Wanita Impian

Wanita Impian
Perubahan sikap


__ADS_3

Ada pemandangan yang berbeda pada hari ini di kantor semua karyawan bergosip kenapa tidak saat rio dan gina sampai dikantor,rio berjalan sambil memeluk pinggang gina posesif dan wajah rio yang ceria sambil sesekali tersenyum mendengar ocehan gina yang masih kesal pada rio.


"Mas,gina pulang aja ya gina malu mas,"


"kenapa kamu malu,kamu itu punya suami dan itu wajar mas aja tidak malu kan mas yang melakukannya sehingga jalan kamu aneh begitu."rio menjawab dengan enteng.


"emang pada dasarnya mas nggak punya malu,jawab gina jengkel.


Rio membuka pintu mobil karna hari ini surya tidak menjemput mereka,rio yang memintanya sebab hari ini rio datang sedikit terlambat kekantor,kenapa lagi kalau bukan terlambat bangun sebab mereka tidur setelah menjelang subuh,semua karna ulah rio yang seakan tidak pernah puas.


"ayo turun udah sampai"


Rio keluar mobil dan kemudian membantu gina keluar dari mobil,rio langsung melingkarkan tangannya dipinggang gina,gina menundukan kepalanya malu karna semua mata tertuju pada mereka.


"mas lepasin gina,gina bisa jalan sendiri,ini semakin kelihatan aneh,kita jadi bahan tontonan para karyawan."


"mas enggak lagi bantuin kamu jalan,mas memang lagi kepingin aja berjalan sambil memeluk kamu."


Gina menatap rio jengkel tapi rio hanya tersenyum dan semakin mempererat rangkulan tangannya di pinggang gina dan terus berjalan tidak mempedulikan tatapan para karyawan.


Saat mereka keluar dari lif,surya berdiri menyambut kedatangan rio dan gina,surya kaget melihat gina yang berjalan dengan aneh,sedikit mengangkang.


"gina,kamu kenapa jalan kamu ko'aneh begitu,"


Gina tidak menjawab pertanyaan surya,gina duduk dimejanya gina malu tidak tau harus menjawab apa.Karna gina tidak menjawab surya ingin bertanya kembali tapi dipotong oleh rio


"tidak usah kepo,cepat ikut saya"


Rio masuk kedalam ruangannya,surya melirik gina sebentar lalu masuk mengikuti rio.


Rio duduk dikursinya dan surya berdiri didepan meja kerja rio,


"kamu sudah menikah bukan?"


"iya pak,saya sudah menikah."


surya bingung dengan pertanyaan rio.Rio menarik nafasnya dan melanjutkan bicara,


"waktu kamu melakukan untuk pertama kali apa istri kamu merasa kesakitan,"


Surya semakin bingung dengan pertanyaan rio,tapi surya menyadari meskipun rio lebih tua darinya tapi dia lebih berpengalaman dari pada rio tentang berhubungan dengan seorang wanita secara surya menikah di usia yang sangat muda,


"istri saya kesakitan pak,tapi sakitnya hanya sebentar pak,"


"kamu beri obat apa supaya sakitnya cepat sembuh?"


Surya bertambah bingung,apa iya bos yang terlihat perfect ini ternyata sangat bodoh kalau masalah berhubungan dengan wanita.


"tidak ada pak,kan saya sudah bilang sakitnya hanya sebentar,selanjutnya si enak pak!"


surya menggarut kepalanya yang tidak gatal sambil nyengir.Rio berfikir sejenak lalu kembali bertanya,


"tapi kenapa gina sampai sekarang masih merasa sakit,kamu lihat cara dia berjalan jadi aneh karna dia merasakan perih dibagian kewanitaannya."

__ADS_1


Mendengar ucapan rio membuat surya tertawa,


"jadi gina berjalan aneh begitu karna ulah bapak pantas saja gina tidak menjawab."


Surya kembali tertawa.


"sudah puas tertawanya,"


Rio menatap tajam surya,surya menutup mulutnya dan mencoba menahan tawa,


"emangnya bapak ngelakuin itu berapa kali,"


Surya bertanya sambil senyum-senyum.


