Tujuh berandal beriman

Tujuh berandal beriman
Promosi karya baru


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Hai semua apa kabar?🤗 semoga kabar baik ya, aku mau promosiin karya baru aku siapa tau ada yang berkenan mampir.💞


JUDULNYA KETIKA KITA BERJODOH.


Bismillahirohmanirohim.


Tok…tok…tok…


Ketukan pintu dari luar kamar membuat gadis yang menempati kamar tersebut menoleh, sambil mengerutkan dahinya bingung.


"Mbak Aira ini Azzar, boleh Azzar masuk" ucap seorang dari luar kamar gadis yang bernama Aira itu.


Kel.


Pintu terbuka.


"Kenapa Zar?" tanya Aira dengan teheran.


Azzar menatap sebenar mbaknya itu. "Bicara di dalam ya mbak, nggak enak kalau ada yang denger" ucapnya yang mendapatkan persetujuan dari Aira.


"Ada apa Zar?" Aira kembali bertanya dia bingung dengan sikap sepupunya ini. Kini Azzar duduk disebelah mbaknya di sofa yang ada di kamar Aira.


Azzar menatap nanar sang mbak walaupun umurnya masih 19 tahun tapi dia mengerti perasaan mbaknya. Yang harus terpaksa menikah dengan orang yang sudah dijodohkan dengan dirinya.

__ADS_1


"Mbak" ucapnya pelan.


"Iya kenapa Zar"


"Mbak Aira beneran mau menerima perjodohan ini" ucap Azzar pelan, dia tidak ingin melihat mbak satu-satunya sedih.


Mendengar pertanyaan yang dilontarkan Azzar untuk dirinya Aira menghela nafas sejenak.


"Ini semua sudah keputusan mbak dari awal Zar" Aira tersenyum pada Azzar.


Kini Azzar ikut menghela nafas pelan. "Mbak kalau emang mbak Aira nggak siap nanti biar Azzar bicara sama nenek dan kakek, juga umi dan abi" usulnya, Aira menggeleng lemah.


"Tidak Zar mbak akan tetap melanjutkan perjodohan ini, semua ini sudah janji mbak Aira sama mama dan papa mbak sebelum mereka pergi" ada rasa sedih saat Aira mengucapkan nama kedua orang tua nya.


"Tapi mbak, emang mbak bisa nikah sama orang yang nggak mbak cintai?" pertanyaan yang terlontar dari Azzar membuat Aira kembali tersenyum.


"Kamu tau Azzar qobiltu nikah jenis cinta itu bukan hanya saling mencintai satu sama lain, tapi ada beberapa qobiltu nika jenis cinta" jelas Aira.


"Contohnya mbak" Aira kembali tersenyum pada Azzar.


"Contohnya seperti ini, jika cinta pada pandangan pertama itu adalah kisah cinta nabi Adam dan ibu hawa. Mereka saling jatuh cinta satu sama lain kala dipertemukan, saat itu keduanya langsung jatuh cinta pandangan pertama"


"Yang kedua saling mencintai satu sama lain itu seperti nabi Ibrahim dan Sarah. Mereka berdua menikah karena saling mencintai. Sedangkan nabi Ibrahim dan Hajar cinta karena pengabdian"


"Sedangkan cinta  pengorbanan. Itu adalah cinta  Aisah dan Fir'aun. Kamu tau kan Zar seperti apa teguhnya keimanan Aisah?"

__ADS_1


"Iya mbak, perjalanan hidup Aisah istri Fir'aun adalah salah satu contoh wanita yang sangat patut diteladani" sahut Azzar.


"Saling mencintai dalam diam itu adalah kisah cinta  sayyidah Fatimah Az-zahra dan sayyidina Ali bin Abi thalib. Sedangkan mencintai yang lebih tua itu Rasulullah dan sayyidah Khadijah" lanjut Aira lagi. 


"Lalu apakah ada kisah tentang qobiltu nikah jenis cinta yang dijodohkan?" Azzar mulai penasaran dengan semua penjelas mbaknya Aira.


"Pertanyaan yang bagus"


"Dan yang terakhir qobiltu nikah jenis cinta itu adalah kisah cinta dalam perjodohan. Kisah cinta nabi Musa dan Safura. Yang terakhir dari yang paling terakhir yaitu kisah cinta Rasulullah dan Aisyah, tumbuhnya cinta diantara keduanya setelah pernikahan" Aira menyudahi penjelasanya dengan tersenyum.


"Jadi Insyaallah cinta mbak dan suami mbak nanti seperti kisah cinta nabi Musa dan Safura, kalau tidak seperti kisah cinta Rasulullah dan Aisyah" 


Azzar tertegun sejenak dengan apa yang disampaikan oleh mbaknya. "Berarti mbak Aira sudah menerima semuanya?" tanya Azzar tambah penasaran. Bisa sekuat itukah mbak sepupunya dari kembaran ayahnya itu.


Aira kembali menangguk. "Mbak sudah siap menikah Azzar bukan ingin menikah. Karena siap dan ingin menikah berbeda artinya. Jika mbak sudah siap menikah itu artinya mbak sudah siap dalam segala cobaan yang akan mbak dapatkan setelah menikah. Jika mbak harus menikah dengan cara dijodohkan mungkin benar dia adalah jodoh yang Allah takdirkan untuk mbak"


"Alhamdulillah kalau mbak menerima semuanya dalam lapang dada, Azzar kira mbak akan bersedih setelah kemarin Kakek membahas perjodohan untuk mbak Aira. Kalau gitu Azzar permisi mbak masih ada tugas yang harus Azzar kerjain" ucapnya setelah itu berlalu dari kamar Aira.


Aira beranjak dari duduknya setelah Azzar sudah tidak terlihat lagi di dalam kamarnya. Umur Azzar terpaut 3 tahun antara Aira dan Afka. Mereka berdua menganggap Azzar sudah seperti saudara kandung sendiri, apalagi ayah keduanya kembar. Setelah kedua orang tua Afka dan Aira meninggal, ayah dan ibu dari Azzar menjadi sosok pengganti untuk Aira dan Afka.


Aira menghela nafas sejenak. "Ya Allah semoga semua ini adalah jalan yang terbaik menurut Engkau untuk diriku" doa Aira.


Jika boleh jujur dia belum siap untuk menerima semua ini, tapi keyakinan Aira jika Allah selalu ada untuknya membuatnya yakin jika ini adalah pilihan yang tepat. 


__ADS_1


Mampir ya semua mohon dukunganya ditunggu mampir ke karya baru aku🤗


__ADS_2