
Bismillahirohmanirohim
"Vin masih jauh kagak rumah Fahmi?" tanya Eza, sambil terus fokus menyetir mobilnya.
"Bentar lagi sampe kok Za, abis sekolahan SMA yang ada di depan, jarak tiga rumah, itu rumah Fahmi" jelas Alvin.
"Aduhh!"
"Kenapa Tang?" tanya Alex heran, Alex dan Bintang memang duduk bersebelahan, karena hanya Bintang si bontot yang terkesan sedikit berani dengan Alex.
"Panggilan alam Lex" ucapnya sambil nyengir menahan sakit perut yang terus bergejolak.
"Ada-ada aja lo Tang, masa baru pertama kali main ke rumah orang langsung numpang buang" sahut Cecep yang duduk di depan mereka bersebelahan dengan Bagas.
"Mau digimanain lagi uii, perut gue aja yang tak tau tempat" jawab Bintang sewot.
Setelah melewati sekolah SMA yang Alvin bicarakan tadi, akhirnya mereka sampai di rumah Fahmi dengan selamat.
"Vin bener nggak ini rumah Fahmi?" tanya Bagas memastikan.
"In Sy Allah, kita coba dulu, petunjuk yang dikasih Fahmi sih bener ini rumahnya"
"Assalamualaikum" ucap mereka semua serempak.
"Waalaikumsalam" jawab orang yang ada di dalam rumah.
"Siapa yang dateng Mi?" Fahmi dan sang ibu tengah mengobrol ringan di ruang tamu, kebetulan sekali hari ini Fahmi tidak ada jadwal kuliah, entah kebetulan apa memang sudah direncanakan mereka tidak ada kelas secara bersama hari ini padahal jurusan mereka berbeda-beda.
"Temen-temen Fahmi kayaknya bu, Fahmi liat dulu"
Dengan segera Fahmi membuka pintu rumahnya, karena dia yakin sekali itu Alvin the geng, sebelum berangkat ke rumah Fahmi, Alvin sudah lebih dulu memberi tahunya, jika mereka ingin berkunjung menjenguk ibu Fahmi yang sedang sakit sekaligus silaturrahim kesana.
Silaturahmi biasanya digunakan atau disebut untuk berkunjung ke rumah kerabat dekat, seperti nenek, kakek dan bibi atau paman. Pada intinya yang masih memiliki ikatan tali persaudaraan.
Sementara itu sihlahturrahim sering digunakan atau sebutan untuk orang-orang yang berkunjung ke rumah sahabat atau teman. Pada intinya kedua sebutan tersebut sama-sama untuk mengeratkan tali persaudaraan dalam islam.
"Mi apa kabar?" sama mereka, saat melihat Fahmi sudah membuka pintu rumahnya dengan sempurna.
__ADS_1
"Sehat gimana kalian semua? kabar baik kak, masuk dulu" ajak Fahmi pada yang lainnya.
Mereka semua masuk ke dalam rumah Fahmi, terlihat wanita paruh baya sedang duduk di sopan dengan wajah yang sedikit pucat.
"Assalamualaikum tante" sapa Alvin lebih dulu, lalu mencium punggung tangan ibu Fahmi diikuti dengan yang lainya, melihat hal itu sontak membuat ibu Fahmi terharu.
Anak orang saja bisa sangat hormat padanya, tapi kenapa anak kandungnya sendiri seakan tidak mengakui dirinya sebagai seorang ibu, bahkan sekarang saja yang suka rela dan merawatnya dengan senang hati adalah Fahmi anak angkatnya yang sudah sering kali dia sakiti bahkan kasih sayang pun tidak pernah dia berikan pada Fahmi. Tapi nyatanya saat dia membutuhkan seseorang yang penting dalam hidupnya Fahmi lah yang datang.
"Waalaikumsalam" jawab Minah paruh, pasalnya dia masih sedikit batu.
"Jangan panggil tante, panggil aja Ibu" kata Minah lagi dengan ramah.
"Fahmi bikin minum dulu" Fahmi berlalu pergi kedapur, sedangkan yang lainnya mengobrol ringan dengan ibu Fahmi.
"Gue ikut! panggilan alam Mi" bisik Bintang. Fahmi hanya mengguk saja.
"Kalian semua teman-teman Fahmi?" tanya Minah mulai membuka pembicaraan.
"Iya bu, lebih tepatnya adek Fahmi, hahaha" sahut Bintang yang langsung mendapatkan senggolan kuat dibahunya oleh Bagas kebetulan duduk disebelahnya.
Bintang baru saja kembali dari memenuhi panggilan alamnya, langsung duduk disebelah Bagas.
