Tujuh berandal beriman

Tujuh berandal beriman
61. TBB


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Kita sekarang beralih pada Bintang, tapi sepertinya memang Bintang yang sering dibahas disini mau bagaimana lagi karena dia biang onar yang tak pernah mau ketinggalan dalam hal apapun. tapi kali ini yang akan kita bahas bukan masalah Bintang yang sering membuat onar, kali ini kita akan fokus  mengenai kelebihan Bintang yang bisa melihat makhluk tak kasat mata. Menurut orang-orang ini adalah sebuah kelebihan sayangnya menurut Bintang sendiri bisa melihat makhluk tak kasat mata adalah sebuah kekurangan.


Sudah lama kita tidak melihat Bintang terus mengatakan tentang makhluk tak kasat mata, maka mari kita jawab, ternyata selama ini Bintang selalu berulah karena menghindari makhluk tak kasat mata itu.


Membuat masalah adalah salah satu cara Bintang untuk menghindari makhluk tak kasat mata tersebut, maka dari itu dia sering sekali membuat masalah, contohnya saja saat Bintang langsung menanyakan keadaan Alvin pada Diandra secara tiba-tiba, tanpa menyapa Diandra terlebih dahulu, padahal yang sebenarnya terjadi Bintang sedang melihat tuyul berjalan mendekat ke arah nya. 


Kini mereka semua masih berada di ruang rawat Alvin. Bintang sedari tadi terus merengek mengajak mereka pulang tapi tak ada yang meresponnya, hingga kali ini entah sudah ajakan Bintang yang keberapa pada abang-abang nya.


"Bang pulang yuk, gue udah ngantuk nih! emangnya lo pada mau nginep disini" ajak Bintang pada mereka. Siapa aja yang mau pulang dengannya, karena tak mungkin Bintang sendirian di markas.


"Bener kata Bintang mendingan lo pada pada istirahat gih di markas, gue kagak papa sendiri" ujar Alvin. Dia kasihan pada teman-temanya yang harus menjaganya di rumah sakit, sedangkan Alvin merasa jika dirinya sudah baik-baik saja.


"Si Bintang ngajakin pulang itu karena dia kagak berani sendirian di markas"


"Nggak juga bang!" sahut Bintang tak terima dikatakan seperti itu oleh Alex.


"Lah terus, kalau kagak berani ke markas sendiri ngapain ngajakin kita pulang ke markas?" Eza yang baru saja selesai dari kamar mandi ikut bersuara.


"Nyambung aja lo Za kayak kabel" seru Bagas.


"Hmmm"


"Kan lo semua tau sendiri bang kalau gue bisa melihat hal yang tidak menyenangkan. Kalau gue sendirian di markas yang ada itu markas hancur buat gue main sama mereka" mereka yang dimaksud oleh Bintang adalah makhluk tak kasat mata.


"Ya nggak Jo?" tambah Bintang lagi sambil menoleh ke bawah.


"Jangan aneh-aneh deh Tang, siapa yang barusan lo maksud" Cecep yang seorang penakut sejati tentu saja merasa merinding.


"Tau dah Tang, jangan nakut-nakutin dah" Eza kembali bersuara. 


"Siapa juga yang pada nakutin lo pada bang, gue ngomong sama ini tuyul" ujar Bintang dengan santainya.

__ADS_1


"Sak karepmu Tang, gue mau pulang ada yang mau ikut nggak?" ajak Bagas.


"Gue ikut lah bang, kan dari tadi gue ngajakin ke markas" sahut Bintang cepat tak mau ketinggalan.


Mereka semua memutuskan untuk kembali ke markas kecuali Fahmi dia merasa harus bertanggung jawab untuk menemani adik-adiknya.


Bertepatan saat mereka akan ke luar dari kamar rawat Alvin, kebetulan sekali Diandra hendak masuk kesana.


"Pada mau pulang?" tanya Diandra saat melihat mereka akan keluar dari kamar rawat Alvin secara bersama.


"Iya om, diusir sama bang Alvin" Bintang menyahut tanpa dosa sedangkan Alvin yang sedang duduk di brankar nya hanya menatap Bintang dengan tajam.


"Nggak om jangan di dengerin anak satu ini ngomong" sela Cecep cepat.


