Wanita Impian

Wanita Impian
Episode 39


__ADS_3

Seminggu sudah gina bekerja sebagai asisten pribadi rio,masa percobaan yang diberikan rio sudah berakhir,rio memanggil gina dan surya keruangannya,


"Bagaimana perkembangan gina selama seminggu ini apa gina bisa mengikuti cara kerja sesuai dengan standar kantor."


Surya memberikan laporan hasil kerja gina selama seminggu ini,


"Semua pekerjaan yang saya berikan pada gina dapat dikerjakan dengan baik pak itu laporannya."


Rio melihat hasil laporan yang diberikan surya dan melihat gina.Gina melihat rio dengan was-was.


"Dari hasil laporan ini dan dari hasil kerja kamu selama mengikuti saya berkerja hasilnya sangat memuaskan jadi kamu lulus masa percobaan dan kamu akan diangkat jadi


karyawan tetap perusahaan."


Gina senang mendengarnya dan dengan spontan gina mendekati rio dan gina memeluk rio,


"Trimakasih mas rio,gina senang ternyata usaha yang gina lakukan selama seminggu ini tidak sia-sia.


Meskipun rio adalah suaminya,gina tetap mengerahkan semua kemampuanya untuk bisa melakukan pekerjaan yang diberikan padanya dengan sebaik mungkin.Rio pun sudah menjelaskan kalau gina memang harus menunjukkan kemampuan untuk bisa menjadi asisten rio tidak hanya mengandalkan mereka sebagai suami istri.


"Mas rio sekarang harus mengakui kalau gina memang pintar dan layak menjadi asisten mas rio."


"Iya mas mengakui kalau kamu itu pintar,sebagai hadiah kamu mau apa dari mas."


"Mas rio mau memberi gina hadiah bagaimana kalau mas rio mentraktir gina dan mas surya makan siang,karna ini semua juga atas bantuan mas surya."


"Hanya itu tidak ada yang lain"


"Untuk sekarang itu aja tapi nanti kalau gina kepingin hadiah yang lain bolehnya?"


Gina bersikap manja pada rio,membuat surya mengalihkan pandanganya,


"apa mereka mengira kalau gue ini patung seenaknya bermanja- manja dihadapan gue."


"Iya boleh,untuk kamu apa sih yang nggak mas berikan."


Rio menyium pucuk kepala gina yang sedang menyandarkan kepalanya didada rio.Membuat surya semakin kesal,


"Apa tidak ada keperluan lain lagi pak,kalau tidak saya permisi kembali bekerja."


Surya bertanya dengan nada kesal.


Suara surya membuat gina dan rio tersadar kalau disitu ada surya.Gina melepaskan tubuhnya dari pelukan rio,


"Maaf mas surya gina terbawa suasana."


ya sudah mas rio,gina dan mas surya permisi kembali berkerja lagi.


Rio mengangguk tanda setuju.Gina dan surya keluar dari ruangan rio dan kembali bekerja.

__ADS_1


****


Sesuai janji rio mentraktir gina dan surya makan siang.Saat ini mereka sudah berada di sebuah restoran dan sedang menantikan pesan mereka.Tanpa sengaja mereka bertemu dengan Sony dan Riska.


"Mentang-mentang sudah menjadi nyonya muda sudah lupa dengan teman sendiri."


Riska memukul bahu gina dan duduk dikursi kosong samping gina.Gina menoleh melihat


riska,


"siapa yang ngasih kamu izin duduk disitu."


Gina pura-pura marah.Riska berdiri dari duduknya dan menarik tangan sony yang masih berdiri,


"Ayo kita pergi dari sini,dia bukan teman kita lagi."


"Sudah pergi sana yang jauh nggak usah balik-balik lagi."


"Jadi kamu benar-benar ngusir kami ya sudah kami pergi."


Riska pergi meninggalkan gina sambil menyeret tangan sony.


Gina tidak menghentikan kepergian riska.Riska semakin jengkel,riska berbalik dan kembali mendekati gina dan memukul bahu gina sedikit keras,


"Kamu keterlaluan tidak mencoba menghentikan kami,untuk membalas sikap kamu yang keterlaluan itu kamu harus traktir kami makan siang."


