Wanita Berkubang Dosa

Wanita Berkubang Dosa
episode 55


__ADS_3

"Kita nikah siri saja. Asal kita sudah sah di mata agama. Gak perlu perduli kan keluargaku, yang penting aku serius sama kamu." sahut Bandi dengan menatap penuh harap pada yang yang langsung mengangguk.


"Kamu setuju, Yan?


Aku akan urus secepatnya, aku akan minta bantuan sama pak moden." sahut Bandi senang dan langsung memeluk Yani. Dan mereka akhirnya melakukan perbuatan yang tak semestinya tanpa merasa berdosa sama sekali.


Saat mereka larut dalam mengarungi samudra nikmatnya bercinta, terdengar pintu di gebrak gebrak dari luar dengan suara riuh para tetangga,


Yani maupun Bandi langsung mengehentikan kegiatan mereka, dan segera memakai baju masing masing dengan tubuh gemetar.


"Mas, kenapa diluar rame rame, kita mau diapain ya?" tanya Yani dengan wajah takut, sedangkan Bandi terlihat masih tenang.


"Mungkin mereka akan menikahkan kita, Yan!


Tenang saja, biar aku buka pintunya." sahut Bandi yang langsung terlihat membuka kunci pintunya.


Terlihat begitu banyak warga yang berkumpul di depan kamar kosnya.


"Kalian ini keterlaluan, sudah seringkali di ingatkan tapi tetap saja di ulangi terus. Sebaiknya kalian segera pergi dari kampung sini. Sebelum kita semua berbuat lebih anarkis."


"Pergi!"


"Ya, pergi dari sini."


"pergi saja dari kampung ini, kalian menjijikkan.

__ADS_1


Pergi!"


Suara warga saling bersahutan dan meminta pasangan mesum untuk pergi dari kampung. Pak RT juga datang dan di dampingi perangkat desa, akhirnya mau tidak mau, Bandi dan Yani harus pergi meninggalkan kontrakannya. Karena semua warga sudah tidak lagi Sudi memaafkan dan memberi kesempatan pada mereka.


"Kita akan tinggal dimana, mas?" tanya Yani dengan cemas, karena sedari tadi hanya diajak muter muter sama Bandi.


Bandi yang sedang kalut dan kesal karena pengusiran warga, jadi murka dengan pertanyaan Yani yang tak pernah berhenti.


Bandi mengehentikan laju kendaraannya di tengah jalan sepi yang di kelilingi pohon pohon besar. Menyeret Yani masuk ke semak semak dan menghajarnya.


"Ini semua gara gara kamu perempuan sialan."


Bandi memukuli Yani dengan bringas, Yani tak bisa melawan karena tenaga Bandi sangat kuat.


Bahkan Bandi memukul kepala Yani dengan batu dan seketika tubuh Yani langsung terjatuh dengan bersimbah darah.


Diwaktu bersamaan, Lara sedang berjuang melahirkan di salah satu bidan tak jauh dari rumah yang di temani pak Parjo.


Saat suara tangis bayi terdengar, pak Parjo juga menerima kabar kematian anak perempuannya.


Yani ditemukan dengan tidak buah bersimbah darah dalam keadaan meninggal.


"Ya Alloh, astagfirullah!" tangis pak Parjo pecah dan terkulai lemas, pak RT dan pak Rahmat yang datang memberi kabar langsung sigap menahan tubuh pak Parjo lalu membawanya duduk di kursi ruang tunggu.


",Siapa yang sudah tega membunuh anakku, pak?" tangis pak Parjo dengan tatapan kosong, air matanya deras mengalir seiring duka dalam hatinya.

__ADS_1


"Kami belum tau pak, polisi masih menyelidikinya.


Jasad Yani sudah di bawa kerumah pak Parjo, dan sudah di urus oleh keluarga bapak dan warga.


Kami akan antar pak Parjo pulang, sebentar lagi adik saya akan kesini, dia akan jaga Lara." sahut pak RT, merasa iba dengan nasib keluarga tetangganya itu.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Kematian Yani sudah satu Minggu, dan hari ini ada kabar dari kantor kepolisian kalau pembunuh Yani sudah tertangkap, dan membuat seluruh warga geger. Karena pelakunya adalah Bandi sendiri, laki laki yang selama ini begitu dekat dengan Yani.


Sedangkan Lara, fokus merawat bayinya dan beberapa niat untuk bekerja apa adanya untuk menghidupi anaknya.


Pak Parjo lebih banyak diam dan melamun setelah kematian Yani, namun juga begitu menjaga Lara, agar tidak mengalami nasib sama seperti Yani.


Berproseslah dalam menjalani kehidupan agar siap mental menerima hasil akhir apapun. Jika dinikmati, maka dalam setiap "putaran proses" sebenarnya terdapat ilmu utama kehidupan, yakni pembelajaran tentang syukur, kesabaran, keikhlasan, tawakal, ketekunan dan lainnya.


Hindari berpikir dan bertindak tergesa-gesa, karena itu bisa membuat tidak tertib dalam menjalani proses kehidupan. Kadang ketergesa-gesaan akan menghilangkan kesadaran dalam memahami manajemen waktu, semisal "kapan memulai, kapan berproses dan kapan berakhir".


End❤️


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Terimakasih sudah baca cerita Hawa, baca juga karya karya hawa yang lain ya kak ☺🙏


New karya :

__ADS_1


#Ayahku Lebih Memilih Wanita Lain


#Karena Warisan Anakku Mati Di Tanganku


__ADS_2