"tidak tau saya tidak menghitung,sudah sana


kamu kembali berkerja,bertanya sama kamu tidak ada gunanya."


Surya mengacungkan jempol kepada rio dan terseyum,


"apa maksud mu,"rio menatap tidak mengerti


"bapak hebat bisa melakukannya berkali-kali hanya dalam satu hari sampai tidak terhitung


berarti kemarin bapak libur untuk bersenang-senang dengan gina."


Surya bertepuk tangan dan memberi dua jempol.


"kamu keluar atau kamu sudah bosan bekerja dengan saya,"


Surya masih tertawa saat menuju meja kerjanya,gina yang mendengar surya tertawa mengalihkan perhatiannya pada surya,


"mas surya kenapa ketawa,biasanya kalau keluar dari ruangan bos itu wajahnya pasti cemberut."


"kamu tidak tau ya kalau tadi ada kejadian yang lucu,sangat-sangat lucu malah"


Surya kembali tertawa,membuat gina penasaran,


"kejadian lucu apa,cerita dong ama gina,"


Gina menghentikan kerja dan mendekatkan duduknya ke arah meja surya,gina penasaran,


"kamu nyakin mau dengar ceritanya,ini berkaitan dengan gaya jalan kamu lo!"


Surya melirik gina yang tiba-tiba kehilangan minat dan kembali melanjutkan kerjanya.


"kenapa,nggak jadi mau dengarin cerita lucu,ini lucu banget loh!"


Surya menggoda gina,wajah gina memerah,


"nggak usah gina masih banyak kerjaan.


"ternyata bos kita yang terlihat perfect itu sangat bodoh mengenai wanita,pengetahuannya nol besar."

__ADS_1


Surya kembali tertawa,gina yang mendengar surya mengejek rio menjadi jengkel,


"mas rio tidak bodoh hanya saja mas rio tidak berpengalaman soal wanita."


Gina membela rio,membuat surya tersenyum,


"iya deh,tidak berpengalaman tapi bisa sampai membuat istrinya berjalan aneh!"


Gina melempar surya dengan pena,


"sudah nggak usah dibahas lagi."


Mereka menyudahi obrolan dan kembali berkerja meskipun surya sesekali masih senyum-senyum sendiri mengingat kejadian itu.


****


Gina dan rio lagi duduk di sofa diruangan rio,mereka lagi makan siang sebenarnya tadi rio mengajak gina makan diluar tapi gina menolaknya.


Gina memandangi wajah rio,ada yang ingin dikatakannya tapi gina takut rio marah,tapi rio menyadari itu,


"ada apa,katakan saja mas tidak akan marah!"


Rio menyelesaikan makan siangnya.


"benarannya mas jangan marah,mas rio tadi bicara apa dengan mas surya?"Gina jadi malu!"


"maaf mas hanya tidak mau melihat kamu kesakitan begitu,jadi mas tanya surya obat apa yang dia pakai saat baru menikah dengan istrinya.Mas tidak tidak mengerti sama sekali soal wanita karena dari dulu mas tidak merasa itu penting."


Rio terlihat sedih membuat gina jadi iba,


"nggak pa,pa mas,mas bisa belajar mulai sekarang dan gina senang kok,berarti gina adalah wanita satu-satunya buat mas rio.


Rio tersenyum dan memeluk gina didadanya,


"maafin mas ya,mas tidak akan memaksa kamu lagi sampai kamu sakit seperti ini,mas janji.Rio mencium pucuk kepala gina.


"gina tidak terpaksa mas,gina dengan senang hati melayani mas rio,ini hanya karna belum terbiasa saja.


Mendengar ucapan gina membuat rio bersemangat lagi,


"jadi boleh kalau,"


Rio menghentikan berbicara karna gina sudah menatap tajam seakan mau memakannya hidup-hidup.


"peace"


Rio mengangkat dua jarinya membentuk v dan tersenyum manja.


Gina merasa senang melihat perubahan rio,rio sudah benar-benar merasa nyaman didekatnya terbukti dengan rio yang sudah mulai bersikap manja padanya.


Bersambung...


****

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca,jangan lupa kasih like n komen juga vote sebagai penyemangat.


__ADS_2