
Rionald sanjaya sedang duduk bersantai dibalkon kamarnya sambil meminum secangkir kopi.Gina yang baru saja selesai mandi datang menghampiri rio.Rambut gina masih basah membuat gina terlihat sangat seksi dimata rio,
"Mas besok antarin gina beli gaun untuk acara ultah perusahaan ya mas."
Bukannya menjawab gina,rio berdiri dan mendekati gina dengan tatapan sayu,membuat gina memundurkan tubuhnya hingga terbentur kaca pintu.
"Mas mau ngapain?"
Gina menyilangkan tangannya didada mencoba melindungi dirinya,hal itu membuat rio tersenyum penuh nafsu,dengan cepat rio mengunci tubuh gina yang sudah menempel di kaca,rio mencium bibir gina dengan lembut,mencecap,mengisap bibir gina sampai mereka kehabisan nafas.Sesat rio melepaskan ciumannya untuk menarik nafas,
"Mas nanti dilihat orang sekarang kita ada dibalkon."
Gina mencoba menghentikan rio yang sudah mau mencium gina lagi tapi rio tidak peduli rio kembali mencium gina dengan lebih bernafsu,rio menuntun tubuh gina masuk kekamar dan menuju tempat tidur dengan terus mencium leher gina yang membuat gina mendesah,
"mas...ah!!"
Mendengar desahan gina menambah gairah rio,rio menjatuhkan tubuh mereka di atas tempat tidur dan dengan tidak sabar rio membuka baju gina karena sedikit kesusahan
rio menarik paksa pakaian gina sehingga membuat gina sedikit meringis,
"Mas pelan-pelan dong!!"
"Maaf,mas sudah tidak tahan lagi."
Rio membuka bajunya dan Rio kembali melancarkan serangannya,rio menjelajahi semua tubuh gina dengan tangan juga bibirnya,membuat desahan gina semakin
keras,rio semakin bernafsu dan terus mencari kenikmatan dan memberi kenikmatan sampai mereka sama-sama mengerang mendapatkan
pelepasan.
Rio memeluk erat tubuh gina berapa saat lalu
mencium kening gina dengan lembut lalu menjatuhkan tubuhnya dari atas tubuh gina dan menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka yang masih dibasahi oleh keringat.
Setelah mengatur nafasnya sehingga teratur gina melihat rio yang menutup matanya,
"Mas rio,mas sudah tidur?"
"hem,,,!!
"Mas besok antarin gina beli gaunya,kalau mas nggak bisa gina bisa pergi sendiri ko'
tapi gina izin ya besok pulang cepat."
"Nggak usah mas sudah belikan kamu gaun besok siang akan diantar kekantor."
Mendengarnya membuat gina senang,gina memeluk rio dan mencium bibir rio dengan cepat.
"Makasih ya mas!"
__ADS_1
Tapi apa yang dilakukan gina membangkitkan
gairah rio kembali,sentuhan tubuh gina yang polos ditubuhnya menimbulkan sensasi yang membangkitkan gairah rio,
"Sebagai tanda trimakasih kamu harus melayani mas,mas mau lagi."
Tanpa menunggu jawaban dari gina rio kembali beraksi dan gina dengan pasrah
kembali melayani rio.
Rio memang bukan tipe lelaki yang meminta jatah setiap malam tapi apabila sedang bergairah rio sangat susah untuk terpuaskan sehingga membuat gina selalu kewalahan tapi tetap menikmatinya.
****
Gina merasakan tubuhnya begitu lemas,tapi itu sudah biasa dialaminya setiap melayani rio dikamar,gina pasti mengalaminya sehingga gina sudah menyiapkan vitamin untuk menambah staminanya.Gina meminum
vitamin sesudah sarapan itu membuat rio curiga,
"Kamu minum obat apa,kenapa setiap kita berhubungan badan mas melihat kamu minum obat,jangan bilang kalau kamu minum pil penunda kehamilan?"