"Sudah datang tidak diundang,minta traktir lagi,apa tidak punya malu,tapi teman-teman gue memang pada tidak tau malu sih!Jadi gue terima nasib aja."


Gina melihat riska yang manyun dan tersenyum,


"Nggak usah manyun begitu,jelek nanti sony tidak mau lagi sama kamu."


Gina menggoda riska karna gina tau kalau riska menyukai sony tapi tidak punya keberanian untuk memberitau sony.Digoda begitu membuat riska salah tingkah wajahnya memerah,


"Apaan sih!siapa juga yang mau sama cowok dingin dan pediam begitu."


Sony hanya diam tidak menanggapi ucapan riska dan gina.Ketika mereka asyik sedang mengobrol


pelayan datang mengantarkan pesanan mereka.Mereka terlihat asyik sehingga mereka tidak menyadari kalau ada orang yang


sedang mengawasi mereka.


****


Laki-laki bertopi itu duduk disudut restoran,dia telah mengawasi rio dan gina beberapa hari ini seseorang telah membayar dia untuk mengawasi rio dan memberitaukan segala kegiatan yang dilakukan rio,seperti saat ini lelaki itu sedang melaporkan hasil pengawasannya.


Lelaki itu sedang menelpon seseorang yang telah membayarnya untuk mengawasi rio.


"Saat ini mereka sedang makan disebuah restoran tapi sepertinya ada 2orang yang selalu menjaga mereka secara diam-diam."

__ADS_1


Lelaki itu melaporkan hasil pengawasannya setelah berapa menit bicara ditelpon lelaki itu menyudahi laporannya.Lelaki itu kembali memperhatikan rio.


Lelaki itu terlihat penasaran dengan seorang


wanita yang sedang menghampiri meja dimana rio,surya dan gina,riska dan sony duduk.


Ya saat ini seorang wanita cantik berpakaian seksi sedang berdiri didekat rio dan mencoba menggoda rio,


"Hai rio kebetulan kita bertemu disini,wah


sepertinya kamu sedang merayakan sesuatu


apa saya boleh ikut bergabung?"


Wanita itu meletakkan tangannya di bahu rio


Mereka melihat wanita yang sedang berdiri itu dengan tidak suka apalagi rio,rio menatap marah wanita yang dengan berani telah menyentuhnya.


Rio menghempaskan tangan wanita itu dan membentak wanita itu,


"Siapa kamu,jangan pernah menyentuh saya dengan tangan mu yang kotor itu."


Wanita itu takut melihat rio yang marah,tapi wanita itu dengan cepat menutupi rasa takutnya dengan senyuman,


"Rio ini aku sinta,anak pak ahmad orang kepercayaan tuan dedi sanjaya."


Mendengar nama pak ahmad,rio menarik nafas untuk menenangkan dirinya,


"Lain kali jangan pernah menyentuh saya dengan sembarangan."


"Maaf kalau tadi saya lancang,tapi saya bolehkan bergabung dengan kalian tidak enak makan sendiri."


Sinta mengambil kursi dari meja yang kosong


tapi sebelum sinta duduk rio berdiri,


"Ayo waktu makan siang sudah habis kita harus kembali kekantor."


Rio memanggil pelayan dan membayar makanan mereka lalu pergi tanpa mempedulikan sinta yang baru saja duduk.


Gina dan yang lainya ikut pergi meninggalkan sinta yang terlihat sangat kesal.


"Kamu lihat saja nanti kamu akan mendapatkan balasan yang lebih menyakitkan dari pada ini,tunggu saja kau pasti akan menyesal telah melakukan ini padaku.


Sinta sangat membenci rio karna dari dulu sinta mencoba mendekati rio tapi tidak pernah berasil,sampai sinta mengubah penampilannya agar terlihat lebih cantik tapi tetap tidak bisa membuat rio menyukainya.


Bersambung....


****

__ADS_1


__ADS_2