"Kalau gitu kami permisi dulu om" pamit Alex.


"Om terima kasih banyak kalian udah jagain Alvin" 


"Iya sama-sama om" sahut  mereka kompak, setelahnya mereka pergi keluar kamar rawat Alvin untuk pulang.


"Nggak om, saya disini dulu sama Alvin" sahut Fahmi sopan.


"Baiklah terima kasih banyak nak Fahmi" ujar Diandra.


"Iya om sama-sama"


"Papa abis dari mana?" tanya Alvin yang sudah mulai bisa bicara dengan sang papa walaupun hanya sepatah dua patah kata.


"Tadi ada kerjaan sebentar. Istirahat lah Vin, kamu kamu harus butuh banyak istirahat biar cepet sembuh" pesan Diandra.


"Iya pah"


"Papa tinggal dulu mau mastiin kondisi mama"

__ADS_1


"Kasih tau Alvin kalau ada perkembangan dari kondisi mama" pinta Alvin dengan penuh harapan. Sedangkan Fahmi hanya bisa menyimak pembicaraan Alvin dan sang papa.


***


Disalah satu markas yang merupakan tempat anak geng motor. Mereka sedang kumpul bersama.


"Bos gue denger-denger ketua geng somplak lagi sakit, jadi kita bisa nyerang markas mereka langsung, mumpung si ketua nya itu lagi sakit" 


"Jangan gegabah Vano, walaupun ketua mereka tidak bersama dengan mereka tapi geng somplak masih ada sang elangnya" 


Mereka adalah kumpulan geng Vanx yang merupakan geng brandal, geng Vanx melebihi geng Atlas akan kebengisannya dan kelicikanya apalagi geng Vanx selalu memberantas musuh mereka membabi buta dan geng Vanx juga selalu melakukan tindakan kekerasan pada orang yang sama sekali tidak bersalah. 


Mereka sering membuat onar dimana-mana dan mereka juga sering sekali melakukan pencurian. 


"Bener kata bos Verrell, apalagi geng atlas aja pernah kalah dari mereka, padahal geng atlas sangat terkenal akan ketidak bisa dikalahkannya dari geng lain" sahut salah satu anggota geng Vanx.


"Wajar sih mereka kalah, karena waktu itu si Dimas nggak ada. sama mereka juga nggak punya Kenta, kan Kanta  lagi pergi keluar negeri" Vano kembali menyahut.


"Ngomong-ngomong kenapa Kenta pergi keluar negeri secara mendadak, pulangnya juga mendadak" Verrell berkata sambil  mengetuk-ngetuk meja yang ada terdapat di depannya dan seluruh anggota gengnya.


"Bener juga apa kata lo Ver pasti ada yang nggak beres di geng atlas waktu itu, tapi kenapa kita semua nggak nyadar, padahal kesempatan kita waktu itu buat ngalahin geng atlas"


"Lo bener Vendi pasti waktu itu geng atlas lagi kacau, tapi sayang kita telat menyadari semua ini. Tenang aja kita masih ada kesempatan buat ngalahin geng atlas" ujar Verrell semangat. 


"Jadi kita mau nyerbu geng atlas kapan lagi?" tanya Vano penasaran, sudah lama sekali rasanya dia tidak membuat perhitungan pada geng atlas.


"Jangan buru-buru Van, kita bisa pakai geng somplak terlebih dahulu buat mancing geng atlas" usul Vendi.


"Sayangnya itu semua nggak akan terjadi, geng somplak nggak bakal kepancing" sela Verrell cepat.


"Ada geng kayak gitu ya, digeretek musuh tapi tetap santai"


"Itu karena mereka tidak menanggap sama-sama geng motor musuh tapi mereka anggap teman"

__ADS_1


"Satu lagi kalian dengerkan waktu geng atlas mau nyerbu geng somplak di Universitas Internasional Jakarta, tapi rencena mereka gagal hanya gara-gara Leo dipermalukan di depan umum oleh salah satu mahasiswi disana, kalau gue jadi Leo mungkin gue akan mengundurkan diri sebagi ketua geng atlas"


"Tapi Leo bukan lo yang dengan mudahnya meninggalkan tanggung jawabnya" sahut Verrell sambil menegug air minum yang tersedia di depan mereka. 


__ADS_2