Tujuh berandal beriman

Tujuh berandal beriman
66. TBB


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


"Kenapa papa sama mama nggak bilang? kalau kakak Leo masih hidup ma, pa. Leo disini hidup enak, sedangkan kakak Leo diluar sana entah gimana kabarnya"


"Papa sama mama harusnya cari dia, tapi apa! mungkin dia diluar sana sudah menganggap kedua orang tuanya telah tiada, karena sedari kecil dia tidak tinggal bersama orang tuanya, hingga dia beranjak dewasa. Apa salah dia ma, pa sampai kalian tega menelantarkannya" Leo benar-benar tidak percaya dengan apa yang telah mama dan papa nya lakukan terhadap anak merekaa sendiri.


Ketua geng atlas itu memanglah sangat licik dan kejam, tapi walaupun begitu dia hanya seorang manusia biasa yang memiliki hati. Dia bisa merasakan sedih seperti orang lain, masih ada hatinya yang lembut.


Leo memang tau jika dia memiliki seorang kakak yang entah dimana keberadaannya sekarang, tapi Leo belum tau kenapa mama dan papanya menelantarkan anak mereka sendiri, darah dagi mereka sendiri Leo tak habis pikir kedua orang tuanya bisa setega itu dengan sang kakak, walaupun jarak keduanya hanya satu tahun bagi Leo kakak tetaplah kakak. 


Tapi Leo baru tahu jika kakaknya yang usainya hanya jarak satu tahun dengan dirinya itu masih hidup sampai sekarang.


"Maaf Leo, mama dan papa juga menyesal" ujar Andi papa Leo.


"Dulu saat kakakmu masih bersama kami ekonomi kami sangat sulit, atas kesepakatan mama dan papa kami berdua setuju untuk menitipkan kakakmu di panti asuhan terlebih dahulu"


"Kami berjanji setelah bisa hidup layak kami akan membawa kakakmu pulang, tapi setelah 5 tahun kami sudah sukses kami hendak menjemput kakakmu, sayangnya tuhan berkehendak lain, saat kami ingin menjemput kakakmu dari panti asuhan tersebut, sesampainya kami disana semua sudah habis terbakar penjaga panti meninggal dalam kebakaran tersebut, sedangkan ada beberapa anak panti yang tidak ditemukan termasuk kakakmu" jelas Andi pada sang anak.


"Lalu papa dan mama tidak mencarinya lagi setelah itu?" Leo merasa kecewa dengan papa dan mama nya.


"Tidak Leo kami mencarinya dimana-mana tapi tidak ada hasil, tiga tahun kemudian kami menemukan seorang anak yang mirip sekali dengan kakakmu, tapi kami belum bisa menemuinya" sahut Anye istri Andi mama dari Leo.


"Jadi maksud mama dan papa kalian tahu dimana sekarang keberadaan kakak Leo?" 


Andi dan Anye saling tatap satu sama lain kemudian keduanya mengangguk bersama atas perkataan Leo.


"Jadi kalau kalian tahu dimana dia sekarang, kenapa kalian tidak mengajaknya pulang dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi" kesal Leo.


"Huh" Andi menghela nafas kasar.

__ADS_1


"Papa merasa malu sama kakakmu Leo, bahkan tanpa mama dan papa dia bisa sukses"


"Begitu juga dengan mama" sahut Anye.


"Ma, pa mau sesukses apapun anak itu pasti dia ingin bertemu dengan kedua orang tuanya, mau kedua orang tuanya masih hidup atau sudah tiada, jika sudah tiada setidaknya anak itu tahu dimana letak makam orang tuanya"


"Hiks…..hiks…! mama kangen sama kakak kamu Leo, mama pengen meluk dia setiap mama ngeliat dia, tapi mama mau apa yang udah mama lakuin ke dia, mama nggak pantes dapet maaf dari Kusuma kakakmu, mama terlalu jahat sama dia" ucap Anye dengan derai air mata.


"Jadi maksud mama dia ada disekitar kita, siapa ma? dimana dia tinggal, Leo pengen ketemu" ucap Leo merasa senang, karena dia akan bertemu dengan sang kakak.


"Tapi kamu yakin Leo ingin tahu siapa kakak kamu sebenarnya, kamu nggak akan menyesalkan?" tanya Andi penuh harapan.


