Wanita Berkubang Dosa

Wanita Berkubang Dosa
episode 32


__ADS_3

"Mbak Yani juga gak perlu khawatir, nanti setelah bayi itu lahir dan kami akan membawanya pulang, mbak Yani akan kami kasih uang bobok dia juta setengah, sebagai ucapan terimakasih." sambung Bu Rima tenang dan menatap suaminya haru.


"Kalau begitu, kami pamit pulang dulu ya mbak!


Ini ada buah buahan dan susu hamil buat mbak Yani. Dan sedikit uang buat periksa!" Bu Rima menyodorkan dua kantong keresek dan amplop ke arah Yani, disambut dengan suka cita oleh Yani yang langsung merasa senang di dalam hatinya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Setelah kepergian dua tamunya. Yani langsung membuka amplop putih pemberian dari calon ibu asuh buat bayinya.


"Wah tujuh ratus ribu, KA!" Yani begitu senang dan menciumi amplop berisi uang, lalu mengambil satu lembar seratus ribuan untuk diberikan pada Ika.


"Ini buat kamu, KA! makasih ya." sodor Yani dengan senyuman sumringah.


"Kok cuma seratus ribu, Yan?


Jam aku yang nyariin orang buat adopsi bayimu itu." Sungut Ika kesal, karena hanya diberi satu lembar saja dari uang yang diberikan oleh calon orang tua asuh bayi yang dikandung Yani.


"Ini kan buat anakku, Ka! Aku juga harus periksa ke bidan nanti sore, agar bayinya juga sehat, dan makan makanan enak." sahut Yani mencebik karena Ika pasti serakah dan ingin bagian lebih, padahal yang mengandung dan yang sengsara dirinya.


"Tau gitu, mana mau aku nolong kamu nyariin orang, nanti aku sudah gak sudi lagi!" balas Ika masih merasakan dongkol luar biasa, harusnya uang itu di bagi separo, agar sama rata karena sama sama bekerjanya, batin Ika kesal.


"Nanti kalau aku dikasih lagi, kamu aku bagi lagi. Kamu tenang saja lah, Ka!" sungut Yani gemas dan tak suka dengan Ika yang terus meminta lebih.


"Aku mau pulang dulu, mau tidur. Pinggangku rasanya sakit sekali. Ini tak kasih buah buahan buat kamu!" Yani meninggalkan buah buahan di meja, di bagi dua dengan dirinya. Tapi Ika hanya mencebik tak suka, berharap Yani masih mau mengasih uang lagi.


Tanpa perduli dengan raut wajah Ika yang masam, Yani pergi begitu saja membawa kantong kresek berisi buat juga susu hamil. Senyumnya terus merekah karena mendapatkan uang secara mudah tanpa harus bekerja keras.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

__ADS_1


Harti terdiam, menatap kosong halaman rumahnya. Entahlah tiba tiba hatinya terasa berdenyut nyeri, saat matanya menatap bunga bunga kesayangan nya sudah tak seindah dulu.


Sejak beberapa waktu lalu, bunga bunga di teras rumahnya dihancurkan oleh orang yang tidak tau siapa, karena mereka melakukannya saat tengah malam dan tanpa suara gaduh.


"Siapa ya, yang sudah tega merusak tanaman aku?


Perasaan aku gak pernah punya musuh, dan gak pernah ikut campur dengan urusan orang lain, tapi kenapa masih saja ada orang yang jahil dengan merusak bunga bunga kesayangan aku?" batin Harti menatap sendu pada halaman rumahnya.


Sedangkan Lisa tengah asik dengan laptopnya, membaca dan menulis di salah satu platform dan juga sudah menghasilkan uang meskipun tidak seberapa.


Saat tengah melamun, suara dering ponsel mengangetkan Harti dalam lamunannya.


Terlihat nama Ari yang tengah memanggil.


"Hallo asalamualaikum." sapa Harti lembut dan dengan sikap biasa saja, meskipun tak dimungkiri hatinya menghangat dengan perhatian laki laki yang sampai saat ini masih dia rindukan.


"Waalaikumsallm.


"Di rumah. Ada apa?


kok tumben!" sahut Harti masih dengan suaranya yang lembut dan terdengar tenang.


"Gak papa, aku lagi ingin memastikan kalian baik baik saja. Terus terang, aku jadi cemas setelah ada yang berani merusak tanaman kamu. Entahlah, aku yakin itu perbuatan Yani dan komplotannya itu. Menyebalkan sekali mereka!" sahut Ari dengan suara berat, terdengar ia tengah menarik nafasnya kasar.


"kita gak ada bukti, tidak bisa menuduh orang sembarangan. Biarlah jadi urusan Gusti Alloh." sahut Harti masih berusaha tetap tenang menyikapi segala permasalahan hidupnya, meskipun dalam hatinya merasakan perih luar biasa.


"Satu jam lagi aku akan sampai ke situ, ini masih tengah perjalanan dari Ngadiluwih, aku sudah beli beberapa bunga kesukaan kamu. Dan aku juga sudah minta tukang untuk memasang pagar di rumahmu, mungkin mereka akan sampai sebentar lagi, sambut mereka dan bikinkan kopi ya!" Suara tenang dari Ari membuat Harti terhenyak, perhatian dan keperdulian nya membuka luka itu semakin menganga, sakit dan teramat perih.


"Kenapa kamu lakukan itu, Mas?

__ADS_1


Aku takut semua ini jadi fitnah." sahut Harti dengan suara bergetar, tak lagi mampu menahan tangisnya.


"Tolong, biarkan aku melindungi kamu. Aku menyayangimu sampai kapanpun." sahut Ari dengan nada yang terbata, tak sanggup membendung perasaannya. Meskipun sudah menikah dan mempunyai istri, Ari tidak pernah bahagia, istrinya bahkan tidak pernah perduli sama sekali padanya, hanya meminta uang dan menghabiskannya, tanpa mau tau dengan kebutuhan Ari selama ini.


Rumah tangganya hambar, tanpa ada cinta diantara mereka, bahkan istrinya secara terang terangan sudah memiliki lelaki lain. Makanya saat mendengar kabar jika suaminya kembali mendekati mantannya, yaitu Harti. Istri Ari sama sekali tak terpengaruh bahkan tak perduli sama sekali.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


New karya Hawa


#Negeri dongeng Alisia


#Wanita Berkubang Dosa


#Cinta berbalut Nafsu

__ADS_1


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2