
"Lebih baik laporin ke RT saja biar ditindak, lama lama mereka itu meresahkan." sahut Bu Endang dengan tatapan tak suka melihat ke arah anak anak jalanan yang justru cengingisan saat ibu ibu memarahi mereka.
"Heh Yani! keluar kamu. Bilang sama mereka untuk tidak usah bikin onar, kalau tidak kita akan kumpulkan warga untuk ngusir kalian, dan kamu juga!" teriak Bu Romlah lantang, kesal karena setiap hari mereka selalu membuat rame dan mengganggu waktu istirahatnya.
Yani keluar dengan mulut mencebik kesal, serta matanya menatap tak suka pada ibu ibu yang berkumpul di depan rumah Harti.
"Heleh, wong ini juga rumahku, bukan urusan kalian kalau ada teman temanku yang datang. Sukanya cuma ngurusin hidup orang saja. Paling juga Lisa itu kecentilan kayak emaknya!" sungut Yani tak terima dan membela anak anak yang nongkrong dirumahnya.
"Eeeh, emang ya! Dasar bocah sableng!
Sudah tau salah dan mengganggu ketenangan warga, kok masih saja songong!" balas Bu Endang geram dan melotot tajam ke arah Yani yang cuma menatap sinis seolah tak perduli dengan kekesalan ibu ibu tetangganya.
"Laporkan saja ke kak RT, biar mereka tidak berbuat seenaknya.
Kok bisa ngatain Lisa kecentilan, wong bocah bocah gak punya adab dan juga jelek gitu, mana mau Lisa sama laki laki urakan kayak mereka.
Yang ada, mereka tuh ngiler sama kecantikannya Lisa. Punya mulut kok kayak sampah to Yan, Yani!" sambung Bu Romlah gemas mendengar ucapan Yani yang ngawur.
"Wes gak usah di dengerin, sekarang laporin ke RT saja, biar mereka gak lagi bebas seenaknya di kampung sini, kasihan Harti juga Lisa. Bocah bocah ngawur kayak mereka gak perlu di kalemin." Mak mi tiba tiba muncul dengan geram langsung ngoceh dengan suaranya yang cempreng. Dan ibu ibu juga setuju untuk lapor ke pak RT segera.
Bu Endang langsung pulang dan meminta suaminya untuk menemui pak RT, melaporkan keonaran yang selalu meresahkan warga karena teman teman Yani itu.
"Mbak Harti mau ke Bu Lina, kan? berangkat saja, biar urusan lapor pak RT di urus suami saya dan bapak bapak yang lain. Lisa kalau mau biar dirumah saya, aman akan saya jagain dari anak anak sableng itu." teriak Bu Endang dengan tatapan sinis di arahkan pada Yani dan teman temannya.
Yani langsung diam dan me.gunci mulutnya. Karena warga benar benar melaporkan ke pak RT karena ketidak nyamanan akibat ulah teman temannya itu.
Yani memilih masuk kerumah dan memberitahu Rudi, kalau warga akan melaporkan teman temannya ke pak RT kalau masih terus meresahkan.
"Ibu ibu mau nglaporin kita ke RT loh mas!
Itu kasih tau teman teman kamu jangan suka teriak teriak dan gangguin anaknya Harti. Bisa bisa kita juga akan diusir dari sini." sungut Yani dan duduk di samping suaminya yang tengah makan.
__ADS_1
"Dasar tetanggamu saja yang ribet, Yan!
Wong ini kan rumah kita, harusnya hak kita juga mau ngapain, dasar tetanggamu itu yang terlalu banyak ikut campur." sahut Rudi sambil mengunyah makanan di mulutnya, tanpa merasa bersalah sedikitpun.
"Terserah kamu saja lah, mas! kalau pak RT kesini, kamu yang harus tanggung jawab." balas Yani dengan wajah masam, kesal dengan jawaban Rudi yang tak perduli saja sekali.
Dan benar saja, belum selesai mereka berhenti membahas obrolan, pak RT serta beberapa bapak bapak dan pemuda mendatangi rumah Yani, bahkan di kawal sama Babinsa juga.
"Silahkan masuk pak, silahkan!" Yani berusaha bersikap ramah dan menyuruh tamunya masuk ke dalam rumah. Sedangkan anak anak jalanan yang suka teriak teriak, minum minuman keras dan menggoda Lisa, langsung diam dan menunduk. Tidak berani mengangkat wajah mereka saat Babinsa menatap lekat ke arah mereka.
"Bagini, Yan! saya sudah beberapa kali mendapat laporan, kalau disini sering ngumpul anak anak dari luar, tepatnya anak jalanan dan anak punk.
Itu mengganggu kenyamanan warga, dan jujur membuat yang punya anak gadis pun resah dengan sikap mereka.
Jadi, mulai sekarang tolong, jangan lagi kasih tempat sama mereka. Kalau tidak, kamu juga akan kamu usir dari kampung ini, lagian kamu tidak punya KTP dan bukan warga sini kan?" ucap pak RT panjang lebar dan membuat Yani kesal luar biasa, namun tidak bisa berbuat apa apa.
"Bagaimana?
Apa kalian tidak lagi memberi mereka tempat, atau kalian semua harus meninggalkan kampung ini?" seru pak Babinsa yang menggertak Yani dan suaminya secara halus.
"Baik! saya akan menyuruh mereka pergi pak! dan janji tidak akan pernah mengijinkan mereka kesini lagi." sahut Yani ketakutan dan menahan kesal pada suaminya, karena anak anak jalanan itu adalah teman teman ngamen Rudi.
"Baik, kami anggap masalah ini selesai.
Tapi kalau sampai ada laporan dari masyarakat lagi, dan masih soal kamu. Saya akan bertindak tegas untuk mengusir kamu dari kampung ini." balas pak Babinsa dengan tatapan tajam ke arah Yani dan juga Rudi.
"Kalian semua, dengarkan!
Mulai saat ini, jangan lagi nongkrong dan minum minum disini, kalau masih gak mau dengarkan peringatan saya, akan saya bawakan polisi untuk memasukkan kalian ke dalam penjara. Sekarang pergilah dan jangan kembali kesini lagi." usir pak Babinsa dengan memasang wajah sangarnya. Karena tingkah para remaja itu memang sudah sangat meresahkan, terutama untuk Harti dan Lisa, yang seringkali di ganggu dengan kata kata jorok mereka.
Setelah anak jalanan itu pergi semua, pak RT dan warga lainnya juga langsung pulang kerumah masing masing. Sedangkan pak Babinsa kembali ke kelurahan.
__ADS_1
Sementara Yani dan Rudi sangar kesal, karena merasa kebebasan mereka di ganggu dan akan membalas kan sakit hatinya pada Harti. Karena wanita itu yang membuat warga berani bertindak, itu yang ada di pikiran Yani juga Rudi.
"Ini semua gara gara janda sialan itu, kamu harus balas mereka, mas! bikin malu saja sampai kita di datangi pak RT juga Babinsa. Sialan!" sungut Yani dengan wajah masam dan hati berkobar penuh kebencian.
"Iya! Kamu tenang saja, tidak harus sekarang.
Tiga hari lagi, kita akan obrak abrik tanaman di rumahnya si Harti itu. Itu kan bunga mahal mahal, biar nangis dia!" sahut Rudi dengan memiringkan bibirnya ke atas, akal liciknya sudah menyusun rencana untuk membalas sakit hatinya pada Harti.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
New karya Hawa
#Negeri dongeng Alisia
#Wanita Berkubang Dosa
#Cinta berbalut Nafsu
__ADS_1
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️