Wanita Berkubang Dosa

Wanita Berkubang Dosa
Bab 16


__ADS_3

Ting..... saat asik ngobrol dengan ibu ibu, Bu Ratmi dikejutkan dengan pesan masuk di ponselnya, dengan segera Bu Ratmi merogoh ponsel yang ia masukkan disaku dasternya.


"Bu Sumi mengirim foto, foto apa ya?" Bu Ratmi bergumam sambil melihat layar ponselnya, meskipun dengan suara lirih masih bisa terdengar ibu ibu rumpi disebelahnya yang langsung mengalihkan fokus pada Bu Ratmi, apa lagi sesaat kemudian nampak wajah Bu Sumi melongo dengan ekspresi sangat terkejut sambil membekap mulutnya, tentu saja semakin mengundang rasa penasaran ibu ibu yang lain.


"Ada apa toh Bu Ratmi? kok sampai mangap gitu dapat pesan dari Bu Sumi?" tanya Bu Yayuk penasaran dan dibarengi anggukan ibu ibu yang lain.


"Iya ada apa toh Bu, kita jadi penasaran." sahut Bu Ida yang tak kalah penasarannya juga.


"Ini loh, Bu Sumi mengirim fotonya mbak Harti sama pak Ari." Bu Ratmi menjawab pertanyaan ibu ibu dengan menunjukkan foto dilayar ponselnya dan itu membuat ibu ibu histeris tak percaya, nampak difoto tersebut, pak Ari yang mengulurkan bungkusan kantong plastik berlogo "A" dengan pandangan mesra ke arah Harti, dan pikiran pikiran negatif langsung menyerang para ibu ibu rumpi, kecuali Bu Ratmi yang masih berpikir positif.


"Sepertinya memang benar apa yang tadi Bu Sumi bilang, kalau mbak Harti ada apa apa dengan pak Ari".


"Iya, dari tatapan pak Ari ke mbak Harti terlihat jelas, kalau pak Ari punya rasa ke mbak Harti."


"Wah bakal seru ini kalau sampai istri pak Ari tau, bisa bisa ada perang dunia ke tiga."


Suara suara sumbang mulai terdengar dari mulut ibu ibu rumpi dengan penilaiannya masing masing, Bu Ratmi hanya diam saja tak mau banyak komentar, dalam hati Bu Ratmi masih tak percaya, karena bu Ratmi sangat tau bagaimana sifat Harti, Harti yang memiliki sifat lembut dan sangat menjaga diri dari laki laki tidak akan mungkin melakukan perbuatan dosa berselingkuh dengan suaminya orang.


"Aku akan langsung menanyakan ini pada mbak Harti nanti, agar tidak ada salah paham seperti ini, dan ini harus segera diluruskan." batin Bu Ratmi bermonolog.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


"Yaaan, Yani....!"


Bu Sumi memanggil manggil nama anaknya, dan nampak Yani muncul dari dalam kamarnya dengan rambut yang masih acak acakan.


"Ada apa sih Bu, ganggu Yani tidur aja, panas panas gini mbokyo jangan teriak teriak, ada apa to bu?" sungut Yani kesal karena merasa tidurnya terganggu oleh teriakan ibunya.


"Walah Yan! Yan!


kamu itu kerjaan kok molor aja, mbok ya kayak si Harti itu, diam diam tapi menghanyutkan, tenang tapi dapat umpan mapan." Bu Sumi kesal karena Yani selalu kalah dari Harti menurutnya.

__ADS_1


"Maksud ibu gimana toh? Yani nggak paham, emangnya apa yang terjadi sama mbak Harti? sampai ibu kayak yang kesel gitu?"


"Gimana ibu gak kesel, pas ibu ketemu sama ibu ibu dan bilang kalau Harti ada main sama pak Ari, eeeh mereka malah nggak percaya, dan waktu ibu pulang, ibu ngelihat pak Ari sama Harti bertatapan mesra dan pak Ari kasih jajanan ke anaknya Harti satu kantong plastik besar dari Almifi itu loh."


"Owalah Bu, ya biarin aja to, wong bukan urusan kita." jawab Yani cuek dan makin membuat ibunya meradang.


"Kamu itu, masak kamu kalah sama janda kayak begitu, cantik kan kamu, seksian juga kamu Yan. Masak kamu nggak bisa dapatin laki laki yang lebih dari itu janda, kesel ibu." sungut Bu Sumi.