"Yang lebih tua mah ngalah aja kita" sahut Fahmi yang sudah kembali dari dapur.
Minah tersenyum melihat tingkah mereka semua yang saling menyayangi satu sama lain itu terlihat dari cara mereka, walaupun mereka kadang memojokan satu orang, tapi tidak ada yang pernah sakit hati.
Masalah hati memang tidak ada yang tau tapi, geng somplak memang benar-benar dilatih jujur, sabar. Sikap Alvin yang selalu jujur dan perhatian dengan yang lain ternyata berpengaruh besar pada teman-temannya, peran Alvin dalam hidup mereka sangatlah bermakna.
"Kamu kenal mereka dimana Mi?" tanya sang ibu pada anak angkatnya, tidak menyangkan Fahmi akan bertemu dengan orang-orang baik seperti mereka.
"Jembatan bu" jawab Fahmi sepontan, diotak Fahmi langsung teringat bagimana dia bisa bertemu dengan Alvin.
"Hahhaha!! jembatan kagak tu" Bagas sudah tertawa sampai sakit perut.
Sedangkan Alvin menatap tajam Fahmi, yang ditatap hanya nyengir karena memang seperti itulah kenyataannya.
"Kenapa Vin emang benerkan gue ketemu lo dijembatan" ucap Fahmi sambil menatap Alvin.
__ADS_1
"Gue dijembatan waktu itu perasaan ketemu orgil sih" sahut Alvin dengan santainya.
"Ya Allah, ibu samapi lupa nanya nama kalian siapa aja" sontak mereka semua menoleh pada Minah.
"Ya udah kita kenalan aja ya bu" ucap Bintang semangat sekali. "Saya Bintang, yang paling muda diantara mereka semua, + paling imut nan ganteng" ucap Bintang pede dan narsis tingkat tinggi.
"Lebay!" Eza dan Cecep kompak sekali jika menjatuhkan temannya.
"Biarin!" tentu Bintang tak akan peduli, namanya juga bontot si bodo amat.
Selesai menyebutkan nama satu persatu Minah mulai memperhatikan satu persatu garis para cogan yang ada di depannya.
"Kamu tadi namanya Afka Bintang Saputra kan?"
"Iya bu kenapa? Kenapa?" Bintang penasaran.
"Kamu keluarga Afka Saputra yang sudah lama menghilang tanpa jejak?" tanya Minah memincang.
"Afka Saputra" gumun Alex dan Alvin secara bersama, kenapa mereka seperti tidak asing dengan nama itu dan kenapa juga mereka tidak menyadari nama Bintang yang sangat familiar itu.
Jika benar yang dikatakan Minah, ini petunjuk besar untuk asal-usul Fahmi, mereka semua masih memiliki banyak segudang rahasia dan misi.
"Hmmm! kenapa ibu tau tentang keluarga Afka Saputra?" si bonton tidak ada sopan-sopannya malah balik bertanya pada yang tua.
Bagas dan Cecep yang berasal dari keluarga sederhana hanya bisa menyimak saja. Walaupun sederhana tapi Alhamdulillah hidup mereka serba berkecukupan.
"Afka Saputra, keluarga hacerk handal yang sangat terkenal di kota Jakatra, hilang tanpa jejak karena memilki musuh yang sangat banyak, demi menyembunyikan identitas mereka dan menyelamatkan kedua putra mereka dari bahaya, keluarga Afka Saputra menutup semua informasi data diri mereka dari publik dan dimana pun"
"Sayangnya ditengah pelarian yang sudah sangat tersembunyi oleh keluarga Afka Saputra, anak pertama mereka hilang bak ditelan bumi entah kemana" jelas Alvin panjang lebar.
"Kamu tahu berita yang sangat tersembunyi itu?" kaget Minah.
"Saya tahu bu, hanya tiga keluarga di Jakarta ini yang tahu tentang masalah keluarga Afak Saputra. Keluarga Vernando, keluarga Argintara dan keluarga Diandra. Tapi sepertinya anak dari keluarga Argintara tidak tau berita ini" sindiri Alvin, sambil melirik Eza.
"Berita keluarga Afka Saputra ini, terjadi 21 tahun silam dimana saya masih di dalam kandungan mama saya, mama dan papa menjelaskan semuanya saat saya duduk dibangguk kelas dua sma" jelas Alvin panjang lebar.
"Terbongkar sudah" ucap Bintang enteng.
__ADS_1
"Lalau ibu kenapa bisa tahu tentang keluarga Afka Saputra?" tanya Alex dingin, ya rahasi keluarga Afka Saputra memang disimpan sangat rapih oleh 3 keluarga ternama di Jakarta itu.
Sontak Bintang dan Alvin juga merasa heran.