
POV Bu Sumi
Belum juga aku dudukkan bokong ini, pertanyaan pertanyaaan kepo dari ibu ibu komplek sudah rame terdengar, terlihat raut raut wajah penasaran dan cemas di wajah mereka, aaaah jangankan mereka, aku jujur juga sudah gemas dan was was karena janda itu.
Sebelum menjawab pertanyaan ibu ibu, aku dudukkan Lara cucuku, eeeh lebih tepatnya anakku, karena sejak lahir Lara sudah aku masukin di daftar kartu keluarga milikku, dan disana tercatat jika Lara adalah anakku dan mas Parjo bukan anak Yani tapi adiknya.
kulakukan itu karena Lara lahir tanpa bapak, dan agar kelak dia punya status yang jelas dan saat nanti sekolah biar tidak repot.
"Yang sabar to Bu ibu, aku tak duduk dulu yang enak." balasku bangga, karena melihat geng ghibah ku sebegitunya penasaran.
Setelah mendudukkan Lara dengan benar dan memberinya jajan agar tidak rewel, aku mulai menjawab rasa penasaran ibu ibu julid geng ghibah ku yang memang selalu luar biasa dalam mencari berita.
"Tau nggak sih ibu ibu, kalau janda sebelah rumahku itu sedang ada hubungan dengan pak Ari yang tentara itu loh." aku mulai memberi informasi dan disambut tatapan tak percaya para ibu ibu dengan mulut mangap semua, dih amit amit, segitunya mereka bereaksi.
"Masa sih Bu, nggak percaya aah, kan pak Ari itu punya istri" jawab Bu Ratmi tak percaya dan disambut anggukan oleh ibu ibu yang lain, sebel banget kan, huuuh.
"Tapi memang itu faktanya kok, si Harti ada main sama pak Ari, makanya pak Ari sering kan datang kerumah Bu Lina, itu sih hanya akal akalan mereka saja untuk janjian." lanjut ku meyakinkan.
"Hati hati loh Bu Sumi kalau ngomong, nanti kalau salah jatuhnya fitnah, dan Bu Sumi bisa kena tuduhan pencemaran nama baik, apa lagi pak Ari itu seorang aparat." lanjut Bu Imah menakuti.
"Gimana sih ibu ibu, sepertinya tidak yakin dengan berita yang ku sampaikan, padahal ini itu fakta loh.
__ADS_1
Buktinya Harti bisa ambil montor dengan uang DP yang tinggi serta hanya ambil jangka waktu setahun saja, kan aneh to, wong dia kerjanya cuma jadi buruh gosok dirumahnya Bu Lina. Kecuali dia memang ada main dengan pak Ari, secara mereka itu kan mantan." aku masih terus meyakinkan berita yang aku dapat, biar semua warga itu tau siapa janda itu sebenarnya, hanya wanita perusak rumah tangga orang saja sok alim.
Setelah itu ibu ibu hanya diam saja, sepertinya mereka mulai kena dan percaya dengan apa yang aku katakan.
"Makanya mulai sekarang kita harus hati hati jaga suami kita, biar tidak masuk perangkap janda meresahkan seperti si Harti itu."
"Yaaa namanya selingkuh itu ya jangan hanya nyalahin pihak perempuannya saja sih Bu menurutku, karena kalau si laki laki tidak menanggapi tidak ada yang namanya selingkuh." balas Bu Ratmi seolah tidak suka jika aku menyudutkan Harti, dan lebih kesal lagi itu di Aamiinkan ibu ibu yang lain.
"Sudah jangan bahas ini lagi, karena belum tentu benar, soalnya tidak mungkin mbak Harti melakukan perbuatan yang jelas jelas dosa sedangkan mbak Harti orang yang paham agama, apa lagi kalau tempatnya dirumah Bu Lina, itu tidak mungkin lagi, kita semua tau sendiri kan siapa beliau, orang yang baik dan lurus, jadi tidak akan mungkin memberi ruang perselingkuhan dirumahnya, berpikir positif aja, mungkin pak Ari cuma bertamu saja karena secara pak Ari dan suaminya Bu Lina kan memang kerjanya satu kantor." balas Bu Wahyu panjang lebar, benar saja sih Bu Wahyu pasti akan membela si Harti, secara mereka itu kan memang temenan, istilah anak muda sekarang Bestiiy nya gitu, hhuuuuuh menyebalkan, niat untuk membuat nama Harti jelek justru disini aku yang dibuat malu.
"Ya, kita buktikan saja nanti, kalau benar apa yang aku sampaikan, pasti kalian akan nyesel karena membelanya." dengan hati dongkol aku memilih untuk kembali kerumah, dengan langkah lebar ku bawa Lara dalam gendongan tak memperdulikan tatapan aneh ibu ibu yang hadir, hatiku sudah terlanjur sakit hati, sudah capek capek ngasih tau tapi malah pada tak percaya, nanti kalau ada suaminya yang kena rayuannya tuh janda, baru deh nangis nangis nyesel, huuuh dasar ibu ibu lembek.
Untung saja aku mendapatkan satu pose foto yang pas mereka, saat pak Ari mengulurkan kantong kresek besar berlogo "A" sepertinya berisi jajanan untuk anaknya si Harti, tidak mungkin kalau mereka tidak punya hubungan, bahkan sudah berani terang terangan begitu, cara pak Ari menatap si Harti jelas sekali kalau pak Ari begitu mengagumi janda itu, melihatnya saja aku kok enek, kalau mau selingkuh mendingan sama yang lebih muda dan berisi, kayak Yani anakku contohnya, pasti kalau selingkuhannya kayak pak Ari pasti aku akan kasih restu, secara kaya juga ganteng, berpangkat lagi, lha kok ini malah milih Harti yang janda sok alim itu, kok nggak level sama sekali to selera pak Ari itu. Batinku kesal, terus menggerutu tak suka dengan kedekatan Ari dan Harti, ada rasa iri sekaligus tak terima melihat janda yang dibencinya memiliki nasib lebih baik dari keluarganya, karena cemburu yang tak beralasan membuat Bu Sumi selalu memegang dan berpikir negatif akan sosok Harti, sang janda yang selalu nampak salah dimatanya, padahal Harti tidak pernah sekalipun punya masalah dengan Bu Sumi, hanya saja pak Parjo suami Bu Sumi yang sering kepergok lirik lirik dan memuji Harti dan itu diketahui sang istri, jelas saja Bu Sumi kesal karena merasa cemburu, meskipun Harti tak pernah sekalipun menanggapi apalagi perduli dengan semua bualan nya pak Parjo, justru Harti selaku merasa risih dengan pak Parjo saat menatap dirinya, sebisa mungkin Harti selalu menghindar kalau ada pak Parjo, tapi namanya juga Bu Sumi, tak mau perduli dengan kebenaran, selalu berasumsi sesuai dengan hawa nafsunya sendiri, bahkan seluruh tak segan mengucapkan kata kata pedas pada orang yang tak disukainya.
Namun bagi Harti hanya dianggap angin lalu, selama dia tidak merasa menganggu Harti tetap bersikap santai dan seolah tak mendengar dengan segala ungkapan kebencian dari Bu Sumi juga Yani yang selalu menjelek jelekkannya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
__ADS_1
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
New karya Hawa
#Negeri dongeng Alisia
#Wanita Berkubang Dosa
#Cinta berbalut Nafsu
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️
__ADS_1