Wanita Berkubang Dosa

Wanita Berkubang Dosa
episode 54


__ADS_3

"Bapak ngusir aku, pak?


Bapak tak lagi mau perduli denganku?


Tega kamu pak!" sahut Yani dengan masih tak percaya melihat kemarahan pak Parjo, karena selama ini, pak Parjo sama sekali tidak pernah memarahi nya dan selalu membelanya, tapi kali ini pak Parjo sudah berani menampar wajahnya dengan begitu kerasnya.


"Iya!


itu kalau kamu masih tidak mau merubah kelakuanmu. Tatalah hidupmu, Yan!


Jangan lagi kamu berbuat yang tak sepantasnya. Apa kamu tidak mau menikah dan mempunyai kehidupan yang baik?" sahut pak Parjo parau, tak lagi sanggup menanggung beban dengan semua masalah yang tercipta karena ulah Yani dan juga Lara.


"Siapa yang mau menikahiku, pak?


Aku sekolah saja gak lulus, masak gak bisa, dan satu lagi, aku sudah di pandang buruk oleh semua orang. Lebih baik aku nikmati hidup yang bisa membuatku bahagia, dari pada aku sesak memikirkan mulut orang lain." balas Yani sengit, tak sedikitpun mau mendengarkan nasehat pak Parjo.


"Kalau begitu, pergilah dari rumah ini. Jangan pernah kembali lagi menginjakkan kakimu kesini. Anggap saja, aku sudah tidak punya putri seperti kamu. Anak perempuan yang selama ini aku sayangi sudah mati!" sahut pak Parjo dengan suara bergetar, lalu memilih pergi masuk ke dalam kamarnya, mengunci pintunya dari dalam.


Tak lagi dihiraukan cercaan Yani dan kata kata kasar yang dilontarkan putrinya itu.


Lelah dan juga menyerah, itulah yang kini pak Parjo rasakan.


Yani masuk ke dalam kamarnya, memasukkan baju bajunya ke dalam tas kresek. Lalu pergi meninggalkan rumah yang selama ini sudah memberinya kasih sayang dari orangtuanya.


Bukannya merenungi ucapan bapaknya, Yani justru menyimpan dendam pada laki laki yang begitu menyayanginya.


"Lihat saja, aku akan buktikan kalau aku bisa hidup di luar sana tanpa kamu, pak!

__ADS_1


Aku tidak akan Sudi menginjakkan kakiku dirumah itu sebelum Tuhan mencabut nyawaku!" geram Yani menggerutu di sepanjang langkahnya yang terseok-seok.


Kepalanya masih merasakan pusing, sisa dari meneguk minuman keras bersama teman temannya tadi.


Yani terus berjalan dan menuju ke kontrakan Bandi, laki laki yang tengah dekat dengan Yani saat ini. Bandu kerja jadi kuli bangunan, dan sebagai petugas sampah keliling. Bandi sangat menyukai Yani, sehingga saat Yani memerasnya, Bandi selalu menuruti kemauan Yani.


Bandi adalah laki laki berumur, usianya lebih tua sepuluh tahun dari Yani.


"Aku numpang tidur disini, gak papakan?" Yani langsung merengsek masuk ke kamar kontrakannya Bandi setelah laki laki kurus dengan kulit hitam itu membuka pintunya.


"Katanya kamu tadi pulang kerumah, kok itu bawa baju banyak banget?" tatap Bandi penasaran dengan wajah mengernyit heran.


"Aku diusir bapakku!


Aku mau tinggal disini, boleh kan?" sahut Yani santai, dan tak perduli jika nanti ada warga yang menggunjing mereka.


"Kamu gak usah khawatir, aku akan bantu kamu buat ambilin sampah. Itung itung aku bantu kamu kerja." sambung Yani dengan wajah di tekuk.


"Aku suka dengan kamu, kita menikah saja ya. Biar kita juga aman kalau tinggal serumah gini." sahut Bandu dengan wajah serius, karena Bandu memang ingin menikahi Yani, meskipun tidak ada satupun keluarganya yang setuju, karena kelakuan Yani yang sering ganti ganti pasangan.


"Bagaimana dengan keluarga kamu, mereka tidak ada yang setuju kan?


Orang tuamu sangat membenciku!" sungut Yani dengan wajah masam.


"Kita nikah siri saja. Asal kita sudah sah di mata agama. Gak perlu perduli kan keluargaku, yang penting aku serius sama kamu." sahut Bandi dengan menatap penuh harap pada yang yang langsung mengangguk.


"Kamu setuju, Yan?

__ADS_1


Aku akan urus secepatnya, aku akan minta bantuan sama pak moden." sahut Bandi senang dan langsung memeluk Yani. Dan mereka akhirnya melakukan perbuatan yang tak semestinya tanpa merasa berdosa sama sekali.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


New karya Hawa


#Negeri dongeng Alisia


#Wanita Berkubang Dosa


#Cinta berbalut Nafsu


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

__ADS_1


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2