Wanita Berkubang Dosa

Wanita Berkubang Dosa
episode 40


__ADS_3

"Jangan, kasihan. Dia pasti belum tau jalan.


Begini saja, biar aku minta bantuan temanku, dia kuliah di Kediri, jadi dia hafal jalan disana. Kebetulan dia sedang libur." Sahut Damar juga merasa iba melihat nasib bocah yang seusia adik perempuannya.


"Ide bagus itu!


Cepat hubungi teman kamu itu, Le. Takutnya Rini keduluan kembali." sahut suaminya Bu Zenab.


Lantas Damar menghubungi temannya, dan Putra nama teman damar langsung otw setelah Damar menceritakan nasib Lara, jiwa penolongnya langsung terketuk.


Pukul empat sore, Putra temannya Damar sudah datang dan sudah siap mengantarkan Lara pulang, ternyata kampus Damar tak jauh dari daerah rumahnya Lara.


Bu RT dan Bu Zenab menyelipkan yang pada Lara untuk pegangan karena merasa iba.


Sedangkan Damar yang niatnya benar benar tulus membuat tak mau diberi uang bensin.


Lara berangkat tanpa membawa apapun, bahkan baju ganti juga tidak, cuma menggunakan kaos dan kulit yang sudah lusuh, karena kasihan Danar memberikan jaketnya agar lara di jalan tidak terlalu kena angin.


"Alhamdulillah, akhirnya si Lara bisa bebas.


Ayo kita cepat pergi dari sini, sebelum nenek lampir dan gerandongnya pulang dan melihat kita disini, bisa perang dunia ke sepuluh." ajak Bu Zenab semangat dan langsung di ikuti yang lainnya.


Para tetangga sudah tau semua niat baik Bu RT, dan mereka akan tutup mulut jika nanti Rini dan suaminya akan mencari keberadaan Lara. Bagi mereka yang penting Lara sudah di selamatkan dari siksaan Rini dan suaminya.


Dan benar saja, keluarga Rini pulang pukul tujuh malam, dan Rini sudah teriak teriak murka mencari keberadaan Lara.


Mungkin saat melewati toko buahnya sudah tutup, Rini pikir kalau Lara sudah dirumah, tapi ternyata rumahnya masih gelap, tidak ada tanda tanda kehidupan di dalamnya.


"Kurang ajar! kemana anak itu.


Dia sudah berani membantah ucapanku!" geram Rini nyalang, sambil mondar mandir di depan teras rumahnya.


Para tetangga sengaja menutup pintu rumahnya, agar wanita itu tidak banyak bertanya dan ujung ujungnya akan mengeluarkan makian.


"Sudah jangan teriak teriak terus kamu, Bu!


Anak sialan itu sudah gak ada, gawat!


Kalau dia beneran pulang, pasti dia akan ngadu pada bapak juga Yani.


Arrrgh sial memang!" gerutu suami Rini geram.

__ADS_1


"Lara kabur pasti ada orang yang membantunya. Aku akan cari tau siapa orang itu dan akan aku buat perhitungan!


Enak saja ikut campur urusanku." sungut Rini dengan wajah memerah, curiga dengan para tetangganya, karena Lara tidak mungkin kabur kalau tidak ada yang membantu anak itu, dia tidak punya uang sama sekali dan tidak tau apa apa kalau mau naik kendaraan umum.


Dengan emosi yang meletup, Rini menggedor rumah Bu Sumi tetangga sebelah kanan rumahnya, Bu Sumi begitu tidak menyukai Rini, pasti dia yang sudah membantu Lara kabur, pikir Rini dalam otaknya.


"Keluar kamu Sumi!


Janda sialan! Pasti kamu yang sudah bantu keponakanku kabur,. hah? Keluar kataku!"


Brak! Brak! Brak! Rini tanpa peduli sopan santun terus menggebrak rumah Bu Sumi.


Merasa geram dan terganggu, akhirnya Bu Sumi keluar dan menatap nyalang Rini, dan para tetangga ikut keluar rumah karena mendengar suara ribut ribut diluar ulah Rini.


"Heh, perempuan setan!


Tau sopan santun gak?


Datang itu baik baik, bukan kayak orang kesurupan, dasar otak kuda lumping!" semprot Bu Sumi kesal dengan perilaku Rini yang sudah keterlaluan.


"Kamu kan yang sudah bantu lara kabur?


Ayo ngaku, atau aku akan beri pelajaran agar kamu tak lagi lancang ikut campur urusan orang!" sahut Rini dengan berkacak pinggang sambil matanya melotot menatap benci Bu Sumi.


Jangan asal nuduh kamu!


Aku baru saja pulang menjemput anakku dirumah bapaknya. Kalau gak percaya kamu bisa tanya tetangga yang lain, dan lihat itu Teguh sudah ada di dalam!


Dasar gila, bisanya cuma bikin keributan saja!" sungut Bu Sumi kesal dan terbakar emosi oleh tuduhan Rini yang tanpa bukti.


"Ada apa Bu, kenapa rame rame?


Teguh keluar dengan masih mengenakan sarung, habis menjalankan sholat isya dan mendengarkan ribut ribut, Teguh langsung keluar dari kamarnya.


Teguh anak Bu Sumi, sekarang sudah jelas tiga SMP, tapi sejak Bu Sumi dan suaminya bercerai teguh ikut tinggal dengan bapaknya, dan akan pulang kerumah Bu Sumi tiap seminggu sekali, itupun dengan di jemput Bu Sumi dirumah mantan suaminya.


"Benar apa yang dikatakan Bu Sumi, Bu Rini!


Bu Sumi baru pulang habis magrib tadi sama Teguh. Dan saya juga dari tadi tidak lihat Lara lewat sini." sahut Bu Rodiyah ikut meluruskan, pura pura tidak tau kalau Lara kabur di bantu oleh Bu RT dan Bu Zenab.


"Lalu siapa yang sudah berani bantu anak itu kabur?

__ADS_1


Tidak mungkin dia pergi sendiri, karena dia tidak tau apa apa dan tidak punya uang!" sungut Bu Rini masih terbakar oleh emosi.


"Lara itu pintar, barangkali dia minta tolong sama salah satu pembeli pas ada yang ke toko buat beli buah, iya gak?" Bu Zenab ikut menimpali dan menatap sengit pada Bu Rini yang langsung berpikir keras, setelah mendengar ucapan Bu Zenab.


"Jadi selama ini kamu gak pernah kasih Lara uang ya, Rin?


Kamu jadiin anak itu babu gratisan gitu?


Dasar perempuan setan, kamu!


Pantesan Lara kabur!" sungut Bu Sumi mencebik benci pada Rini yang langsung mendelik tak suka.


"Hati hati Rin, kamu bisa dilaporkan ke polisi.


Bisa di penjara kamu!


Apalagi, Lara itu masih di bawah umur, bisa kena pasal berlapis kamu!" tiba tiba pak Romi datang dan ikut angkat bicara, membuat Rini langsung gemetar dan pergi begitu saja, tak perduli suara suara yang kian mencemoohnya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


New karya Hawa


#Negeri dongeng Alisia


#Wanita Berkubang Dosa


#Cinta berbalut Nafsu

__ADS_1


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2