
Bismillahirohmanirohim
Alvin dan kelima temannya sudah sampai di depan panti asuhan Kencana Jaya, beberapa pohon yang tumbuh di dekat panti asuhan itu menambahkan kesan tersendiri untuk panti asuhan Kencana Jaya, dengan adanya pohon-pohon yang tidak terlalu tinggi juga tidak terlalu pendek di dekat panti asuhan itu membuat panti asuhan terasa lebih adem dilihat.
"Assalamualaikum" sapa Alvin dan kelima temannya secara bersama.
"Wa'alaikumsalam" seorang wanita parubaya menghampiri tamunya.
"Masyaallah nak Alvin dan yang lain rupanya, mari masuk" ajak wanita paruh baya itu dengan seri wajah bahagia menyambut tamunya yang datang.
"Makasih bu Mega" jawab mereka kompak.
Tadi sebelum sampai ke panti asuhan kencana jaya, mereka sempat membeli buah-buahan dan snack untuk anak-anak yang ada di panti asuhan ini, itu sudah menjadi kebiasaan geng somplak jika berkunjung ke rumah siapapun pasti mereka akan membawa buah tangan, walaupun itu tidak seberapa.
Jika diberi sesuatu oleh orang lain jangan pernah lihat isinya yang penting niat baik dan ketulusannya.
"Pada dimana anak-anak bu?" tanya Bintang saat sudah mendaratkan bokongnya ke atas kursi yang sudah disediakan di panti asuhan.
"Ada di taman belakang lagi main sama yang lain" jawab ibu Mega, sambil menuangkan air putih ke dalam gelas satu persatu untuk para tamunya.
__ADS_1
"Makasih bu Mega maaf ngerepotin" ucap Alvin tak enak hati.
"Udah nggak usah sungkan, kalau gitu ibu kebelakang dulu mau narok semua makanan ini" ibu Mega berkata sambil menenteng dua kantong plastik yang berukuran jumbo, buah tangan dari Alvin dan yang lain.
"Biar saya bantu bu" dengan sigap Alvin dan Alex mengambil alih kantong plastik yang dipegang ibu Mega, kini dua kantong plastik berukuran jumbo itu sudah beralih ke tangan Alvin dan Alex.
"Makasih nak Alvin nak Alex, maaf jadi ngerepotin" ucap ibu Mega tak enak hati pula, sudah melihat Alvin dan yang lain mau berkunjung ke panti asuhan tempatnya mengurus anak-anak itu saja sudah sangat bahagia, apalagi mereka sangat baik pada bu Mega dan anak-anak.
Setelah selesai membantu ibu Mega membereskan semua belanjaan yang mereka bawa Alvin dan Alex izin untuk bertemu dengan anak-anak yang lain, sedangkan Eza, Bagas, Bintang dan Cecep sudah lebih dulu bertemu dengan mereka.
"Kak Alvinnnnn!!" teriak seorang anak laki-laki saat melihat Alvin dan Alex berjalan ke arah mereka, kira-kira umurnya sekitar 4 atau 5 tahunan.
"Assalamualaikum Zhep" anak laki-laki yang Alvin panggil Zhep itu kini sudah berada dalam gendongan Alvin.
Untuk Alex dia memang tidak terlalu suka anak kecil, tapi Alex tetap akan menyapa mereka semua, walaupun terkesan cuek juga pada anak kecil, jika ada yang bertanya atau mendekat ke arahnya makan Alex sama sekali tidak akan risih.
***
Fahmi baru saja sampai di depan rumahnya lama dia merenung diatas motor apa kira-kira yang akan dialami setelah masuk dan menginjakan kaki ke dalam rumah ibu dan ayah angkatnya itu, ralat bukan rumah ibu dan ayahnya melainkan rumah Fahmi, karena uang untuk membeli rumah tersebut uang Fahmi, bahkan sertifikat rumahnya saja atas nama Fahmi Maulana.
__ADS_1
"Assalamualaikum" seakan suaranya berhenti di tenggorokan Fahmi mengucapkan salam tidak sampai tuntas keluar dari mulutnya hanya sampai tenggorokannya saja.
Bukan takut akan kedua orang tuanya yang bak iblis itu, tapi Fahmi malah takut terjadi sesuatu pada orang rumah, hampir dua bulan ini dia tidak pulang.
Biasanya Fahmi hanya akan menatap rumah itu dari kejauhan, hari ini entah ada magnet apa yang menyuruh Fahmi untuk pulang ke rumah.
"Fahmi! kamu akhirnya pulang juga" ucap seorang wanita paruh baya pada Fahmi, matanya sudah berkaca-kaca untuk menumpahkan semua air mata yang sudah terbendung entah sejak kapan.
"Ibu apa yang terjadi?" tanya Fahmi khawatir apalagi melihat kondisi sang ibu sudah tidak baik-baik saja.
Walaupun telah disakiti berkali-kali oleh orang tua angkatnya tidak bisa dipungkiri rasa sayang dan hormat Fahmi pada mereka tetaplah ada, karena bagaimanapun merekalah yang sudah merawat dan membesarkan Fahmi, sampai sebesar ini, walaupun tanpa kasih sayang sedikitpun.
"Ibu jawab Fahmi!" kini sang ibu angkat sudah berada di dalam pelukan Fahmi, hampir saja wanita paruh baya itu jatuh ke lantai untung saja Fahmi dengan sigap menangkap tubuh sang ibu.
"Baiklah ibu sekarang lebih baik istirahat dulu, nanti jika sudah lebih enakan ibu bisa cerita pada Fahmi" Fahmi menuntun ibunya ke dalam kamar sang ibu.
Fahmi merawat ibunya dengan sangat telaten dan cekat, setelah selesai mengobati sang ibu, Fahmi menyuruh ibunya untuk istirahat terlebih dahulu, hanya ada ibu Fahmi saja di rumah itu, bapak dan kedua adiknya mungkin masih di luar pikir Fahmi.
Ayahnya masih bekerja dan kedua adiknya masih berada di sekolah pikir Fahmi, karena sekarang waktu hampir masuk ashar.
__ADS_1
Kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada kita maupun keluarga kita ke depannya, karena hanya Allah lah yang tahu semua takdir yang akan kita alami nantinya.
Tanamkan sikap baik sejak dini, In Sya Allah kita akan merasakannya nanti, karena sikap baik sangatlah perlu tumbuh di dalam diri seseorang.