Wanita Berkubang Dosa

Wanita Berkubang Dosa
episode 50


__ADS_3

Antok yang mulai memainkan dramanya, pura pura sedih dan mengarang cerita dengan menjelekkan Lara dihadapan semua orang. Tapi tidak ada satupun yang mau menanggapi ocehan Antok. Para tetangga memilih pergi dan mengabaikan Antok, membuat lelaki itu geram dan kembali masuk ke dalam kontrakannya dengan rasa jengkel.


"Kurang ajar kamu, Ra!


Berani beraninya kamu pergi tanpa ijinku. Awas saja kamu, aku akan memberimu pelajaran yang lebih menyakitkan dan membuatmu tak lagi berani melawanku." gumam Antok dengan wajah memerah dan mengepalkan kedua tangannya erat.


Antok mengambil jaket yang tergantung di paku dinding, lalu melangkah keluar dan mengunci pintu kontrakannya. Antok berniat akan menyusul Lara dan membawanya kembali ikut dengannya. Karena Lara adalah ladang uang baginya, hasil mengemis Lara cukup banyak, banyak yang kasihan melihat kondisi Lara yang tengah hamil besar dan harus mengemis karena keadaan ekonominya.


Antok memilih naik bis menuju Kediri. Antok pikir warga sudah melupakan peringatan agar dia tak lagi memasuki kampung.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sedangkan pak Parjo setelah mendengar cerita dari Lara memutuskan untuk pergi kerumah pak RT minta perlindungan, karena yakin kalau Antok akan datang menyusul Lara. Pak Parjo menceritakan semua yang dialami Lara di Surabaya.


Pak RT pun mengerti dan memutuskan untuk mengirim peringatan pada Semua warganya di grup watshap bapak bapak.


Agar menghalangi Antok masuk ke kampung lagi dan tak lupa pak RT juga menyampaikan apa yang sudah pak Parjo ceritakan.


Setelah memberitahu warganya, pak RT menelpon opak Ari secara pribadi, dan mendiskusikan tindakan apa yang akan dilakukan jika Antok nekad datang dan memaksa Lara untuk ikut dengannya.


"Saya duh gak keberatan membantu masalah Lara, pak!


Tapi kita harus memastikan terlebih dahulu pada Lara nya, apa dia sudah benar benar ingin kisah dengan Antok tidak.


Jangan sampai kita sudah mati matian bela dia, eh Lara nya masih mau balik sama Antok. Kan gak lucu!


Jujur saya masih kecewa sama keputusan yang diambil Lara makam itu, sekarang dia merasakan akibatnya sendiri. Susah dibuat sendiri. Sudah di ingatkan tapi tetap ngeyel!" sahut Ari tegas dan tak mau membela orang yang tidak memiliki prinsip dan keringanan untuk merdeka.


"Iya saya paham kok pak Ari. Makanya itu saya diskusikan dulu sama pak Ari, baiknya gimana!" balas pak RT yang memiliki pemikiran serupa dengan yang Ari pikirkan.


Akhirnya pak RT ikut pergi kerumahnya pak Parjo dan pak Ari juga memutuskan untuk ikut mendampingi pak RT. Karena bagaimanapun keamanan warga juga menjadi salah satu tanggung jawabnya.


"Ra! keluar nduk, ini ada pak RT yang mau bicara sama kamu." pak Parjo mengetuk pintu kamar Lara pekan dan tak lama kemudian Lara keluar dengan wajah kusutnya.


"Sana temui laki RT dan juga pak Ari. Beliau mau bicara sama kamu. Ceritakan yang sebenarnya dan kamu harus ingat dan sadar, jangan sekali kali kembali sama laki laki gila itu, paham!" tekan pak Parjo dengan sorot tegas di wajahnya yang mulai keriput.

__ADS_1


Terlihat Lara hanya menjawab dengan anggukan kepala lemah.


Lara menyalimi pak RT juga pak Ari dengan sopan. Lalu memilih duduk tak jauh dari pak Parjo.


"Ra, apa benar kamu selama di Surabaya dapat perlakuan tidak baik dari Antok, suami kamu?" tanya pak RT langsung pada intinya.


"Iya, pak RT!" sahut Lara lemah, terlihat wajah tirusnya begitu sangat tertekan.


"Kamu pulang kesini lagi apa tujuan kamu?" sambung pak Ari dengan wajah tegasnya.


"Ingin menyelam diri saya, pak.


Saya sudah tidak sanggup lagi di siksa sama mas Antok. Saya hanya disuruh ngemis di terminal pagi sampai malam, dan uangnya semua diminta sama mas Antok. Saya sering dipukuli dan dijadikan pelampiasan nafsunya saja.


Dan...." Lara menghentikan ucapannya seraya menahan Isak tangisnya, membuat pak RT dan pak Ari saling melempar pandang bingung.


"Katakan saja, nduk!


Biar kami semua tau dan bisa menolong kamu dari kebengisan Antok, dia memang sudah gila." pak Parjo sangat kesal jika berurusan dengan Antok, apalagi kini terlihat Lara begitu tertekan dengan apa yang terjadi padanya selama ini.


"Biadab sekali laki laki itu!


Dia harus dilaporkan, ini sudah gak bener!" sungut pak RT geram, sedangkan Ari masih memilih diam menyimak terlebih dulu, walaupun batinnya sudah kesal luar biasa.


"Mereka bahkan pernah melakukan itu bareng bareng, sampai saya pingsan. Padahal saya sudah merintih kesakitan, tapi mas Antok tetap tak perduli, saya harus melayani ketiga temannya sekaligus dalam waktu bersamaan." cerita Lara dengan linangan air mata.


Rasanya sangat sakit ketika mengingat semua perlakuan Antok padanya. Lara sudah tak lagi mau kembali pada Antok apapun keadaannya. Dan berharap Antok mendapatkan hukuman yang setimpal.


"Astagfirullah! Astagfirullah!" ucap pak RT dan Ari secara bersamaan, dadanya ikut sesak mendengar pengakuan Lara. Tak bisa dibayangkan bagaiman menderitanya Lara saat bersama Antok di Surabaya.


"Lalu sekarang apa keputusan kamu, nduk?" tanya pak RT memastikan.


"Saya ingin pisah dari mas Antok, pak!


Jujur saya sudah tidak sanggup lagi hidup dengan laki laki itu.

__ADS_1


lagian kami juga hanya nikah siri, jadi urusan nya juga tidak terlalu ribet kalau harus cerai." sahut Lara yang masih menangis merasakan sesak di dadanya akan nasib yang menimpanya.


Penderitaan dan siksaan terus saja menghampiri hidupnya.


"Baiklah! kalau begini kita sudah jelas dan pasti dengan keinginan Lara dan pak Parjo.


Jadi kalau Antok kesini dan dia bikin ulah, kami bisa bersikap tegas." sahut pak Ari dengan menghirup udara sebanyak mungkin lalu menghembuskan nya kasar. Ikut sesak dengan perjalanan kisah hidup tetangganya.


Yang seharusnya Lara masih duduk di bangku sekolah, tapi kini dia harus hamil dan mendapat perlakuan buruk dari suaminya yang bengis itu.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


New karya Hawa


#Negeri dongeng Alisia


#Wanita Berkubang Dosa


#Cinta berbalut Nafsu


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

__ADS_1


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2