Wanita Impian

Wanita Impian
Hari yang melelahkan.


__ADS_3

Gina masuk ke ruang kerja rio sambil membawa kopi,gina meletakkan kopi lalu duduk di kursi didepan rio,


"mas kerjanya belum selesai ini udah hampir tengah malam loh!"


"belum,ini yang orang tidak tau kalau seorang pemimpin perusahaan itu kerjanya lebih banyak dari pada bawahannya,contohnya itu kamu pulang kantor bisa istirahat sedangkan mas masih berkerja."


"ya udah deh gina tidur dulunya bos yang kerjanya banyak,bawahan yang kerjanya lebih sedikit sudah ngantuk."


Gina berdiri dari duduknya


"kamu nggak nungguin mas,bentar lagi kerja mas udah selesai."


"tumben mas rio suruh gina nungguin mas,biasanya juga gina tidur duluan?"


Gina melihat rio penasaran,


"ya udah tidur sana!"


Rio bicara dengan marah,gina tambah penasaran dengan sikap rio,


"mas rio kenapa marah,gina jadi bingung salah gina itu dimana mas?"


"salah kamu itu,kamu pikirin aja sendiri!"


Rio tetap sibuk dengan kerjanya.Karena kesal dengan sikap rio yang marah tanpa sebab gina mendekati rio lalu memutar kursi rio hingga rio duduk menghadap gina.Gina berdiri dengan tangan dilipat didada dan menatap rio tajam,


"sekarang mas rio jelasin ke gina salah gina itu dimana,kenapa mas rio jadi marah?"


Rio melihat gina dengan tatapan yang sangat susah dimengerti ditatap seperti itu tidak membuat gina takut,


"mas rio kira gina akan takut dengan tatapan seperti itu,tidak gina sudah terbiasa dan gina tidak mau diperlakukan semena-mena sama mas rio lagi,"


Gina berdiri dengan sikap menantang,rio terus menatap gina lalu tanpa gina sadari rio dengan cepat menariknya sehingga gina terduduk dipangkuan rio,rio melingkarkan tangannya dipinggang rio dan mendekatkan wajahnya ketelinga gina dan berbisik,


"mas mau meminta hak mas sekarang"


Gina menegang wajahnya memerah,


"tapi mas...,


"kenapa kamu tidak mau?"


ya sudah kamu tidur sana!"


Rio melepaskan tangannya dari pinggang gina.


"bukan begitu maksud gina,gina malu ini yang


pertama kali untuk gina."


"kita belajar bersama-sama."


Rio mengendong gina dan membawa gina kekamar mereka,gina melingkarkan tangannya di leher rio dan menyembunyikan wajahnya di dada rio.


Rio meletakan gina di tempat tidur dan langsung menindihnya,rio mengecup lembut bibir merah gina,lama kelamaan ciuman itu semakin dalam dan panas mereka saling ******* meskipun sedikit kaku,sesekali mereka berhenti untuk mengambil nafas.Tangan rio tidak tinggal diam,rio meraba meremas dibagian sensitif pada tubuh gina sehingga gina mendesah,mendengar desahan gina membuat rio semakin membara dan rio menuntaskan hasratnya sampai mencapai pelepasan dan terkulai lemas disamping gina.

__ADS_1


Rio menatap gina yang masih menutup matanya dan berusaha mengatur nafasnya.Setelah nafasnya teratur gina membuka matanya dan melihat rio yang sedang menatapnya sambil tersenyum,


"mas kenapa melihat gina seperti itu?"


Rio semakin melebarkan senyumannya dan menarik gina kedalam pelukannya.Gina meletakan kepalanya di dada rio dan memeluk rio.Rio mengelus-elus rambut gina,


"Terimakasih sayang karna telah menerima mas dengan segala kekurangan mas.Kamu sabar menghadapi tingkah laku mas selama ini."


"mas tidak usah berterimakasih itu sudah kewajiban gina sebagai istri mas rio,lagipula gina melakukannya karna gina mencintai mas rio."


Gina mengangkat kepalanya melihat rio,rio tersenyum,


"ternyata mas tidak salah memilih kamu menjadi istri mas,kamu adalah wanita impian mas karna selama ini mas menyakini akan ada satu wanita yang bisa menerima dan menyayangi mas dengan setulus hati seperti ibu.


Rio mengecup kening gina lembut,


"mas cinta kamu gina,dan mas ingin kamu berjanji tidak akan pernah meninggalkan mas.