Rio terlihat sangat marah,dengan cepat gina menggelegkan kepalanya stelah selesai meminum vitamin itu gina langsung menjelaskan,
"Bukan mas ini bukan obat penunda kehamilan,ini hanya vitamin habis setiap mas meminta jatah mas melakukannya berulang-ulang kali jadi gina kecapean mas,tubuh gina lemas jadi gina meminum vitamin untuk menambah stamina kalau mas tidak percaya ini mas lihat sendiri."
Gina memberikan botol obat yang dipegangnya pada rio,rio mengambilnya
"Tapi ini tidak akan menggangu rahim kamu kan?"
Gina menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang merona karna malu.Rio yang melihat itu mendekati gina dan menyentuh dagu gina dan mengangkat agar gina melihatnya,
"Bukan cuma mama yang kepengin cucu,tapi mas juga mas kepengin punya anak dari kamu."
Rio mencium kening gina,
"karna itu mas akan lebih sering meminta jatah,jadi kamu harus lebih rajin minum vitamin ini."
Rio memberikan kembali botol obat itu ketangan gina dan menarik-naikan alisnya
menggoda gina,membuat wajah gina semakin merona.Gina memukul dada rio manja dan memeluk rio.
****
Gina sedang menyiapkan makan siang diruangan rio karna sebentar lagi waktunya jam makan siang dan hari ini mereka akan makan siang dikantor sebab hari ini mereka akan pulang lebih cepat karena harus bersiap untuk menghadiri pesta ulang tahun perusahaan keluarga sanjaya.
Gina duduk disofa menunggu rio menyiapkan pekerjaan.
"Mas rio kita makan yok, udah waktunya makan siang."
Rio menghentikan kerja dan menghampiri gina dan duduk disebelah gina.Mereka baru memulai makan tapi dihentikan oleh suara ketukan pintu,
__ADS_1
"Permisi pak ini ada kiriman buat gina."
Surya masuk dan memberikan sebuah paperback pada gina dan keluar dari ruangan rio.
Gina meletakan paperback di samping sofa dan melanjutkan makan siang.
"Kamu nggak membuka dan melihat isinya apa?"
Rio bertanya sambil menyantap makan siangnya.
"Itu bukan gaun yang mas beli buat gina,jadi nanti saja saat gina mau nemakainya nanti kotor."
"Emangnya kamu tidak mau melihat dulu siapa tau kamu tidak suka biar bisa cepat diganti."
"Tidak perlu mas rio,gina nyakin dengan pilihan mas rio dan gina suka semua pemberian dari mas rio."
Gina tersenyum pada rio,
"Kamu itu memang jago kalau soal merayu,walaupun kamu masih anak kecil tapi soal rayu merayu kamu jagonya."
Rio mengacungkan jempolnya.Gina cemberut
mendengar ucapan rio,
"Gina bukan anak kecil,gina udah dewasa gina sekarang sudah hampir 19 tahun,lagian gina bukan merayu mas rio,tapi memang kenyataan kalau gina suka semua pemberian mas rio."
"iya,iya nggak usah cemberut gitu,cepat habiskan makan siang mu bentar lagi kita ada rapat."
Gina melanjutkan makan siang,dan setelah selesai gina merapikan meja dan membuang semua sampah bekas makanan dan kembali kemejanya untuk menyiapkan semua berkas yang diperlukan untuk rapat.
Gina menghentikan kegiatannya saat ponselnya berbunyi,
"Hallo pa,papa apa kabar!"
Ternyata Darmawan yang menelpon,
"Iya pa gina dan mas rio akan datang,apa papa juga akan datang?"
"Oh...iya pa,gina mengerti gina akan memberi tau mas rio.
Gina memasukan ponsel kekantong blazer yang dipakainya setelah darmawan mengakhiri pembicaraan.Wajah gina terlihat cemas dengan hal yang diberi tau darmawan,gina berfikir untuk tidak pergi keacara itu tapi dedi sanjaya sudah mewanti-wanti mereka harus datang.
Gina menjadi bingung,lalu gina menarik nafas
dan membuang dengan cepat,
"Semoga semua baik-baik saja."
Gina mengambil berkas dan berjalan menuju ruang rapat menyiapkan semua yang diperlukan untuk rapat.
__ADS_1
Bersambung...
****