
Bismillahirohmanirohim.
Setelah kesembuhan Dina, Alvin bisa berkumpul lagi dengan kedua orang tuanya, setelah tiga tahun perpisahan yang sangat menyakitkan bagi Alvin, kini Dina dan Diandra belajar membenahi diri masing-masing, belajar menjadi orang tua yang lebih baik lagi untuk saat ini dan kedepannya.
Memang tidak ada yang tahu skenario yang Allah berikan pada setiap hamba-Nya, terlihat menyakitkan memang bagi Alvin menahan semua ini selama 3 tahun lebih, tapi semua sudah jalan nya, mungkin saja jika kedua orang tua Alvin tidak pernah bertengkar, Alvin tidak akan pernah bertemu dengan kakek Hasan, sampai dengan yang lainnya. Memang benar di setiap cobaan ada hikmahnya, disetiap cobaan selalu ada suatu pelajaran yang dapat kita petik dan kita renungkan.
"Ma, pa Alvin berangkat kuliah dulu" pamit Alvin pada kedua orang tuanya, sudah tiga hari ini Alvin memutuskan untuk menginap di rumahnya, begitu juga Fahmi dan Bintang, mereka berdua sudah tiga hari pula tidak tidur di markas, sedangkan Cecep di suruh pulang terlebih dahulu oleh orang tuanya.
Untuk Eza dia terpaksa pulang karena kedua orang tuanya sedang berada di rumah, hanya tinggal Alex dan Bagas yang ada di markas, tapi walaupun begitu mereka semua yang tidak menginap di markas selalu mampir walaupun hanya sebentar di markas geng somplak.
Seperti sekarang ini Alvin dan yang lainnya membuat janji untuk pergi ke kampus bersama, mereka akan bertemu di markas, kebetulan sekali mereka memiliki kelas pagi secara bersama, sedangkan Cecep dan Fahmi ada janji pagi pula pada dosen PA mereka.
"Assalamualaikum" sapa Alvin pada mereka semua. Di depan markas geng somplak mereka semua sudah berkumpul hanya tinggal menunggu Alvin.
"Waalaikumsalam" jawab mereka kompak kala Alvin sudah ada dihadapan mereka.
"Kita berangkat sekarang aja" ajak Fahim sambil menyalakan mesin motornya.
Bintang dibonceng Fahmi, karena motornya disita untuk sementara oleh Cecep, Cecep ingin memberi hukuman pada Bintang yang sering sekali berulah.
"Gimana kabar mama Vin?" tanya Alex yang masih belum menyalakan mesin motornya.
"Alhamdulillah udah lebih baik dari sebelumnya Lex"
Mereka semua sudah berkenalan dengan mama Alvin, Alvin senang karena sang mama menyambut teman-temannya dengan ramah. Bahkan Dina meminta keenak laki-laki itu untuk memanggil dirinya dan sang suami dengan sebutan mama papa.
Bukan hanya dengan kedua orang tua Alvin mereka juga sudah kenal dengan kedua orang tua Bintang dan Fahmi, ibu angkat Fahmi juga sudah bertemu dengan orang tua kandung Fahmi, atas permintaan Fahmi, Afka tidak menjebloskan Minah ke dalam penjara, Afka juga sadar bahwa Minah yang telah menjaga Fahmi walaupun tanpa kasih sayang, dan sekarang Minah sudah benar-benar berubah.
__ADS_1
"Jadi kapan lo mau pulang Lex?" Alvin dan Alex mengendarai motor mereka dengan pelan. Mendengar pertanyaan yang dilontarkan Alvin pada dirinya Alex hanya bisa menatap lurus kedepan, dia juga tidak tahu kapan bisa bertemu dengan sang papa dan membicarakan ini semua dengan baik-baik.
"Lex lo harus coba dulu, apapun nanti resikonya gue sama yang lain ada sama lo" nasihat Alvin.
"In sya Allah Vin, doin biar gue bisa menghadapi semua masalah ini tanpa harus berlari menjauh"
Saat Alvin dan Alex mulai fokus kembali dengan jalan mereka, keduanya dibuat terheran karena Fahmi dan yang lainnya memberhentikan motor mereka di tengah jalan.
"Gimana ini bang?" tanya Bintang pada Fahmi.