"gina janji mas,gina tidak akan pernah meninggalkan mas rio."


Mereka tersenyum bahagia,lalu tidur dengan nyenyak.


****


Gina mengambil ponsel dan mematikan alarm,gina melepaskan diri dari pelukan rio dengan pelan,gina tidak mau membuat rio terbangun.


Gina mencoba untuk duduk tapi rio kembali memeluknya


"kamu mau kemana?"


Ternyata rio terbangun karna pergerakkan yang dilakukan gina.


"nanti saja,kita libur hari ini."


Rio semakin mempererat pelukannya.


"tapi mas,"


"tidak ada tapi-tapian,"


Rio mengangkat kepala dan menopang dengan tangannya agar bisa melihat wajah gina dengan jelas,rio tersenyum genit,


"ternyata yang dikatakan bima itu benar."


"emangnya mas bima bilang apa?"


Gina mengerutkan kening.


"kalau telah merasakannya maka akan ketagihan."


Setelah berbicara Rio mencium gina dan kembali melampiaskan hasratnya,gina dengan pasrah kembali melayani keinginan rio.


Entah sudah berapa kali mereka melakukannya sepanjang hari ini sampai-sampai gina kehabisan tenaganya.


Mereka hanya beristirahat saat sarapan dan saat makan siang itu pun dilakukan di kamar rio tidak membiarkan gina beranjak dari kamar.Rio terus menyerang gina sampai gina kewalahan menghadapinya.Gina tertidur dengan nyenyaknya karna gina begitu lelah.Gina bangun saat hari sudah malam.Badannya pegal-pegal dan bagian kewanitaanya terasa perih,gina mencoba berdiri tapi gina tidak punya tenaga sama sekali,perutnya lapar,

__ADS_1


"kemana suami yang tidak punya prikemanusiaan itu,teganya melakukan penyiksaan pada istri sendiri,seperti tidak ada hari esok aja."


Gina mengomel dan terus berusaha untuk berdiri


"a.....


Gina teriak karna merasakan perih saat berjalan.Rio yang mendengar teriakan gina berlari keluar dari ruang kerjanya dengan cepat menuju kamar,


"kamu kenapa?"


Rio melihat gina yang berdiri dengan merenggangkan kakinya.


"ini semua karna mas rio,ini sangat perih untuk dibawa berjalan."


Gina meringis kesakitan saat gina mencoba untuk berjalan.Rio menatap gina dengan menyesal,


"sakit sekalinya,sini biar mas lihat atau mas panggil dokter biar diperiksa.


"tidak usah,mas bantuin gina aja,gina mau mandi tapi jangan macam-macam.


Gina menatap rio tajam,rio hanya cengengesan lalu menggendong gina kekamar mandi.


"sudah sana keluar"


gina mendorong rio keluar dari kamar mandi.


"sini biar mas bantuin kamu mandi,mas janji mas tidak akan macam-macam."


Rio mengangkat dua jarinya membuat tanda v


"trimakasih,gina bisa sendiri."


Gina menutup pintu kamar mandi.Rio tersenyum sambil menggarut kepalanya yang tidak gatal,


"benar sih gue tidak akan tahan bila melihat tubuh polosnya.


Rio keluar kamar menuju dapur mengambil makanan yang sudah dipesan tadi melalui online,rio memanaskannya terlebih dahulu baru membawa kekamar.


Saat rio masuk ke kamar gina baru saja membuka pintu kamar mandi, gina keluar memakai handuk mandi dan handuk yang melilit rambutnya yang basah.Gina berjalan dengan aneh membuat rio yang melihatnya tertawa,


"jangan tertawa,ini semua karna mas rio."


Rio langsung menutup mulutnya berusaha menahan tawa,rio meletakkan makanan di atas meja kecil yang ada dibalkon dan duduk


menunggu gina memakai pakaiannya.Gina duduk di kursi berhadapan dengan rio,gina langsung melahap makanannya tanpa basa basi dengan rio,gina sudah sangat lapar.


Rio hanya diam melihat gina makan dengan begitu lahap seperti orang yang sudah tidak makan berhari-hari.


Gina melewati hari yang sangat melelahkan


dan gina tidak bisa membayangkan kalau rio menuntut dirinya untuk melayani hasrat rio setiap hari,gina menggigil merasa ngeri.


"kamu kenapa?"


Gina tidak menjawab pertanyaan rio,gina tetap fokus melahap makanannya.

__ADS_1


Bersambung...


****


__ADS_2