Wanita Impian

Wanita Impian
EPISODE 66


__ADS_3

Di villa Sony sedang berbicara dengan Adiguna dan Saripah.Sony berencana untuk pulang ke kota besok pagi.Karna Sony harus masuk kuliah di hari senin.


"Kek, besok pagi Sony pulang ke kota ya!"


"Bagaimana dengan masalah dengan Rio apa kita tidak perlu membicarakannya lagi."


"Emangnya kalian ada urusan apa dengan Rio?"


Saripah bertanya karna dia penasaran apa yang ingin mereka bicarakan dengan Rio.


"Hanya masalah bisnis nek!"


Sony sengaja membohongi Saripah.Tapi tanpa diduga Adiguna bertanya sesuatu yang


membuat Saripah dan Sony kaget.


"Saripah apa kamu mengenal Rio dan Gina sebelumnya?"


Saripah yang kaget dengan pertanyaan Adiguna menjawab dengan terbata-bata.


"Ti..tidak,aku tidak mengenal mereka sebelumnya."


"Tapi kenapa dari kemarin dan hari ini tatapan mu pada mereka seolah-olah kamu menyimpan sesuatu pada mereka?"


"Masak..iya?"Kamu salah liat mungkin.Aku,aku tidak mengenal mereka."


Saripah terlihat gelisah,Saripah takut kalau Adiguna dan Sony mencurigainya.


"Tapi kenapa nenek jadi gelisah begitu?"


"Sony ikutan bertanya.


"Ah kalian ada-ada saja.Mana mungkin nenek mengenal mereka."


Saripah berdiri dari duduknya dan masuk kedalam kamarnya.


"Nenek kekamar dulu mau istirahat.


Saripah takut Sony dan Adiguna semakin bertanya yang aneh-aneh padanya.Setelah Saripah masuk kedalam kamar Sony mengajak Adiguna untuk keluar dari villa.


"Kek,Sony semakin curiga dengan nenek Saripah.Apa mungkin nenek Saripah memang menyembunyikan sesuatu dari kita?"


"Sebenarnya kakek juga merasakannya.Kakek sering melihat nenek berbicara di telepon dengan seseorang sambil sembunyi-sembunyi.Tapi setiap kakek bertanya,dia selalu menyangkalnya dan bilang kalau dia berbicara dengan seorang temanya di kota.Dan saat kakek bertanya siapa nenek mu selalu membuat alasan."


"Begini saja kek,bagaimana kalau kita ke villa Rio dan bertanya tentang anak dari tante Amanda dan sekalian membantah tuduhan Rio yang menduga bahwa kakek adalah dalang dari semua hal buruk yang terjadi pada keluarganya.Rio mengira kalau kakek menyimpan dendam karna kejadian di masa lalu."


"Rio berfikiran begitu.Pantasan saja Rio selalu bersikap waspada dan selalu memperhatikan gerak-gerik kakek."


"Jadi bagaimana kek,apa kita ke villa Rio sekarang!"


"Tapi ini sudah hampir sore.Apa kita tidak mengganggu nantinya?"


"Biar aja sekali ini!"Lagipula besok Sony akan pulang kekota jadi tidak ada waktu lagi.Sony ingin semuanya jelas dan tidak ada lagi kesalahpahaman antara keluarga kita dan keluarga Rio."

__ADS_1


Adiguna berfikir sejak dan lalu menyetujui rencana Sony.


"Baiklah,ayo,,,kita kesana!"


****


Gina membuka matanya dan melihat Rio yang masih tertidur di hadapannya.Gina menggeser tubuhnya merapat pada tubuh Rio dan menyusupkan kepalanya di dada Rio.


Gina memainkan jarinya di dada Rio yang membuat tidur Rio terusik.


Rio menggeliat dan memutar tubuhnya ingin menjauh dari gangguan tangan Gina karna Rio masih mengantuk.Tapi Gina menahan tubuh Rio dengan langsung memeluk Rio,dan meletakkan kepalanya di atas dada Rio yang bidang.


"Mas,mas Rio!"


Gina membangunkan Rio


"Em...!


"mas...!!


"Em..!!


Gina kesel karna Rio tidak menjawabnya dengan jelas.


"Mas Rio...!!


Gina meninggikan suaranya membuat Rio tersadar dari tidurnya.


"Iya sayang ada apa?"


"Iya,maaf in mas.Tapi ada apa sayang?"


