melindungi adik-adiknya.


Tuan muda berjalan menuju kapal pesiar yang sudah menanti dirinya. "Selamat datang tuan, anda sudah ditunggu di dalam" pengawal itu pun mengantarkan tuan muda menuju ke bar mini di dalam kapal pesiar itu.


Setelah sampai ia pun sudah disambut oleh pemilik kapal pesiar sekaligus orang yang meneleponnya tadi. "Selamat siang tuan muda Lucas Deilson, apa perjalananmu menyenangkan?" tanya seorang laki-laki yang tak lain bernama Deklan.


"Apa yang ingin kau bicarakan" tanya tuan muda tanpa menjawab pertanyaan dari Deklan. "Minumlah dulu pasti kau sangat haus bukan" suruh Deklan yang memberikan segelas kecil minuman alkohol dingin.


"Bagaimana jika kau sudah mencampurkan racun yang mematikan dalam gelas itu" tuan muda menyeringai menatap tajam Deklan.


Sial kenapa rencanaku bisa terbaca olehnya (batin Deklan).


"Apa kau meragukannya? baiklah, hey kau berikan satu gelas minuman lagi" ujar Deklan menyuruh bartender kapal pesiar memberikan minuman yang baru lagi.


"Langsung saja apa yang ingin kau katakan" tuan muda menatap Deklan tajam sambil meminum minumannya. "Mengapa kau menggagalkan rencana bisnis ilegalku dan membunuh tangan kananku?" Deklan menatap tuan muda dengan tatapan ingin membunuhnya.


"Hutan itu adalah milikku" ujar tuan muda singkat. "Lalu?" tanya Deklan menaikkan salah satu alisnya. "Kau tidak bisa bertindak sesukamu" ujar tuan muda tanpa melihat Deklan.


"Baiklah tidak ada yang dibicarakan lagi, terima saja apa yang sudah terjadi" tuan muda kemudian meninggalkan Deklan di mini bar kapal pesiarnya.


Tarr

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2