"Yang seharusnya merasa menyesal itu mama sama papa bukan Leo" bantahnya.


"Kalau gitu kita ketemu dia sekarang papa juga mau minta maaf, karena papa belum bisa menjadi papa yang baik untuk kamu dan terutama kakak kamu" 


"Bersiaplah kita akan bertemu dengan kakakmu sebentar lagi, jangan lama keburu dia pulang" ucap Andi.


Melihat istrinya dan putranya sudah bersiap Andi langsung mengemudikan mobilnya menuju restoran utama tujuh berandal beriman, entah apa yang akan dilakukan Andi disana.


"Papa kenapa kita disini katanya mau ketemu kak Kusuma" protes Leo, bagaimana tidak protes papa nya memberhentikan mobil tepat di depan restoran, yang artinya jika kesana mereka akan makan, kan tujuan mereka pergi untuk menemui kakak Leo, bukan untuk makan.


"Ikuti saja papa Leo, kakakmu ada disini" Leo dan Anye mengikuti Andi masuk ke restoran tersebut. Mereka memilih meja yang berada di dekat ruang manajer restoran. 


"Pa mama kak Kusuma mana?" tanya Leo semakin penasaran.


Setelah  selesai seorang pelayan mencatat pesanan mereka bertepatan dengan itu Bagas keluar dari ruang manager dan kebetulan sekali Anye melihat Bagas keluar dari sana.


"K-s-u-m-a" ucap Anye tidak percaya dengan terbata-bata.

__ADS_1


"Mana kakak Kusuma ma?" tanya Leo celingak celinguk, karena yang dia lihat hanya lah Bagas yang berjalan ke arah meja di sebelahnya.


"Kenapa dia bisa ada disini" batin Leo.


"Za udah kelar ayo pulang, lo disuruh ngecek keadaan restoran malah enak-enak main game disini" ucap Bagas yang masih bisa didengar oleh orang yang ada di meja sebelahnya.


"Kusuma" ujar Anye sekali lagi, Bagas yang merasa dirinya dipanggil segera menoleh kebelakang.


"Ibu memanggil saya?" tanya Bagas sopan sambil menunjuk dirinya sendiri. Dia belum menyadari jika disitu ada Leo. Sedangkan Leo kali ini menatap Bagas dengan kedamaian buka lagi tatapan permusuhan, Leo sendiri tidak tahu kenapa itu bisa terjadi pada dirinya.


Untuk Eza yang mengetahui jika diantara keluarga itu ada Leo, sudah menatap Leo dengan sangat tajam dengan tatapan elangnya.    


"Kusuma, maafkan mama nak" ujar Anye dia langsung memeluk Bagas, tanpa menjawab pertanyaan yang Bagas lontarkan tadi.


"Maaf ibu, ibu siapa ya?" Bagas merasa sangat bingung.


"Kusuma kami orang tua kamu nak" Bagas menyeritkan dahinya saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Andi.


"Maaf bapak, maksud bapak apa ya?" bingung Bagas. Sedangkan Leo hanya terdiam seribu bahasa mengetahui siapa kakaknya, pantas tadi Andi bertanya padanya apakah Leo akan menyesal atau tidak setelah bertemu dengan sang kakak.


"Kami orang tua kamu Kusuma, maafkan mama dan papa" ucap Anye lagi, air matanya masih setia menetes tak kunjung berhenti.


Entah kenapa ada rasa sakit pada hati Bagas saat melihat wanita di depannya ini menangis, wanita yang mengaku sebagai ibu nya, Bagas juga tak tau kenapa merasa seperti ada ikatan dengan mereka.


"Ibu dan bapak maaf banget sebelumnya tapi saya memang sudah tidak punya orang tua dari kecil" ucap Bagas sopan, entah kenapa hatinya merasa sakit sekali saat berkata seperti itu di depan dua orang ini.


Deg..


Deg…

__ADS_1


Hati Anye dan Andi langsung mencelos mendengar ucapan dari Bagas, entah kenapa lebih sakit Bagas sendiri yang mengatakan langsung daripada kata-kata itu keluar dari mulut Leo. Tapi ini semua juga salah mereka berdua. Telah lama tidak mengungkapkan yang sebenarnya.


__ADS_2