Rio menyium kepada Gina yang sedang tidur didadanya.Hal itu membuat Gina tersenyum senang.Entah kenapa Gina ingin sekali bermanja-manja dengan Rio dan dimanja oleh Rio.Gina kembali memainkan jarinya di dada Rio dan sesekali menyium lembut dada Rio.


"Mas,Gina mau lagi!"


"Maksudnya?"


Rio kembali tidak paham dengan apa yang dimaksud oleh Gina.Hanya saja Rio merasa geli dengan kelakuan Gina didadanya.Membuat darah Rio berdesir dan membangunkan sesuatu di balik selimut.


"Mas...!!!


Gina memanggil Rio dengan suara parau dan menatap Rio dengan mata yang sayu.Membuat Rio mengerti apa yang di inginkan Gina.Walaupun Rio juga menginginkannya,tapi Rio tetap bertanya pada Gina.


"Kamu nyakin sayang,kita kan baru saja melakukannya.Sekarang kamu lagi hamil muda loh!Apa tidak berbahaya buat anak kita?"


"Kalau mas nggak mau bilang aja,nggak usah membuat alasan."


Sebenarnya Gina juga tidak mengerti dengan dirinya yang hari ini selalu bernafsu saat melihat Rio.padahal sebelum-sebelumnya Ginalah yang selalu kewalahan melayani hasrat Rio tapi sekarang malah sebaliknya.


Gina mendudukan dirinya dan tanpa sengaja Gina melihat sesuatu yang menonjol didalam selimut membuat Gina tersenyum.


"Katanya nggak mau,ternyata sudah ada yang bangun duluan."

__ADS_1


Gina meremas yang yang ada di balik selimut.Itu membuat Rio mendesah.


"Mas bukan bilang nggak mau sayang tapi apa tidak apa-apa buat kehamilan mu?"


Rio bicara dengan nafas yang memburu karna Gina masih terus mengelus dan meremas sesuatu yang sudah semakin menegang di balik selimut.


"Kita kan bisa pela-pelan mas atau Gina bisa diatas atau main samping atau gaya lainnya yang tidak membuat perut Gina tertekan."


Gina memberi saran sambil memasukan tangannya kebalik selimut dan menyentuh yang dari tadi dipermainkannya secara langsung tanpa dihalangi selimut.Hal itu membuat Rio semakin mendesah dan tidak bisa menahan hasratnya lagi.


Rio menarik tubuh Gina pelan sehingga berbaring kembali disampingnya dan Rio langsung menyiumi wajah Gina dengan bernafsu membuat Gina tertawa kecil dan tawa Gina berhenti saat Rio ******* bibirnya.


Gina dan Rio akhirnya tertidur lagi setelah melakukan aktivitas yang melelahkan.Mereka seakan menjadi pengantin baru yang menghabiskan waktu dikamar sepanjang hari .


Setelah berapa jam Rio terbangun karena merasa lapar.Rio melihat jam yang ada di dinding kamar.


"Pantas saja aku merasa lapar sudah sore ternyata.Apalagi aku sudah mengeluarkan tenaga yang ekstra untuk melayani hasrst Gina yang menggila."


Rio bangkit dari tempat tidur dan pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri.Saat keluar dari kamar mandi Rio melihat Gina masih tertidur pulas sambil tersenyum.


"Apa dia sedang bermimpi,kenapa senyum-senyum begitu?"


Rio mendekati Gina untuk membangunkannya tapi Rio menghentikan langkahnya disaat Gina mendesah dalam tidurnya.


ah....ah...!!!


"Apa yang dimimpikannya sampai mendesah begitu?Apa dia mimpi sedang bermesraan,tapi dengan siapa?"


Rio kembali ingin membangunkan Gina karna penasaran dengan mimpi Gina.Tapi kembali Rio urungkan karna Gina mengerang menyebut nama Rio.


"Ah ..!!!Mas Rio...!"


Rio tersenyum sambil geleng-geleng.


"Apa kamu belum puas sayang,sampai kamu mimpi sedang bercinta dengan ku."


Rio menyium kening Gina dan merapikan selimut Gina yang sedikit tersingkap yang memperlihatkan paha Gina yang mulus.Lalu Rio keluar dari kamar dan menuju dapur mencari makanan.


Bersambung...!!!


****


Jangan lupa dukung penulisnya,dengan


* like


* komen


* vote


* tip


Trimakasih!!!

__ADS_1


Jangan lupa mengikuti kisah Rio dan Gina selanjutnya.


__ADS_2