
Bismillahirohmanirohim
"Kuy Lah pulang capek gue" ajak Alvin pada mereka semua.
"Yakin lo Vin mau langsung pulang?"
"Mau kemana lagi emang Tang?" Alvin malah balik bertanya pada Bintang.
"Hehehe, nggak tau juga sih, gimana kalau kita refresing dulu sekali-kali" usul Bintang.
"Nasib banget gue yang masih ada kelas" keluh Bagas.
"Yang sabar Gas, gue juga masih ada kelas" sahut Alex.
"Sabar itu indah"
"Kalau gitu kita ke kampus yuk Lex, kelas gue bentar lagi masuk nih" ajak Bagas, walaupun Alex tidak menyahuti ucapan Bagas, tapi Alex mengikuti Bagas berjalan keluar kafe karena kelas Alex juga sebentar lagi akan dimulai, tentu saja setelah mengucapkan salam dengan teman-teman mereka.
Kini di tempat itu hanya ada Alvin, Fahmi, Eza dan Bintang. "Yuk lah refreshing" ajak Bintang lagi.
"Refreshing mulu otak lo Tang"
"Biar waras Eza! nggak stres terus kayak lo"
"Udah ributnya?" tanya Alvin dan Fahmi kompak sambil menatap tajam Eza dan Bintang.
Mereka berempat baru saja hendak berdiri tapi diurungkan ketika ada seorang yang memanggil nama Fahmi.
"Fahmi Maulana kan?" tanya seorang cewek yang baru saja masuk ke cafe tersebut, pandangannya langsung tertuju pada Fahmi, dia memastikan apakah yang dia lihat benar atau salah.
"Iya, lo kenal gue?" kini Fahmi balik bertanya.
"Masa lo lupa sama teman sekolah lo dulu Mi, gue Ayudia" ucap cewek itu dengan yakin, pakaiannya yang sedikit terbuka membuat Fahmi dan yang lainnya kurang nyaman, mereka terus mengalihkan pandangan mereka.
"Hai Yu, sorry gue nggak ngenalin lo, btw gimana kabarnya" mau bagaimanapun Fahmi dan Ayudia sudah kenal sejak lama, biar tidak dikira yang aneh-aneh lebih baik sedikit berbasa basi.
"Ya seperti ya lo liat Mi, lo sendiri gimana?" Ayudia balik bertanya kembali pada Fahmi.
__ADS_1
"Alhamdulillah Yu, maaf gue nggak bisa lama kita pamit dulu" ucap Fahmi, karena dia benar-benar risih.
"Assalamualaikum" ucap Fahmi diikuti Alvin, Eza dan Bintang.
Ayudia hanya menatap keempat cowok itu dengan tanda tanya dan tatapan heran.
Semenjak bertemu dengan Alvin, Fahmi benar-benar jarang sekali berinteraksi dengan namanya perempuan, dia hanya berinteraksi seadanya saja, walaupun dulu Fahmi memang sama sekali tidak dekat yang namanya perempuan tapi sekarang lebih dari yang dulu, dulu dia juga masih sering ngobrol bersama teman-temannya saat duduk dibangku sekolah menengah atas.
"Set dah" umpat Bintang baru saja dirinya adem ayem tenang tentram tapi sekarang sudah dihadapkan dengan pemandangan yang sama sekali tidak enak.
"Napa Tang?" tanya ketiga orang yang sedang bersama Bintang dengan tatapan bingung.
"Biasa tamu tak diundang" ucap Bintang, tentu saja Fahmi, Eza dan Alvin tahu siapa tamu tak diundang yang dimaksud Bintang.
"Yuk buru pergi keburu itu tamu tak diundang buntutin gue lagi" ajak Bintang sambil berjalan sedikit cepat, sedangkan Fahmi, Eza dan Alvin menyusul Bintang dari belakang dengan berjalan sedikit santai.
"Adoh…! itu anak bertiga nggak ngerti banget keadaan gue, lagian lo juga setan kenapa masih ngikutin gue sih" batin Bintang ngenes, dia melirik setan yang masih setia berdiri di sebelahnya tapi untungnya setan itu berdiri sedikit jauh dari Bintang, coba saja kalau dekat bisa langsung Bintang tempeleng.
"Woi! Vin, Mi dan lo Za cepet dikit napa jalan nya" kesal Bintang, sudah tau dia dibuntuti oleh setan.
