Tujuh berandal beriman

Tujuh berandal beriman
70. TBB (AND)


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Tepat pada tanggal 26 september 2021 semua orang terkenal bergabung bersama ditempat yang sama. Seperti yang sudah direncanakan papa Alvin dan mama nya, jika mereka akan mengajak semua teman lama mereka berkumpul.


Dan disinilah sekarang mereka berada di rumah asli keluarga Afka. keluarga yang sangat berpengaruh jika ketahuan keberadaanya bisa berbahaya. Jadi mereka sudah merahasiakan pertemuan ini, agar tidak ada orang lain yang mengetahui keberadaan keluarga Afka, pasti jika ada yang tahu tempat persembunyian keluarga Afka Saputra bisa berbahaya untuk seluruh keluarga Afka Saputra.


"Senang bisa berkumpul lagi dengan kalian" Afka Saputra sebagai tuan rumah membuka sambutan.


"Ini hanya makan malam bersama, sudah empat tahun lebih kita tidak berkumpul seperti ini, aku juga merasa bersyukur karena putra sulungku sudah ditemukan ini semua berkat usaha putra bungsuku yang ingin sekali bertemu dengan kakaknya"


"Dan aku juga mau mengucapkan terima kasih pada Minah karena telah merawat anak sulungku" ucap Afka.


"Yah walaupun selalu disiksa dulunya" tambah Afka dalam hati.


"Ah satu lagi saya mengajak semua orang penting untuk makan malam disini atas usulan dari Diandra, kita reuni teman lama" ujar Afka Saputra lagi.


"Baiklah mari kita buka reuni ini malam ini dengan makan bersama" mereka semua menikmati hidangan yang sudah disediakan oleh pihak keluarga saputra.


Semua keluarga ternama itu sedang berkumpul menikmati hidangan dengan damai.


Selesai makan mereka semua berkumpul di aula. "Akhirnya bisa ketemu lagi sama jeung Dina" ucap mama Eza.


"Sama saya juga senang bisa ketemu kalian" sahut Dina.


Dina melihat Minah yang duduk sendirian kemudian mengajak Minah untuk bergabung bersama.


Sedangkan para lelaki berkumpul bersama kakek Hasan. "Kek saya sudah dengar banyak dari Alvin tentang kakek, saya banyak berterima kasih sama kakek, atas tuntutan kakek Hasan, Alvin tidak membenci saya. Dia malah belajar banyak dari semua yang telah dialami" ucap Diandra tulus.


"Saya malah malu sama Alvin kek" tambahnya lagi.


"Sama-sama Diandra, Allah sudah mengaturnya jika saya dan nak Alvin akan bertemu dan begitu juga dengan pertemuan Alvin dan kawan-kawannya" kakek Hasan tersenyum. Rasa bahagia benar-benar menyelimuti hatinya. Mungkin jika nyawanya diambil sekarang kakek Hasan akan ikhlas. Karena merasa tugasnya sudah usai. Tapi tetap saja rasa takut akan membayangkan diakhirat kelak tetap menyelimuti hatinya. Tapi siapa saja tidak dapat menghindari kematian.


Kematian akan datang kapan saja dan pada siapa saja, juga kapan saja. Bahkan jarak kehidupan dan kematian hanya antara adzan dan iqomah.


Mati bisa mendatangi siapa saja yang sudah ditentukan ajalnya. Sekeras-kerasnya manusia menghindari kematian takkan pernah bisa. Seribu cara dilakukan untuk menghindari kematian tak akan pernah bisa, karena kematian tetap akan menghampiri setiap makhluk hidup yang bernyawa jika waktunya tiba.

__ADS_1


"Saya juga mau berterima kasih banyak kek" ucap Vernando juga.


"Sudah-sudah kalian harus bersyukur pada Allah, saya hanya perantara saja dan yang pantas menerima ucapan terima kasih kalian itu bukan saya tapi nak Alvin, dialah orang yang mengajak teman-temanya membuka mata dari gelap nya dunia" ujar kakek Hasan.


Diandra terharu mendengar ucapan kakek Hasan barusan, dia juga merasa Alvin sudah sangat dewasa.


"Benar dulu anak laki-laki saya sangat terpuruk saat kehilangan kakak perempuannya dia merasa dirinyalah yang telah membuat kakaknya tiada. Sampai-sampai setiap hari dirinya hanya pergi ke gedung tunanetra, tapi setelah bertemu dengan Alvin dia akhirnya bisa mengikhlaskan kepergian kakaknya atas nasihat-nasihat yang nak Alvin dan nak Eza berikan" ujar ayah Cecep yang ikut nimbrung.


Deg…..