"Apa kita puter balik aja bang" usul Bagas.
Fahmi tidak menjawab mereka berdua melainkan menunggu Alex dan Alvin sudah berada disisi mereka.
"Kenapa bang?" tanya Alex dan Alvin kompak, belum Fahmi menjawab pertanyaan yang dilontarkan Alex juga Alvin.
Tapi mata Alex sudah menatap kedepan dengan aura yang mengerikan, Alex melihat Dimas sedang adu jotos entah pada siapa dengan membabi buta. padahal sebelumnya Alex sudah memperingati Dimas untuk membela diri saja bukan membabi buat seperti ini.
"Iya bener Vin, tapi gue kagak tau siapa yang sedang mereka lawan" sahut Cecep.
"Itu geng Vanx bang, geng yang hampir sama dengan geng atlas bedanya geng Vanx suka sekali mencuri dan menindas rakyat miskin, mereka selalu malak di pasar" jelas Bintang.
"Kita puter bali aja, kita nggak ada urusan sama mereka" ajak Alvin.
Tapi mereka semua bingung dengan Alex yang turun dari motornya menghampiri kelompok itu. "Lex mau kemana?" tanya Eza waspada sambil memegang erat tangan Alex.
"Lepas!"
__ADS_1
"Nggak Lex, lo nggak boleh kesana ini bukan urusan kita" ujar Bagas.
"Lepas Dimas jadi urusan gue" Alex masih dalam mode menyeramkannya.
"Plis Lex lo baru kali ini emosi sampai kayak gini, jadi tolong jangan emosi" tutur Alvin berusaha meyakinkan Alex. Dalam sekejap aura Alex berubah.
"Plis lepasin gue, gue cuman mau bawa Dimas doang" ujarnya memohon.
Mereka hanya bisa pasrah, apalagi Alvin sangat tahu jika Alex tak bisa melihat Dimas berbuat kasar. Belum sampai di gerombolan kedua geng itu, Vano yang melihat ada geng somplak langsung menerjang Eza yang tidak berada di dalam gerombolan.
"Cuman ini kemamapuan elang geng somplak?" ujar Vano terkekeh sinis, apalagi saat melihat Eza jatuh ditahan, sontak mereka semua menoleh ke arah Eza.
Dengan cepat Alvin membantu Eza, Alvin tidak mau emosi Eza terpancing saat seperti ini hanya Alex dan Alvin yang bisa mengendalikan emosi Eza, sayangnya Alvin telat Eza yang sudah bangkit langsung menghajar Vano membabi buta tanpa mengucapkan sepatah katapun.
"Kurang ajar lo!" maki Vano dia sudah mendapatkan memar di seluruh wajah dan badan nya.
Eza yang kembali ingin memukul Vano segera dicegah oleh Alvin. "Sadar Za! kendalikan emosi lo" tegur Alvin.
"Maaf Vin" ucap Eza semula sadar, Eza memang sering kali dikuasai oleh emosinya sendiri.
Semenatara itu geng Vanx dan geng Atlas menyerang geng somplak secara bersama tapi mereka juga masih saling serang.
"Bang kita nggak ada urusan disini jadi menghindarlah" ujar Alvin memperingati.
Dimas entah sudah dibawa Alex kemana. Dengan langkah pasti sambil terus menghindari serangan geng somplak pergi dari tempat itu, benar kata Alvin mereka tidak ada urusan dengan geng atlas maupun geng Vanx.
"Sial gagal! padahal hampir saja geng somplak ikut dalam perkelahian ini" maki Vendi kesal.
__ADS_1
Karena sudah saling terluka parah akhirnya kedua geng itu bubar sendiri-sendiri, sedangkan rencana yang sudah disusun matang-matang oleh geng Vanx hancur begitu saja, saat Alvin bisa mengendalikan Eza dan bisa mengendalikan gengnya untuk tidak ikut campus.
Siapa sangka rencana yang sudah disusun dengan begitu bagus bisa berantakan, geng Vanx tau jika Eza mudah emosi jadi saat melihat geng somplak Vano segera menyerang Eza karena Eza lah target mereka untuk memancing geng somplak. Tapi nyatanya semua itu gagal begitu saja tanpa membuahkan hasil.