Wanita Impian

Wanita Impian
Episode47


__ADS_3

Rio dan gina sedang menatap layar yang dimana terlihat calon bayi mereka.Rio terpana melihat calon bayinya,sampai tidak disadarinya air matanya menetes.Gina yang melihat rio menangis ikut merasa terharu.


"Bagaimana calon bayi kami dokter apa baik-baik saja?"


Rio bertanya dengan antusias,


"Kondisi bayi ya sudah sehat dan kuat pak!"


"Apa kami bisa tau jenis kelamin bayi kami!"


Rio semakin antusias bertanya.Dokter tersenyum pada rio,


"Belum pak,karna kandungan ibu gina masih berumur dua minggu,jenis kelamin dapat terlihat saat usia kandungan lima bulan keatas pak."


Dokter memberi penjelasan pada rio.Rio mengangguk tanda mengerti.


Rio menatap gina sejenak dan kembali bertanya,


"Tapi apa gina sudah boleh pulang dokter?"


"Kondisi kandungan ibu gina sudah sehat dan ibu gina sudah bisa pulang kalau dokter yang menangani ibu gina sudah memperbolehkan tapi ibu gina harus banyak-banyak istirahat dan jangan melakukan pekerjaan yang berat-berat dan hindari stres karna akan berpengaruh pada bayinya."


Rio mendengar dengan seksama perkataan dokter dan mengangguk tanda mengerti.


"Apa masih ada yang ingin bapak rio dan ibu gina tanyakan?"


Dokter melihat rio dan gina secara bergantian.Rio melihat gina sejenak,


"Tidak ada dokter."


"Baiklah kalau begitu sampai jumpa bulan depan di cek up selanjutnya."


Dokter berdiri dan rio menyalami dokter tanda terimakasih.


"Trimakasih dokter.


Gina menyampaikan ucapan terimakasih pada dokter.Dokter pergi meninggalkan gina dan rio.


"Mas rio,kalau nanti gina sudah diperbolehkan pulang, gina masih boleh bekerja kan?"


Gina memandang rio dengan memohon,


"Apa kamu tidak dengar ucapan dokter kalau kamu harus banyak istirahat dan tidak boleh kecapean."


"Tapi kalau gila dirumah aja sendirian kan bosan dan gina bisa stres,dokter kan juga bilang kalau gina tidak boleh stres itu berpengaruh buruk untuk anak kita."


Gina membuat alasan agar rio membolehkan gina bekerja.Rio berfikir sejenak,


"Baiklah kamu boleh bekerja lagipula biar mas bisa selalu menjaga kamu tapi ingat jangan sampai kecapean atau nanti mas bisa minta surya untuk memberikan pekerjaan yang ringan-ringan saja buat kamu."

__ADS_1


"Trimakasih mas rio."


Rio mengangguk lalu menyium kening gina lembut dan mereka berpelukkan.


****


Dedi sanjaya sedang berdiri dihadapan pak ahmad yang terikat disebuah kursi dimana rio dan gina disekap saat itu.


"Apa kamu sudah tau bahwa semua rencana mu gagal,gina sekarang sudah baik-baik saja dan sekarang pun saya sudah tau dimana sinta berada hanya menunggu waktu saja untuk saya tau sinta putri saya atau bukan."


Dedi mengambil kursi dan duduk dihadapan pak ahmad,


"Saya menyesal atas apa yang terjadi dengan amanda tapi saya benar-benar tidak meyangka kalau saat itu amanda mengandung anak saya,saya pun tidak tau kalau amanda dan adinda berteman tapi itu semua sudah berlalu,saya mengakui saya bersalah pada amanda karna itu saya akan melupakan semua kejadian ini dan tidak akan melaporkan kamu pada polisi tapi dengan satu syarat kamu harus pergi jauh dari negri ini dan jangan pernah mengusik keluarga saya dan satu lagi jika benar sinta putri saya,kamu harus melepaskan sinta untuk tinggal bersama saya."


Dedi diam sejenak dan memperhatikan oak ahmad dengan seksama,


"Bagaimana,kamu setuju?"


Amad tertawa lalu meludahi dedi sanjaya,


"Lebih baik saya mati dari pada harus melupakan dendam ku pada mu,karna kau telah menghancurkan kehidupan amanda dan sampai kapan pun saya tidak ajan pernah melepaskan sinta karna sinta putri ku bukan putrimu."