Argintara yang ada disitu merasa mencolos hatinya karena dia sadar tidak pernah memperhatikan putranya, siapa sangka Eza bisa berfikir lebih dewasa. 


Vernando menepuk punda Argintara. "Kamu bisa memulainya" ucap Vernando pada ayah Eza itu.


Tiba-tiba Fahmi dan yang lainnya mendekat kerah bapak-bapak itu. Lalu memberikan ide untuk papa Eza. Alvin dan Eza memang belum datang di acara reuni keluarga mereka karena ada urusan mendadak.


"Om Arga ingatkan hari ini hari apa?" tanya Fahmi.


"Hari ulang tahun Eza" jawabnya cepat.


"Nah kalau begitu mumpung Eza belum disini om bisa kasih kejutan buat Eza. Saya tahu om Eza selalu menunggu momen bersama kedua orang tuanya" ucap Fahmi.


Dirumah Afka sekarang sedang berkumpul 8 keluarga yang memiliki kisah hidup masing-masing.


Keluarga Afka saputra terdiri dari dua putar Fahmi Afka Maulana Saputra dan Bintang Afka Saputra.


Keluarga Diandra yang terdiri dari satu orang putra yaitu Alvin Diandra, (Alvin telat datang ke acara). Tapi mereka tak pernah melupakan putri mereka walaupun sudah tiada.


Orang tua angkat Fahmi juga datang. Minah dan putri bungsunya.


Keluarga Vernando yang sudah lengkap Alex Vernando, Dimas Vernando dan anak tiri Vernando. Lia Vernando.


Keluarga Argintara yang terdiri dari satu putra Eza Aszka Argintara (Eza juga belum datang ke acara telat sama seperti Alvin)


Keluarga Chandra yang memiliki beberapa anak, mereka bukan keluarga berada tapi Cecep sudah menjadi bagian dari mereka. Yang tidak diketahui ternyata ayah Cecep ternyata teman lama Diandra.

__ADS_1


Dan terakhir keluarga Kusuma. Yang terdiri dari dua orang putra Bagas Kusuma dan Leo Kusuma. 


Reuni mereka tambah hangat karena ditambah satu orang yang sangat berharga untuk mereka yaitu kakek Hasan.


"Ayo om Arga, tante Tiara, bang Eza udah di depan sama bang Alvin" ucap Bintang memberi instruksi. Rumah itu kini sudah gelap gulita.


"Vin kok gelap! gue curiga pasti kita dikerjain nih atau jangan-jangan disini ada hantunya Vin" ucap Eza tapi tanpa dia sadari Alvin sudah tidak ada disebelahnya.


"Vin! Alvin……! Woi Pinokio jangan bercanda deh. Alvin……! kagak lucu ya Vin" Eza terus berteriak memanggil nama Alvin.


"Vin lo bercandanya kagak lucu dah" ucap Eza sambil menahan takut.


Sementara itu Bintang sudah tidak tahan melihat Eza ketakutan, karena ini pertama kali bagi Bintang melihat seorang Eza takut. Begitu juga dengan Leo dia tidak menyangka akan menyaksikan sang Elang geng somplak ketakutan momen langka tentunya.


"Tante Tiara udah ya Bintang udah nggak kuat pengen ngakak liat bang Eza ketakutan" ucap Bintang sambil menahan tawa.


"Oke" tiba-tiba rumah Afka itu kembali terang Eza langsung disambut sebuat tulisan yang membuat dia terharu.


"Selamat Milad Eza sayang. Maafkan mama dan papa yang kurang memberikan kamu perhatian, kami sayang sama kamu Eza Aszka Argintara.


Eza meneteskan air matanya kala membaca tulisan yang terpampang. Tapi hancur seketika saat dia melihat Alvin.


"Alvin kurang ajar lo ya, udah tau gue takut gelap malah lo tinggal" protes Eza.


"Santai-santai ini bukan rencana gue tadi si Bagas narik gue gitu aja jadi kalau mau marah sama Bagas oke" ucap Alvin sambil nyengir.


"Udah-udah nanti aja Eza emang nggak mau peluk mama sama papa nya" ucap Dina melerai Alvin dan Eza.


Eza langsung memeluk mama dan papa nya.


"Terima kasih ma, pa" ucao Eza tulus.


"Sama-sama Eza maafkan mama dan papa" ucap Tiara.


"So bahagia itu sederhana, melihat diri kita rukun dengan kedua orang tua saja sudah terasa bahagia" ucap Alvin dan keenam temannya.

__ADS_1


"Terima kasih see you, Tujuh berandal beriman"


"Terima kasih banyak kakek Hasan"


__ADS_2