Wanita Berkubang Dosa

Wanita Berkubang Dosa
episode 43


__ADS_3

Setelah kepergian Rini, pak Parjo masuk kedalam rumah dan melihat Lara meringkuk ketakutan di pojokan kamar.


"Sudah gak usah takut, Rini sudah pergi. Kamu aman dirumah ini." pak Parjo membantu lara berdiri dan berusaha untuk membuatnya tidak ketakutan lagi.


"Maafkan bapak, kalau saja bapak tidak membiarkan kamu dibawa Rini, mungkin kamu tidak akan mengalami penyiksaan itu.


Maafin bapak ya, nduk!" sambung pak Parjo dengan mata yang sudah mengembun.


Lara menangis dalam pelukan pak Parjo.


Dan merasa lega karena sudah bisa lepas dari cengkraman Bulik nya, meskipun Yani bersikap acuh dan tidak perduli, setidaknya Yani tidak pernah main kasar pada Lara. Hanya mulutnya saja yang suka bicara sembarangan.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Waktu terus berjalan, Yani tengah mengerang kesakitan di dalam kamar, perutnya terasa mulas dan sakit luar biasa.


Lara yang tengah berada dirumah nonton televisi, panik. Melihat ibunya kesakitan.


Lara akhirnya keluar meminta bantuan pada tetangga tapi gak ada yang merespon.


Mau tidak mau, Lara akhirnya meminta tolong pada Harti yang terlihat tengah menyiram tanaman di teras rumahnya.


"Mbak Harti, tolong. Ibuku kesakitan, mau melahirkan. Tolong mbak, dirumah bapak tidak ada, lagi ngojek." Lara berdiri di depan pagar Harti yang tertutup.


Harti sontak langsung meletakkan selang dalam genggamannya, mematikan air kran dan meminta Lara untuk memanggil tukang becak tak jauh dari rumahnya.


Meskipun Harti sering di fitnah dan sakiti hatinya oleh Yani, Harti sama sekali tidak pernah menaruh dendam di hatinya.


Saat dimintai tolong Harti tanpa banyak alasan langsung mengiyakan.


Setelah pamitan pada Lusi putrinya, agar tetap dirumah dan mengunci pagar rumah, Harti melangkah pergi kerumahnya Harti.


"Mbak Harti mau ke mana?" sapa mbak Salamah anaknya Bu Romlah.


"Kerumah mbak Yani, mbak!


Kata Lara, Yani mau lahiran tapi dirumah tidak ada siapapun." sahut Harti apa adanya, dan kembali meneruskan langkahnya masuk kerumah Yani dan mbak Salamah ternyata juga mengikutinya dari belakan.

__ADS_1


Saat Harti dan Salamah masuk, terlihat Yani tengah meringis kesakitan, dan kebetulan tukang becak yang di panggil Lara juga sudah datang.


Salamah dan Harti memapah Yani untuk naik ke becak.


"Mbak Salamah, boleh minta tolong?


Tolong boncengin Lara biar nyusul ke bidan Hesti sambil bawa keperluan seperti baju bayi dan salinnya mbak Yani. Biar saya ikut naik becak nemenin mbak Yani." Harti bicara dengan Salamah dan meminta tolong untuk membantu Lara agar bisa ikut ibunya ke bidan. Dan Salamah juga tidak keberatan.


"Selamat, Alhamdulillah bayinya sehat, perempuan!" bidan Hesti memberitahu Yani yang masih lemas setelah proses melahirkan.


Yani hanya tersenyum dan baru ingat untuk menghubungi keluarga yang akan mengadopsi anaknya.


Kebetulan hape miliknya sudah di bawakan Lara.


Dengan cekatan Yani mengabarkan kalau dirinya sudah melahirkan dan anaknya perempuan.


Terdengar tangis haru juga senang dari wanita diujung sana, dan berjanji untuk segera meluncur untuk mengambil putrinya.


"Mbak Harti! mbak Salamah!


Terimakasih sudah membantu, semoga Alloh membalas kebaikan mbak Harti dan juga mbak Salamah, Aamiin!" pak Parjo baru datang setelah di kasih tau Bu Romlah kalau Yani melahirkan, mengucapkan banyak terimakasih pada Harti juga Salamah karena masih mau membantu anak perempuannya yang sering bermulut pedas pada kedua perempuan cantik di depannya. Pak Parjo sesungguhnya sangat merasa tidak enak, malu dengan sikap Yani.


Kalau begitu kita pamit pulang njih. Anak anak dirumah sendirian soalnya." balas Salamah sopan dan diiyakan juga oleh Harti dan ikut pamit pulang juga.


Harti dan Salamah pulang berboncengan dengan menaiki motor milik Salamah.


"Apa anaknya dikasih orang lagi ya, mbak?


Kok feeling ku mengatakan begitu." Salamah membuka obrolan saat sudah sampai di depan rumahnya Harti.


Harti menghirup udara dalam lalu menghembuskannya kasar.


"Gak tau lah, mbak!


Kalau memang iya, itu pilihan Yani dan kita hanya bisa melihat saja. Kita semua juga tau seperti apa mulutnya itu, level seratus. Tapi ya itu, sebenarnya kasihan juga, tidak ada yang bisa menyentuh hatinya agar bisa mengubah sikap dan lisannya." sahut Harti merasa miris tapi juga tak mau terlalu banyak ikut campur dengan kehidupan tetangga dekatnya itu.


"Iya ya, kita seringkali dia fitnah dengan tuduhan yang bahkan kita tidak tau apa.

__ADS_1


Biarkan saja, nanti juga akan menuai karma dari perbuatannya.


Dan kalau dia bertingkah macam macam yang mengganggu kenyamanan warga, pasti semua juga tidak akan tinggal diam lagi." balas Salamah sambil menarik nafasnya dalam. Lalu memilih pulang karena kedua anaknya berada dirumah hanya dengan Bu Romlah, takut ibunya kewalahan dengan tingkah balitanya yang super aktif.


Saat Harti mau masuk ke dalam rumah, terlihat ada mobil yang berhenti di depan rumahnya.


Muncul wanita cantik yang tidak asing di matanya, Harina, mantan istrinya Ari.


"Asalamualaikum, mbak Harti." Harina sudah berdiri di depan pagar dengan senyuman tipis dan mengucapkan salam. Harti yang terkejut dengan kedatangan Harina, mendadak gemetar, takut jika wanita itu menyalahkan dirinya atas perceraian yang terjadi antara Harina dan Ari. Padahal semua sudah tau penyebab sesungguhnya yang dengan sengaja Harina selingkuh dengan mantan kekasihnya yang polisi dan sudah memiliki anak, yaitu Zaki.


"Waalaikumsallm." Harti dengan langkah pelan dan wajah bingung membukakan pintu pagar rumahnya dan mempersilahkan Harina masuk dengan pikiran yang tak karuan. Menerka nerka maksud kedatangan mantan istrinya Ari menemuinya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


New karya Hawa


#Negeri dongeng Alisia


#Wanita Berkubang Dosa


#Cinta berbalut Nafsu


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

__ADS_1


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2