
Setelah menempuh perjalanan selama berapa jam,sampailah pak mahmud di depan sebuah rumah yang sangat megah,asri,bak sebuah istana,pak mahmud sangat terkagum2 melihatnya,
"ternyata nyonya memang berasal dari keluarga yang sangat kaya,pak mahmud berguman dalam hati
lalu pak mahmud turun dari mobil dan menekan bel yang ada di depan pagar,seorang laki2 berbadan besar terlihat datang dari arah pos keamanan.
"anda siapa,mencari siapa dan ada keperluan apa?penjaga itu bertanya
"saya mahmud,ingin bertemu dengan tuan subagja,saya kesini di suruh oleh tuan Dedi sanjaya,pak mahmud menjawab.
Mendengar nama dedi sanjaya penjaga itu terlihat terkejut.tapi dengan cepat merubah sikapnya seperti semula.
"tunggu sebentar,
lalu penjaga itu pergi dan berapa menit kemudian dia kembali,lalu pagar itu terlihat terbuka sendiri.
"silahkan masuk tuan subagja telah menunggu di dalam.
pak mahmud tersenyum lalu berlari kedalam mobil,dan menjalankan mobil masuk keperkarangan rumah, sampai di depan pintu utama,
"den,den rio kita sudah sampai den!
membangunkan rio yang tertidur di kursi belakang.
"kita dimana pak
"kita udah sampai dirumah kakek,neneknya den rio.
rio turun melihat sekeliling,meskipun mereka sampai pada malam hari tapi di sekeliling rumah itu terlihat sangat terang karna begitu banyak lampu2 yang menyala.
pak mahmud mengeluarkan barang2 dari mobil
"ayo kita masuk den!mengajak rio masuk.
didepan pintu utama yang begitu besar terlihat seorang wanita paruh baya berpakaian seragam pelanyan berdiri menanti siap menyambut mereka
"selamat malam tuan silahkan masuk.
matanya melihat sejenak kearah rio,wanita itu sedikit heran karna rio terlihat sangat kurus,wajahnya terlihat datar,tatapannya kosong melihatkan kesedihan.
"ayo ikut saya,tuan dan nyonya sudah menunggu di dalam.
mereka berjalan menuju sebuah ruangan yang sangat besar,rio memperhatikan semua isi rumah itu,dia sedikit ketakutan.rio melirik kearah wanita itu lalu secara reflek memegang kaki pak mahmud.
pak mahmud kemudian memegang tangan rio
"tidak usah takut den,mereka orang2 baik,
__ADS_1
pak mahmud menenangkan rio,dia tau rio pasti takut bertemu orang2 baru setelah apa yang dialaminya.
didalam ruangan itu terlihat sepasang suami istri duduk berdampingan.saat melihat tamu yang mereka tunggu sudah datang mereka serentak berdiri,dan melihat kearah pak mahmud.mereka tersenyum tapi sangat terlihat diwajah mereka,ada kecemasan.
"malam tuan,nyonya,
pelayan itu membeti salam,lalu menundukkan kepalanya.
"silahkan duduk pak.
wanita yang di panggil nyonya itu langsung berbicara tanpa menunggu penjelasan dari pelayan
sepasang suami istri itu terperangah ketika melihat seorang anak kecil,yang baru mereka sadari sedari tadi bersembunyi dibelakang kelaki itu
"ayo den kita duduk
rio duduk sangat rapat dengan pak mahmud menyembunyikan wajahnya di balik tangan pak mahmud
"den tidak usah takut mereka keluarga den rio
mencoba melepaskan tangan rio dari lengannya.
mendengar ucapan lelaki itu pasangan suami istri itu kelihatan kebingungan.mereka duduk dan terus menatap anak kecil itu.
setelah mereka semua duduk dan pelayan itu pergi,
lelaki itu bertanya dengan tidak sabar,sedangkan wanita disampingnya duduk sambil meremas tangannya,terus menatap anak kecil itu,dia merasa tidak asing dengan wajah anak itu,mata anak itu mengingatkannya akan seseorang.
"maaf tuan kami mengganggu waktu istirahat
tuan dan nyonya,saya pak mahmud,saya datang kesini disuruh oleh tuan saya dedi sanjaya untuk mengantarkan den rio,cucu tuan dan nyonya
setelah bicara pak mahmud melihat kearah rio.
"den beri salam pada kakek dan nenek den rio
Rio hanya diam menatap sepasang suami istri itu secara bergantian lalu kembali menundukkan kepalanya,
"maaf tuan,nyonya den rio memang sedikit pendiam orangnya,menjelaskan
mendengar penjelasan pak mahmud suami istri itu terkejut
"cucu,dia cucu kami,
wanita itu berbicara dengan suara bergetar,menatap sedih anak kecil itu
" iya nyonya,den rio anak dari almarhum putri nyonya,dan tuan dedi
__ADS_1
suami istri itu kembali terkejut,wanita itu tidak bisa menahan tangisnya
"almarhum apa maksud mu.
lelaki itu bertanya dengan suara tinggi,tidak percaya dengan apa yang didengarnya
pak mahmud merasa takut,tapi dia memberanikan dirinya,
"ini tuan,surat dari tuan dedi,ini akan menjelaskan semuanya.
ketika pak mahmud memanggil dedi untuk berangkat mengantar rio tadi,dedi memberikan surat itu dan menyuruh pak mahmud berikan surat itu kepada mertuanya, surat itu akan menjelaskan semuanya,dan mereka pasti akan menerima rio dengan baik.
lelaki itu menerima surat itu,dengan ragu dia membukanya,sebelum membaca terlebih dulu dia melihat istrinya yang telah menangis dari tadi.
Terjadi keheningan,selama lelaki itu membaca surat ,mimik nya berubah-ubah sedih,marah,tegang.terpacar dari wajah lelaki itu
setelah selesai membaca surat itu,tidak dia sadari ada air mata menetes membasahi pipinya.lalu dia memberikan surat itu kepada istrinya tapi tatapan tertuju pada anak kecil itu,dia menatap sedih karna sudah tau apa yang baru saja dialami cucunya itu.
"kemarilah nak,jangan takut saya kakek mu kakek subagja,ayah dari ibu mu,sambil menggulurkan tangannya.
"den rio ,kakek den rio memanggil,
membantu rio berdiri,dan memberi sedikit dorongan agar rio berjalan menghampiri kakeknya.
sebelum melangkah,rio melihat pak mahmud dengan mimik bertanya
pak mahmud menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
rio melangkah ragu tapi baru berapa langkah,wanita itu terlebih dulu menghampiri rio dan memeluknya erat sambil menangis
"sayang jangan takut ini nenek,kamu aman disini,tidak akan ada yang menyakiti mu lagi kakek dan nenek akan menjagamu.
tuan subagja mendekati mereka dan memeluk mereka berdua secara bersamaan.
"sayang papa akan menjaga anakmu dengan baik,beristirahatlah dengan tenang disana.
pak mahmud tersenyum melihatnya,dia merasa lega.
"semoga den rio mulai hari ini bisa hidup bahagia.
Bersambung..
****
Terimakasih sudah membaca tinggalkan like dan komen.
"
__ADS_1