Dedi sanjaya berusaha meredam emosinya,


"Saya akan memberi waktu kamu untuk berfikir,saya akan datang lagi besok."


Dedi berdiri dari kursinya dan pergi meninggalkan ahmad yang berteriak memaki -maki dedi sanjaya.


"Maaf tuan ada kabar buruk,wanita itu berasil lolos dari pengawasan,orang yang mengawasi wanita itu berasil di lumpuhkan,wanita itu mendapat pertolongan dari seseorang."


Orang suruhan dedi itu terlihat ketakutan,dia menunduk sambil gemetar,karna dia tau dedi sanjaya pasti marah mendengar laporannya.


plak,,,,..plak,,,!


Dedi sanjaya menampar orang suruhannya,


Buk,,,buk,,,!


Tidak berhenti sampai disitu dedi lalu meninju orang suruhannya itu.


"Dasar bodoh untuk apa saya membayar kalian dengan mahal kalau untuk mengawasi seorang wanita tua saja kalian tidak bisa."


Dedi bicara dengan berteriak membuat semua orang yang berada diruangan itu ketakutan.


"Saya beri kalian waktu satu hari untuk mencari keberadaan wanita itu kalau sampai gagal kalian akan menerima akibatnya."


Dedi kembali meninju orang suruhannya,


"Kau cam kan itu,nyawa mu taruhannya."

__ADS_1


Dedi pergi meninggalkan orang suruhannya yang tersungkur jatuh menahan sakit ditubuhnya.


Dedi terlihat sangat marah karna dedi takut wanita itu akan menyakiti rio dan gina.


****


Pagi ini gina akan pulang dari rumah sakit.Semua anggota keluarga sudah menunggu kedatangan gina dan rio di rumah rio dan gina,mereka sudah menyiapkan acara penyambutan untuk gina.


Sedangkan dirumah sakit rio dan gina bersiap-siap untuk pulang.


"Apa kamu sudah siap?"


Rio membantu gina turun dari tempat tidur.


"Sudah mas,gina sudah siap,tapi mas apa mama dan nenek tidak datang menjemput gina!"


"Mama dan nenek sudah nungguin kita dirumah begitu juga yang lain mas tadi yang suruh mereka untuk menunggu di rumah saja,tidak usah datang menjemput ke rumah sakit."


"O...!!!"


Gina mengangguk tanda mengerti.


Rio dan gina pulang menuju rumah mereka.


Saat mereka sampai di rumah,semua anggota keluarga menyambut dengan gembira mereka memeluk gina secara bergantian.


Renata dan diandra berebutan menggandeng tangan gina,membantu gina masuk kedalam rumah.


"Mama,nenek,gina sudah bisa jalan sendiri tidak usah rebutan begitu bukannya membantu gina,mama dan nenek malah membuat gina susah untuk berjalan."


Yang lain hanya tersenyum melihat tingkah renata dan diandra yang seperti anak kecil yang berebutan mainan.


"Memang disini hanya saya saja yang bersikap dewasa,tidak seperti kalian yang kekanak-kanakkan."


Risma yang biasa hanya diam saja ikut bersuara membuat renata dan diandra menjadi malu.Karna mereka tau kalau risma adalah wanita yang mempunyai wibawa layaknya seorang ratu.Risma sangat pendiam,sebagai istri dari seorang rahman sanjaya risma dikenal sebagai wanita super karna memegang peran penting dalam kerajaan sanjaya grup.


"Ayo kita masuk,kenapa jadi berdiri diluar begini."


Gina berusaha memecah ketegangan,gina sendiri tidak mengerti kenapa mendengar nenek risma bicara semua orang jadi diam.


Gina memang tidak terlalu mengenal risma karna selama ini gina jarang bertemu dengan risma,hanya beberapa kali itu pun risma selalu diam saja,membuat gina sungkan untuk memulai pembicaraan.


Semua orang masuk ke dalam rumah dan kembali heboh,apalagi saat gina ingin makan renata dan diandra kembali bertingkah seperti anak kecil rebutan menyiapkan makanan untuk gina membuat yang lainnya hanya geleng-geleng kepala.


Bersambung....


****


plesae kasih like dong,dengan memberi like tidak akan membuat jempolnya jadi cantengan kan😁😁😁

__ADS_1


vote juga boleh loh..!


Terimakasih.


__ADS_2