Tujuh berandal beriman

Tujuh berandal beriman
33. TBB


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Minah hanya menatap ketiga cowok itu dengan bingung bagaimana caranya dia menjelaskan semua kejadian dahulu. Lalu kemudian dia menatap Fahmi dengan rasa yang menyesal amat mendalam.


"Saya Minah salah satu maid dari keluarga Afka Saputra, saat itu saya terlibat dalam masalah yang menimpa keluarga Afka saputra,  karena saya maid yang bertugas untuk menjaga putra kedua dari keluarga Afka Saputra"


"Kalian sudah salah sangka bukan putra pertama keluarga Afka Saputra tapi dia anak kedua dari keluarga Afka Saputra"


"Bintang apa benar kamu memiliki kakak perempuan yang sudah lama tiada, maaf bukan saya ingin mengorek masa lalu, tapi ini berkaitan dengan masa depan seseorang" ucap Minah semakin paruh.


"Entahlah bu saya kurang tau jelas tentang keluarga saya, yang saya tahu semenjak saya lahir hidup saya seakan tidak pernah bebas, semua tentang saya harus selalu ditutup, bahkan nama saya saja harus diacak, tadinya nama saya Bintang Afka Saputra, tapi ayah saya menggantinya menjadi  Afka Bintang Saputra, dia bilang agar tidak ada satupun orang yang menyadari latar belakang saya, yang merupakan dari keluarga berbahaya" jelas Bintang.


"Jangan katakan jika putra kedua dari keluarga Afka Saputra itu adalah Fahmi, seorang anak yang sudah berpuluh-puluh tahun ini dicari keberadaannya" desak Alvin yang sudah sangat mudah membaca situasi.


"Gue" tunjuk Fahmi pada diri sendiri. "Ya nggak mungkin lah" sanggah Fahmi dengan cepat, mendengar kisah hidup keluarga Bintang saja dia sudah pusing, apalagi jika benar yang dikatakan Alvin barusan, entahlah dia harus bagaimana.


"Ibu yang ambil bayi itu!" tuduh Alex, kenapa dia jadi sangat geram dan semakin dingin.


"Lex istighfar" tegur Eza, Cecep dan Bagas yang duduk disamping Alex sontak mengelus punggung tangan dan punggung Alex.


"Astaghfirullah hal-adzim" gumun Alex, setelah mendapat teguran dari Eza, Alex terus beristighfar dalam hatinya.


Jika kebenaran tentang keluarga Afka Saputra bisa terungkap dengan perlahan-lahan kemungkinan besar juga, akan berdampak baik pada keluarga Diandra, Vernando dan Argintara.


"Bayi itu bukan saya yang ambil, tapi ada orang lain yang memberikan pada saya untuk bahan balas dendam mereka, karena saya sangat sakit hati oleh nyonya Afka Saputra, saya dituduh melakukan hal yang tidak pernah saya lakukan, saya dituduh maling"


"Sejak saat itu saya sangat membenci keluarga Afka Saputra, sampai anak itu ingin saya bunuh, demi membalaskan dendam saya agar terus merasa puas, saya merawat anak itu tanpa kasih sayang dan menjadikannya babu dan tidak jadi membunuhnya" ungkap Minah dengan tatapan penyesalan yang dia berikan pada Fahmi.


"Nama anak kedua dari keluarga Afka Saputra adalah, Maulana Afka Saputra" jelas Minah lagi.


"Jadi maksud ibu anak yang selama ini dicari oleh banyak orang Fahmi?" sela Alvin sebelum ibu Minah kembali bersuara.

__ADS_1


 Minah mengangguk tanpa suara, penyesalan yang sangat amat mendalam kembali menjalar di seluruh tubuhnya, dia menyesal kenapa dulu mengiakan ucapan orang  yang memberikan bayi itu padanya, bahwa Minah akan menjadikannya babu, dia juga mendapatkan imbalan dari itu semua. Tapi Minah juga bersyukur karena tidak jadi membunuh bayi malang itu yang tidak tahu apa-apa.


"Siapa orang yang memberikan bayi itu pada ibu?" Bintang semakin penasaran, kejadian 23 tahun lalu memang dia belum ada di dunia ini, tapi sebagai pewaris yang hanya tinggal dirinya dari keluarga Afka Saputra tentu Bintang mengetahui semua rahasia tentang keluarganya.


