
**Sebelum membaca jangan lupa kasih like n komen ya.Like n komen pembaca adalah penyemangat kami untuk menulis.
Bagi yang sudah kasih like n komen terimakasih.
Happy Reading**...!!
****"
Setelah berbicara berbagai macam topik sambil berjalan mereka sampai di villa dimana Adiguna tinggal.
"Ini villa kakek.Villa kalian ada lima ratus meter dari sini kalian ikuti saja jalan ini nanti villa kalian pasti ketemu."
Adiguna menjelaskan pada Gina dan Rio.
"Makasih kek,Senang bisa berbincang-bincang dengan kakek.Lain kali apa boleh kami main ke villa kakek?Karna untuk beberapa hari kedepan kami akan tinggal disini.Senang rasanya bisa bertemu dengan orang yang kita kenal."
"Tentu boleh.Apalagi sepertinya nak Rio ada sesuatu yang ingin dibicarakan dengan kakek.Hanya saja nak Rio belum nyaman untuk menanyakannya."
Adiguna sengaja berkata begitu,karna dari tadi Adiguna melihat Rio yang selalu memperhatikan dirinya.
Walaupun sudah disindir oleh Adiguna, tidak membuat sikap Rio berubah.Harap dimaklumi
karna memang dari dulu kita tau,Rio memang memiliki sifat yang tidak mudah percaya pada orang yang baru dikenalnya.
"Kamu sampai kapan ada disini,atau kamu akan langsung balik ke kota?"
Gina bertanya pada Sony.
"Gue akan disini sampai akhir pekan karna hari senin depan gue sudah masuk kuliah."
Gina mengangguk tanda mengerti.
"Apa kamu sudah membicarakan apa yang kita bicarakan kemarin dengan keluargamu?"
Rio yang sedari tadi diam,tiba-tiba bicara membuat Adiguna,Sony dan Gina serentak melihat kearah Rio.Rio yang mendapat tatapan dari Adiguna,Sony dan Gina tidak bergeming tetap dengan sikapnya yang dingin.
"Kenapa kalian melihat saya seperti itu apa ada dari pertanyaan saya yang salah?"
"Lebih baik kita bicara besok aja.Kebetulan ada yang ingin Gue dan kakek bicarakan dengan kamu."
__ADS_1
Rio melihat Adiguna.Saat dilihat oleh Rio seperti biasa Adiguna hanya membalas dengan senyuman.
"Baiklah besok kami akan datang dan kita akan membicarakan semuanya."
Rio bicara dengan sikap yang masih sama,dingin seperti es batu.
"Ya sudah kek,Sony.Kami balik ke villa dulu.Takut ayah jadi khawatir karna kami tak kunjung pulang."
Gina pamit pada Adiguna dan Sony.Sedangkan Rio hanya diam dan mengikuti Gina pulang ke villa.
"Apa Rio selalu bersikap seperti itu,atau hanya kepada kakek saja?"
Adiguna penasaran dengan sikap Rio yang begitu dingin.
"Rio memang seperti itu kesemua orang yang baru di kenalnya kek,bukan hanya pada kakek saja."
"O...begitu,berarti Rio mewarisi sifat Risma sanjaya.Dingin,cerdik dan selalu waspada.Karna itu terkadang orang-orang lebih segan kepada Risma dari pada Rahman."Keberhasilan yang di peroleh Rahman dulu,tidak lepas dari campur tangan Risma."
"Apakah kakek sangat mengenal keluarga Rahman sanjaya?"
"Bukan kenal lagi,Rahman sanjaya dan kakek sudah bersahabat semenjak kuliah.Tapi sayang persahabatan itu rusak karna ego yang terlalu besar."
"Kalian sudah pulang,kenapa berdiri disitu.Apa kaki kalian tidak capek berdiri terus?"
Sebenarnya saripah kaget melihat Sony dan Adiguna datang bersama Rio serta gina.Karna
Saripah tau Rio adalah anak dari Dedi sanjaya
Orang yang sudah menghancurkan kehidupan
anaknya.
Karna itulah Saripah tidak langsung menghampiri mereka.Saripah penasaran dengan apa yang mereka bicarakan.
"Kami baru sampai ko' nek.Tadi kami baru saja berbincang dengan teman Sony yang kebetulan sedang berlibur disini."
"O... begitu.Ya sudah,ayo masuk udara diluar sudah mulai dingin."
Saripah mengajak Sony dan Adiguna masuk ke villa.Mereka masuk ke dalam villa.Setelah mereka masuk ke dalam villa terlihat seseorang keluar dari persembunyiannya.
__ADS_1
"Bagus,semua berjalan sesuai rencana."
Lalu pria itu pergi kearah yang berlawanan dengan Rio dan Gina.
Saat Gina dan Rio sampai di villa,hari sudah mulai gelap dan Mereka melihat Dedi sanjaya yang sudah menunggu kepulangan mereka.
"Kalian dari mana saja,kenapa sampai pulang se sore ini.Ayo cepat masuk cuaca sudah mulai dingin nanti kalian masuk angin."
Dedi sanjaya terlihat khawatir.
"Lain kali kalau mau jalan-jalan kalian ajak mang jaja.Mang jaja penjaga villa ini,biar kalian tidak tersesat dan jangan pulang sampai sore begini,disini itu beda dengan di kota.Disini itu jam enam sore itu hari sudah gelap dan udara akan sangat dingin."
Dedi berbicara tiada henti membuat Rio merasa heran karna tak biasanya Dedi sanjaya se cerewet ini.
"Iya ayah maaf kan kami,lain kali kami tidak akan mengulanginya lagi.Tapi ayah sangat aneh,kenapa jadi cerewet begini,dimana wibawa seorang Dedi sanjaya yang disegani orang-orang."
perkataan Rio bukan membuat Dedi sanjaya berhenti mengomel.
"Tidak usah mengubah topik pembicaraan.kalau terjadi apa-apa dengan kalian bisa-bisa nanti ayah digatung hidup-hidup sama darmawan dan kakek Ardiansyah.Emangnya kalian senang kalau ayah digantung hidup-hidup."
Bukanya takut melihat Dedi sanjaya yang marah tapi Gina dan Rio malah terlihat menahan tawa.
"Kenapa kalian tertawa,apanya yang lucu?"
"Yang lucu itu ayah,ayah itu tidak cocok ngomel-ngomel begitu cukup nenek Diandra aja yang cerewet."
"Dasar kalian anak durhaka,ayah lagi memberi nasehat kalian malah menertawai ayah."
"Please deh ayah jangan sampai ayah seperti ini didepan bawahan ayah.Nanti bisa-bisa bukanya takut malah dikirain lagi melawak."
Rio dan Gina semakin tertawa.Membuat Dedi sanjaya diam seperti orang yang berfikir,lalu pergi meninggalkan Rio dan gina.Melihat Dedi sanjaya pergi begitu saja membuat Gina menjadi takut.
"Sepertinya ayah jadi benar-benar marah.Bagaimana ini, mas Rio sih ngeledikin ayah!"
"Loh kenapa jadi mas yang salah,kamu kan ikutan tertawa juga.Lagian tadi itu mimik muka ayah memang lucu sih!Jadi mas nggak bisa nahan tawa ya mas!"
"Emang iya sih mka ayah tadi lucu."
Kemudian mereka kembali tertawa.
__ADS_1
Bersambung...!!!
****