Tuan Muda Yang Kejam

Tuan Muda Yang Kejam
Eps 14 Tembakan Dave


__ADS_3

"Haha lihatlah mafioso laknat itu bosnya sekarat dan dianya malah keroyokan duit dasar" ujar William terkekeh geli melihat keserakahan mafioso orang yang dihabisinya.


"Siapa disana!" bentak seorang laki-laki satunya.


Dorrr


Dorrr


Dorrr


Laki-laki itupun menembak dengan brutal ke berbagai arah. "Hahaha tembakan macam apa itu bahkan tidak ada satupun peluru yang mengenai salah satu dari kami" ujar Dave yang terkekeh geli melihat laki-laki itu menembak tak tentu arah.


Deg


"Siapa dia?" (batin laki-laki itu).


Laki-laki itu sudah berkeringat dingin dan bergetar dibuatnya karena melihat aura iblis dimata kedua orang yang ada di hadapannya yaitu Dave dan William.


"Ja-jangan mendekat" ujar laki-laki itu gagap. Tetapi Dave dan William terus berjalan mendekatinya dan memegang pistol di tangan masing-masing.


"Ji-jika satu langkah lagi kalian mendekat a...aku akan menembak kalian" ujar laki-laki itu gugup dengan tangan bergetar menodongkan senjata kepada William.


"Benarkah? tanganmu saja bergetar saat menodongkan senjata padaku bagaimana bisa kau menembakku?" ujar William. "Ba-baiklah ucapkan selamat tinggal pada dunia ini" ujar laki-laki itu. "Hahaha" William tertawa dibuatnya.


Dorrr


"****" ujar laki-laki itu sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Dave menembak tepat dibagian jantungnya sebelum laki-laki itu berhasil menarik pelatuk pistolnya. "Ck banyak drama" ujar Dave. "Kau terburu-buru Dave" ujar William memutar bola mata malasnya.


"Up to me (terserahku)" ujar Dave. Sedangkan para bawahan dari orang yang sudah mati itu hanya melongo menyaksikan kematian dari bosnya. Buat apa mereka melawan kalau ujung-ujungnya bakal mati mending ya gabung aja cari aman kan.

__ADS_1


"CEPAT!"


"Eh bangsat jantung gue mau loncat tau gak" ujar William yang kaget bukan main akibat suara bariton yang terdengar menggema di hutan itu.


Bukan hanya William saja tetapi jantung Dave dan para mafioso tadi juga berdetak kencang dibuatnya. Mereka hanya mengelus dada mereka yang diuji nyali akibat bentakan dari seseorang yang bersembunyi dibalik pohon.


Tuan muda memang sengaja tidak menampakkan wajahnya. Hanya orang tertentu saja yang bisa melihatnya, limited edition memang. Jadi ia sengaja menunggu di balik pohon untuk menemani sahabatnya William dan Dave.


"Baiklah pilih mati atau bergabung?" tegas Dave. "Siap bergabung!" jawab mereka lantang. "Kalian akan dilatih dan diuji mental terlebih dahulu sebelum kalian menjadi bagian dari kami dan jika kalian mencoba berkhianat maka nyawa kalian tak akan selamat" ujar Dave dingin.


"Laksanakan tuan" ujar mereka serempak. "Kami ucapkan terimakasih kepadamu tuan karena anda berdua sudah membebaskan kami dari tuan berhati busuk itu" ucap salah seorang mafioso dengan menunduk takzim mewakili teman-temannya. Kemudian semua juga menunduk takzim pada William dan Dave.


William dan Dave mengangguk atas ucapan terimakasih mereka. "Kalian memang salah memilih bos" ujar William sinis. Kemudian Dave menghubungi tangan kanannya.


^^^"Halo, ada apa tuan?" tanya orang diseberang telepon.^^^


^^^"Baik tuan" ujar tangan kanan Dave atau biasa dipanggil pak John.^^^


Kemudian Dave mengakhiri sambungan teleponnya dan mengirimkan lokasinya pada pak John.


"Kalian akan dilatih oleh pak John" ujar Dave singkat. "Baik tuan" jawab mereka serempak. Setelah itu Dave pun pergi dari sana bersama dengan William. Mereka menghampiri tuan muda yang bersandar di balik pohon yang tengah menghisap batang rokoknya.


Lain halnya salah seorang anak buah yang sedikit menjauh dikarenakan ia akan menelepon bos besarnya.


"Halo bos asisten anda sudah tiada sekarang" lapor seorang anak buah tadi.


^^^"Sial, siapa yang membunuhnya?" jawab seseorang dibalik telepon itu.^^^


"Saya tidak tau namanya tuan tetapi mereka memakai topi berlogo tengkorak" jawab anak buahnya.

__ADS_1


^^^"Baiklah menyusuplah menjadi anggotanya" tambah seseorang itu lagi sebelum mematikan sambungan teleponnya secara sepihak.^^^


Kemudian anak buah yang menelepon bosnya itu pun kembali lagi bersama teman-temannya yang sedang menunggu kedatangan pak John.


Dorrr


Bertepatan dengan pak John yang datang, tiba-tiba ada sebuah peluru yang menembus salah satu kepala anak buah disana. Semua temannya terkejut dibuatnya bagaimana tidak, ada peluru nyasar di kepala temannya. Mereka semua melotot tanpa berkedip menyaksikan hal itu kecuali pak John.


"Penghianat sudah disingkirkan kita pergi sekarang" ujar tuan muda seraya berjalan mendahului Dave dan William.


"Bagaimana kau bisa tau jika yang kau tembak itu adalah penghianat?" tanya William. Tuan muda hanya tersenyum smirk mendengar perkataan sahabatnya.


Jarak beberapa meter dari tuan muda...


"Apa kalian tau orang yang membawa pistol dan rokok ditangannya? itulah bos asli kalian. King Devil Skull dan dia lebih kejam dari kedua sahabat dibelakangnya. Dia menembak teman kalian karena dia tau mana yang setia dan mana yang pura-pura.


Jadi jangan pernah mencoba ataupun hanya sekedar berpikir untuk berkhianat kepadanya jika tidak kalian akan merasakan hidup segan mati tak mau" ujar pak John panjang lebar.


Semua mafioso yang mendengarkan ucapan pak John menelan saliva dengan susah payah karena bos baru mereka kejamnya bukan kaleng-kaleng.


Setelah sampai di gudang senjata tuan muda mengambil salah satu kunci motornya.


"Dave kau antarkan saja William aku akan pergi ke Villa" ujar tuan muda. "Baik Luc" jawab Dave. "Kau perhatian padaku Luc? ahh ini momen yang sangat langka" ujar William dengan senyum malu-malu.


"Ck menjijikkan" ujar tuan muda meninggalkan mereka berdua. "Hahaha kau sangat suka menggoda Lucas ya" kata Dave. Sedangkan William hanya memutar bola mata malasnya. "Bagaimana dengan mobilku?" tanya William. "Apa Lucas begitu miskin hingga akan mencuri mobilmu?" tanya Dave.


"Yah sangat miskin!" dengus William. "Jika Lucas kau anggap sangat miskin lantas bagaimana denganmu? bukankah akan menjadi sangat-sangat miskin sekali? hahaha" kata Dave dengan tawa mengejeknya. "Sialan loe Dave" ujar William.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2