Mendengar ocehan ibunya, seketika Yani terdiam, Yani membenarkan semua ucapan ibunya, "apa aku coba deketin pak Ari aja ya?" batin Yani mulai memikirkan apa yang ibunya katakan, bahkan Yani juga membenarkan yang ibunya ucapkan, seolah lupa kalau sekarang Yani sudah menjadi istri dari Adi, jiwa petualang menaklukkan laki laki kembali mengobar akibat komporan ibunya sendiri.


Harusnya sebagai orang tua, memberi contoh yang baik untuk anaknya, mengarahkannya ke jalan yang benar agar setiap langkah yang dituju mendapat ridho dariNYA, bukan justru menjerumuskan sang anak pada lembah dosa seakan mendorong anak menuju pada api neraka, naudzubilahmindalik.


Peran orang tua sangat penting untuk masa depan anaknya, pola asuh yang benar akan membawa anak pada kebaikan pun sebaliknya, pola asuh yang salah akan membawa anak pada keburukan, segala ucapan, tindakan akan menjadi contoh sang anak dalam bersikap, itulah kenapa kita harus berhati hati dengan lisan, apa lagi seorang ibu yang menjadi madrasah utama untuk anak anaknya.


"Apa ibu akan dukung Yani, kalau Yani selingkuh dari mas Adi?" Yani menatap ibunya serius, seketika bibir tipisnya melengkung kesenangan dengan anggukan sang ibu yang menandakan kalau ibunya memberi ijin dan tentu pasti akan mendukungnya.


"Beneran buk?" ulang Yani dengan wajah kegirangan.


"Iya, dari pada Kamu hidup susah terus yan, Adi juga tidak bisa beri kamu uang banyak, tapi kamu harus bisa bermain cantik loh Yan, jangan sampai Adi tau kalau kamu main serong, karena sulit mendapatkan laki laki kayak Adi di jaman sekarang ini." ucap Bu Sumi panjang lebar tanpa merasa kalau sikapnya sangatlah tidak dibenarkan sama sekali.


"Terus rencana kamu apa setelah ini Yan?" sambung Bu Sumi penasaran dengan apa yang dipikirkan anak kesayangannya.


"Yani berniat menggoda pak Ari, meskipun sudah om om tapi pak Ari masih gagah dan ganteng, kulitnya itu loh Bu, bikin Yani suka, bersih dan yang pasti kaya."


"Kamu yakin Yan, mau dekati pak Ari? dia kan sudah sama Harti."


"Yani akan coba dulu, penasaran sih gimana pak Ari itu, secara Yani kan jauh lebih muda dan cantik kalau dibandingkan sama mbak Harti itu."


"Bener juga kamu ya yan, ibu penasaran gimana kamu nanti deketin pak Ari nya?." Bu Sumi masih terus penasaran.


"Itu urusan Yani lah Bu, ibu lihat saja gimana nanti."

__ADS_1


"Yowes, ibu percaya sama kamu Yan, tunjukkan pesona anaknya ibu yang sangat pandai menaklukkan laki laki itu, dan kali ini kamu harus dapat laki laki kaya Yan, biar kamu nggak terus hidup susah, apa lagi sekarang bapakmu penghasilannya tidak pasti, hasil ngojek ya gitu itu, cukup buat makan, belum susunya Lara."


"Iya Yani tau, kalau ibu bilang dari dulu jika tidak keberatan Yani tebar pesona, pasti sekarang Yani sudah punya uang banyak Bu, dan ibu juga tidak perlu lagi mikir kebutuhan Lara."


"Ibu belum kepikiran Yan, yaa karena lihat Harti sama pak Ari itu aja, ibu kok sakit hati banget, perempuan seperti Harti selalu saja beruntung dan lebih enak hidupnya, kesel ibu."


#cerita ini sebenarnya fakta dan benar terjadi, untuk tempat dan nama nama tokoh sengaja disamarkan untuk menjaga privasi yang bersangkutan, dan untuk mempublikasikan cerita ini, saya sudah ijin pada yg bersangkutan, cerita yg diambil dari kisah nyata yg tentu di bumbui dengan fiksi sesuai dengan gaya bahasa saya, semoga dari cerita ini, saya dan para pembaca bisa mengambil pelajaran, jika peran orang tua untuk surga nerakanya sang anak sangatlah penting, jangan sampai kita sebagai orang tua yang dijadikan panutan oleh anak anak kita memberi contoh buruk, apa lagi menyarankan hal hal yang jauh dari adab dan norma norma agama, naudzubilahmindalik.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


New karya Hawa


#Negeri dongeng Alisia


#Wanita Berkubang Dosa


#Cinta berbalut Nafsu

__ADS_1


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2