Wanita Berkubang Dosa

Wanita Berkubang Dosa
episode 36


__ADS_3

"Kita tunggu mami dan papi kamu, sebentar lagi mereka juga akan datang. Semua biar clear dan selesai dengan tanpa salah paham." lanjut Ari yang berusaha bersikap tenang namun dengan wajah yang begitu dingin, sedangkan Soni dan Harina semakin dibuat gelisah dengan kehadiran orang tua Harina. Mau tak mau mereka akan dipersalahkan karena sudah menjalin hubungan di saat Harina masih menyandang istri sah dari Ari Kusuma.


Tak berselang lama, orang tua Harina datang dengan wajah bingung.


Karena tiba tiba sang menantu menelpon dan memintanya datang perihal urusan penting tentang rumah tangganya dengan putri kesayangannya.


"Silahkan masuk, ma!" sapa Ari ramah setelah menjawab salam dari orang tua istrinya.


Terlihat Harina begitu gelisah, sedangkan mamanya terus menatapnya tanpa kedip.


Heran melihat posisi duduk anak dan menantunya yang berjauhan, dan justru anaknya duduk bersisihan dengan laki laki lain yang sangat dikenalnya.


"Ada apa ini, Ar?


Kenapa tiba tiba mama sama papa diminta kemari, apa kalian ada masalah?" Bu Rika menatap lekat pada anak menantunya.


"Sebaiknya biar Harina yang menjelaskan, Ma!" sahut Ari tenang dan menatap wajah Harina yang kini tengah menunduk dalam.


"Harina, jelaskan keadaan yang sebenarnya disini, di hadapan orang tua kita." sambung Ari dengan wajah dingin tanpa senyuman sama sekali.


Harina masih terdiam, mengumpulkan kekuatan akan apa yang akan terjadi nanti. Pasti orangtuanya akan kecewa dan marah oleh kenyataan yang ada.


"Ada apa ini, Harina?


Terus kenapa ada Soni juga disini?


Kamu tidak berbuat macam macam kan?" berondong pak Bagas, ayah dari Harina.


Harina dan Soni masih memilih diam tanpa berani menjawab pertanyaan pak Bagas.


Hingga membuat Bu Rika buka suara, menekan pertanyaan pada putrinya yang nampak pucat pasi.


"Harina, jangan bilang kamu masih berhubungan dengan Soni ya?


Dan jangan bilang kamu sudah mengkhianati suami kamu!" tekan Bu Rika dengan tatapan tajam di arahkan pada Harina.


Melihat istrinya tertekan, Soni akhirnya buka suara.


Dan membuat orang tua Harina maupun Ari shock luar biasa.


"Kamu sudah menikah siri, Ma!" Soni membuka suaranya dengan suara sedikit bergetar.


Seketika mata pak Bagas dan Bu Tika melotot tak percaya, sedangkan orang tua Ari memilih bungkam dan terus melafazkan istighfar di dalam hatinya.

__ADS_1


"Maksud kamu?


Jangan bercanda kamu ya, Son!" sahut Bu Rika murka.


"Kamu sudah menikah siri dari dua bulan lalu, ma!


Karena Harina memang sudah lama di talaq oleh Ari, demi menjaga hati banyak orang. Masalah ini di tutupi.


Kami hanya tinggal menunggu proses perceraian untuk mengesahkan pernikahan kita agar sah di mata hukum negara." jelas Soni memberanikan diri mengatakan yang sebenarnya.


"Astagfirullah! Astagfirullah!" semua mengucapkan istighfar dan tak menyangka kalau hubungan rumah tangga Harina dan Ari yang dinilai baik baik saja ternyata sudah hancur berantakan.


"Apa itu benar, Ari?" pak Bagas menatap dalam pada menantunya yang terlihat dingin dan sangat tenang dengan keadaan yang ada.


"Iya! maafkan saya, Pa!" sahut Ari lirih, tenggorokan terasa tercekat saat mengingat perselingkuhan Harina yang di pergoki dengan kedua matanya sendiri, sehingga tanpa berpikir lagi, Ari menjatuhkan talak pada Harina saat itu juga, saat Harina terdapat tengah bersama Soni di kamar hotel.


