Wanita Berkubang Dosa

Wanita Berkubang Dosa
Bab 7


__ADS_3

"Baiklah saya tunggu kabar selanjutnya." jawab pak Arip singkat dan tanpa pamitan mereka pergi meninggalkan rumah pak Parjo dan menyisakan lara pada keluarga itu, secara harga dirinya telah di injak injak tak tersisa oleh Santo dan keluarganya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Setelah sampai dirumah, Bu Tini langsung meminta penjelasan kepada sang kakak.


"Kok, mas Arip mengiyakan kemauan mereka, aku nggak Sudi loh mas kalau Yani jadi istrinya Santo, wong dia itu anaknya nggak bener gitu, sama siapa aja mau, amit amit, ogah aku." Bu Tini tidak terima dengan keputusan sang kakak menerima tuntutan keluarga Yani agar Santo menikahi gadis cilik itu.


"Sudahlah Tin, kamu yang tenang, masak nggak percaya sama masmu ini, orang aku juga nggak Sudi Santo nikah sama Yani." Jawab pak Arip santai.


"Kalau kamu nggak Sudi Santo menikahi Yani, kenapa kamu iyakan permintaan mereka, Rip? heran ibu ini sama kamu." Bu Lasmini ikut menimpali, dari tadi sudah menahan diri untuk tidak ikut bersuara.


"Arip punya rencana Bu, biarkan saja untuk sementara kita ikuti maunya mereka, itulah kenapa tadi Arip minta mereka yang urus semua."


"Maksudmu gimana mas? semakin nggak ngerti aku." Tini semakin heran dengan cara berpikir kakaknya, kalau sudah mengiyakan dan menyiapkan semua pasti akan ada pernikahan, kok malah di suruh tenang.


"Gini loh, aku mengiyakan karena agar tidak terjadi keributan sama keluarganya Yani dan juga warga, pasti saat ini mereka yang akan menang, karena mendapat simpati warga, lha kita? kalau kita menolak sekarang yang ada akan di masa dan digiring ke kelurahan, malu toh." 


"Terus, artinya kita manut dan membiarkan mereka menikah gitu aja? Belum tentu itu anaknya Santo loh, kan tadi mas Arip sendiri yang bilang kalau Yani itu anak yang nggak bener." Sahut bu Tini kesal.


"Biarkan mereka saat ini mikir kita setuju dan seolah mau bertanggung jawab, kalau tadi aku minta mereka yang urus semua keperluan ijab, itu karena aku ingin menyiapkan kepergian Santo." sahut pak Arip dengan mimik serius.

__ADS_1


"Kapergian Santo? Maksudnya Santo akan kabur gitu?" Bu Lasmini ikut berkomentar.


"Iya, Santo akan pergi pas saat akan diadakan ijab di KUA, nanti saat akan berangkat ke KUA kita minta ke mereka untuk berangkat sendiri sendiri dari rumah, dan saat itu Santo akan pulang ke jember untuk sementara, sampai situasi aman." sahut pak Arip menjelaskan apa yang sudah direncanakan.


"Wah idemu hebat juga mas, aku saja nggak sampai punya pikiran ke arah sana, sudah stres duluan aku." Sahut bu Tini senang.


"Kalau begitu kamu bilang ke Santo untuk bersiap siap, dan aku akan menghubungi keluarga disana agar juga bersiap, biar nanti mereka tidak kaget dengan kedatangan Santo, sekalian biar Santo nanti ikut kerja sama Fadil di tambak, biar nggak keluyuran aja kerjaannya, nasehati anakmu biar tidak mengulangi perbuatan yang memalukan lagi, bikin malu dan repot saja." Pak Arip kesal dengan kelakuan keponakannya itu, yang tidak pernah berubah, selalu saja bikin ulah.


"Tapi kalau nanti mereka minta surat surat untuk kelengkapan ijab gimana mas?" Tanya Bu Tini cemas.


"Ya tinggal kasih saja to Tin, biar mereka nggak curiga, paling ya nanti KUA nya mikir kalau pengantin cowoknya kabur, bisa apa mereka? Sudah nggak usah cemas gitu, bersikap biasa saja, jangan sampai ada yang curiga." balas pak Arip yang mulai gerah dengan sikap adiknya yang sulit sekali diajak bicara.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


"Iya Bu, besok pagi kita kesana, dan mulai sekarang awasi Yani, jangan biarkan dia pergi kemana mana, bapak nggak mau dia bikin ulah lagi, cukup dengan ini saja, malu Bu." Parjo mengusap wajahnya frustasi, memikirkan kelakuan anak kesayangannya, sedangkan kedua anak lelakinya bersikap masa bodoh dengan apa yang menimpa adiknya, itu juga karena di awali dengan sikap orangtuanya yang selalu pilih kasih, mereka lebih menyayangi dan terkesan mengutamakan Yani, apapun yang Yani minta selalu dituruti, tidak dengan anaknya yang lain, selalu diminta mengalah dan tak sering jadi luapan amarah atas kesalahan Yani, jika sekarang kedua kakak Yani bersikap acuh dan tak mau tau, wajar karena mereka sudah sakit hati.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)

__ADS_1


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


New karya Hawa


#Negeri dongeng Alisia


#Wanita Berkubang Dosa


#Cinta berbalut Nafsu


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

__ADS_1


__ADS_2