Fahmi dan Alvin juga Eza hanya bisa saling mengerutkan dahi mereka.
"Lagi PMS kali Mi" sahut Eza.
"Bang Alvin, Bang Fahmi, Bang Ezaaaa! cepet dikit napa" Bintang sudah bertambah kesal kala mereka bertiga tak beranjak dari tempatnya.
***
Sore harinya mereka semua sudah kembali berkumpul di markas sambil menyantap makanan yang Cecep masak, tentu saja sudah dipanaskan terlebih dahulu.
"Main game yuk tapi yang bermanfaat" ajak Bagas, tadinya mereka semua tidak banyak yang setuju sampai akhirnya Bagas terus mendesak mereka untuk bermain, setelah setuju untuk bermain game mereka sudah bersiap-siap untuk memulainya.
"Oke gue duluan" ucap Alvin dan diiyakan oleh semuanya.
"Bismillahirohmanirohim surah apa yang mengisahkan tentang pasukan gajah"
"Surat Al-Fil" jawab keenamnya dengan kompak.
__ADS_1
"Kenapa nabi musa tidak dapat berbicara dengan Fasih?" tanya Alex sambil menaik turunkan kedua Alisnya untuk menunggu jawaban dari teman-teman nya.
"Gue jawab"
"Sok"
"Sewaktu nabi musa masih kecil dia pernah menarik jenggut fir'aun sehingga berdarah dan menyebabkan fir'aun menjadi murka. Kejadian tersebut membuat Fir'aun curiga adakah bayi laki-laki itu yang anak menghancurkan kekuasaannya. Lantas Fir'aun memerintahkan pembantunya untuk menyembelih Nabi Musa. Tapi Allah telah mengilhamkan kepada istri Fir'aun supaya Nabi Musa kecil diuji roti dan bara api"
"Siapa yang mau ngelanjutin penjelasan gue" ucap Fahmi.
"Apabila Musa memilih roti berarti dia bayi yang cerdas, tapi apabila Musa memilih bara api berarti dia bayi yang memang tidak mengerti apa-apa. Ucap istri Fir'aun" Alvin langsung meneruskan penjelasan Fahmi.
"Allah telah mengutus malaikat Jibril untuk menepis tangan kecil Nabi Musa agar memilih bara api dan memakannya hingga lidahnya melucur terbakar, maka selamatlah Nabi Musa daripada Fir'aun"
"Peristiwa tersebut mengakibatkan Nabi Musa tidak dapat berbicara dengan jelas hingga beliau beranjak dewasa" Alvin masih setia menjelaskan tentang kisah Nabi Musa.
"Kemudian Nabi Musa berdoa pada Allah Azza wa jalla. 'Ya Rabbku lepaskanlah kekakuan dari lidahku supaya mereka mengerti perkataanku' (Surat Thaha, ayat 25-28). Begitulah doa Nabi Musa sampai Allah Azza wa jalla mengutus Nabi Harun (Fasih dalam berbicara) untuk menemani dakwah Nabi Musa"
"Subhanallah gue harus belajar lebih banyak lagi kayaknya Vin dari lo" celetuk Eza kala mendengar penjelasan Alvin dengan detail.
"Gue juga masih fakir ilmu Za, gue juga harus banyak belajar lagi"
"Udah adzan ashar nih yuk ke masjid" ajak Bagas pada yang lain.
Ketujuh cowok itu berbondong-bondong berangkat ke masjid untuk menunaikan sholat ashar berjamaah.
Selesai melaksanakan sholat ashar berjamaah mereka semua kembali pulang ke markas, tentunya sesudah melakukan zikir dan membaca ayat suci Al-qur'an terlebih dahulu.
"Guys gue mau pamit pulang dulu, untuk beberapa hari ini gue tidur di rumah, ibu gue lagi sakit" ucap Fahmi sambil bersiap-siap untuk pulang.
"Oke Mi, semoga nyokap lo cepet sembuh, kalau ada waktu kita mampir ke rumah lo"
"Thanks semuanya, see you. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
"Dah lah sepi mending gue tidur" ucap Eza yang langsung mendapatkan tatapan aneh dari semua temannya.
__ADS_1
"Dilarang tidur sehabis ashar!!" ucap mereka serempak, bertanya Alex dimana tentu saja dia sudah stand by menonton ceramah kesukaannya atau tidak menonton berita yang disiarkan di Metro Tv atau tv one.