"Astagfirullah!


kenapa kalian bisa menyembunyikan ini dari kami?


Dan itu sudah berapa lama!" sahut pak Bagas menahan sesak di dadanya.


"Hampir tiga tahun, saat saya memergoki perselingkuhan mereka di hotel. Saat itu juga saya jatuhkan talaq pada Harina.


Dan setelah itu kita hidup masing masing meskipun masih tinggal satu rumah.


Satu tamparan mendarat di pipi Harina dari mamanya, kecewa! itulah yang dirasakan Bu Rika pada putri kesayangannya, tak menyangka jika Harina bisa berbuat serendah itu.


Dan satu tamparan juga mendarat di wajah milik Soni. "Harusnya kamu tidak datang di dalam rumah tangga putriku!" sungut Bu Rika murka.


Membuat pak Bagas langsung menenangkan kemarahan istrinya.


Sedangkan kedua orang tuanya Ari masih memilih bungkam, masih shock dengan kenyataan rumah tangga anaknya.


"Semua sudah terjadi, lebih baik mama sama papa tenang, dan mulai menerima hubungan Harina dengan Soni.


Insyaallah urusan perceraian akan secepatnya saya selesaikan.


Saya meminta mama papa kesini, agar tidak ada lagi salah paham dikemudian hari." sambung Ari dengan wajah datarnya, hatinya sudah benar benar mati untuk Harina.


"Kalau begitu, kami ingin minta maaf sama kamu dan juga pada orang tua kamu. Maafkan kelakuan hina anak saya. Jujur saya sangat malu dan kecewa." Isak Bu Rika menahan sesak di dadanya yang kian meremas rasa sakit dengan kelakuan putrinya.


"Kemasi baju baju kamu, ikut pulang kerumahnya papa, tidak pantas kamu tinggal dirumah laki laki yang bukan suami kamu lagi! memalukan!" sambung pak Bagas merah padam menahan amarahnya.

__ADS_1


Harina tidak punya pilihan lain selain mengikuti perintah papanya. Air matanya berjatuhan karena merasa malu dan pasti akan mendapat amarah yang lebih patah saat tiba dirumah orang tuanya, namun Harina harus menguatkan diri dan hatinya, karena memang dia merasa bersalah.


"Lebih baik, kalian jangan bertemu dulu.


Tidak baik di mata orang. Tahan sampai urusan perceraian Harina dan Ari beres." lanjut pak Bagas menatap Soni dengan tatapan tak suka.


Sini hanya menjawab lirih ucapan mertuanya.


Sedangkan Ari merasa lega, karena beban yang selama ini dia sembunyikan telah luruh dan akhirnya menemukan titik temu.


"Zahra dan Zaki biar tetap bersama saya. Karena saya tidak ingin pisah dengan mereka!" Ari mengeluarkan suara yang membuat tenggorokan Harina tercekat. "Tapi siapa yang akan menjaga mereka saat kamu kerja, Mas?


Biar mereka ikut aku!" sahut Harina dengan mata berkaca kaca, sambil membawa koper di tangannya.


"Kamu tenang saja, masih ada mama dan juga adikku yang akan menjaga mereka.


Bukankah selama ini, kamu juga seringkali menitipkan anak anak ke mama?" balas Ari dingin dan penuh penekanan.


"Lagian ada Bu Dasih yang akan menjaga dan membantu mereka dirumah. Jadi kamu tidak perlu khawatir. Fokus saja sama kehamilan kamu!" sambung Ari dengan senyuman tipis dibibirnya, dan membuat semua yang ada ternganga dengan ucapan pria tampan yang sedikitpun tak terlihat sedih karena hatinya sudah terlanjur mati rasa.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


New karya Hawa


#Negeri dongeng Alisia


#Wanita Berkubang Dosa


#Cinta berbalut Nafsu

__ADS_1


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2