"Saya tidak tahu siapa orangnya, tapi yang saya tahu dia sangat terkenal sudah dari lama, sayangnya orang itu sudah tiada"


"Untuk Fahmi maafkan ibu nak sudah melakukan kamu dengan sangat jahat, dan akhirnya ibu terkena imbas dari semua yang telah ibu lakukan, hanya tinggal kamu yang ada dengan ibu, dan sekarang kamu telah menemukan keluarga kandungmu" ujar Minah penuh dengan rasa penyesalan.


Fahmi dan yang lainnya dapat melihat jelas jika ibu Minah sangat menyesali semua perbuatan-perbuatan jahat yang dia lakukan pada Fahmi.


"Ibu sudah jangan seperti ini" pinta Fahmi mengiba pada sang ibu angkat.


"Pantas saja Fahmi sudah bisa memiliki bisnis yang berkembang pesat di usianya yang sangat muda, keturunan keluarga Afka Saputra ternyata" celetuk Cecep yang mampu mencairkan suasana menegangkan itu.


"Bisa aja lo Cep!" sahut Eza.


Tanpa mereka sadari sedari tadi Eza mendengarkan mereka mengobrol sambil terus memakan kue yang ada di depannya.


"Lahaula wala kuata illabillahil hi adzim. Woi Eza! orang lagi serius lo dari tadi malah makan aja" cibir Bagas kesal.


"Udah sih cerita aja abaikan gue, week! hahaha" 


"Astagfirullah tak tau situasi memang" gumun Alvin.


Sedangkan Fahmi masih merenungi kisah hidupnya yang amat sangat rumit. Bintang tentu saja sedang memikirkan cara bagaimana dia meyakinkan orang tua nya jika dia sudah bertemu dengan kakak nya yang sudah lama dicari.


Bintang memang sebenarnya memiliki misi sendiri dia ingin mencari kakaknya yang dia yakin masih hidup dan sekaranglah akhirnya usahanya yang sudah dia lakukan bertahun-tahun membuahkan hasil.


Benar kata Alvin jika semuanya dilakukan dengan ikhlas dan sabar, pasti akan membuahkan hasil yang baik, buktinya sekarang Bintang telah menemukan orang yang dia cari-cari.


"Bang Fahmi, mau ya pulang" bujuk Bintang dengan manja.

__ADS_1


"Kenapa ini orang jadi berubah drastis! 95% kok gue jadi ngeri" gumun Fahmi, kebetulan sekali dia dan Bintang duduk bersebelahan.


"Nggak!" tolak Fahmi dengan cepat.


"Ishh! bang Fahmi jahat, Bintang udah nyari abang dari lama, giliran ketemu malah dicuekin" rengek Bintang.


"Lah!" mereka semua cengo dengan perubahan Bintang.


"Kalau abang nggak mau ikut Bintang pulang, Bintang bakal pake cara kekerasan" paksa nya.


"Tang emang lo punya rumah?" tanya Bagas dengan begitu polosnya. 


 


"Punyan lah lo kira gue numpang!" Bintang sudah kembali normal rupanya.


"Bang pulang ya pills, walaupun cuman sebentar" bujuk Bintang lagi.


"Oke gue mau, tapi ada syaratnya"


"Masyaallah pake syarat segala! sok lah apa syaratnya"


"Kalau masalah ibu belum kelar, gue belum mau pulang, gimana?" tawar Fahmi.


"Oke fine, lo menang" 


"Nggak usah Mi, ibu bisa sendiri" sahut Minah tidak enak hati sekali dia sudah menyakiti Fahmi di setiap saatnya tanpa jeda, tapi kenapa Fahmi begitu baik padanya.


Ya bagaimanapun Fahmi akan tetap berterima kasih pada Minah ibu angkatnya, karena telah merawatnya sampai sebesar ini, walaupun tanpa kasih sayang sedikitpun, jika tidak ada Minah mungkin Fahmi sudah tidak ada lagi didunia ini.


"Nggak!" jawab ketujuh orang itu dengan kompak.

__ADS_1


"Ibu kita sudah janji akan memperbaiki dan mencari tahu tentang suami dan kedua putri ibu, sudah menjadi tugas dan kewajiban kita untuk membantu sesama" jelas Alex.


Hampir saja Minah jantungan akibat suara mereka yang sangat kompak nan serempak itu, bak jalan sejajar dengan sangat sangat rapi. 


__ADS_2