
Seminggu pertama telah dilewati rio dan gina
tinggal dirumah baru,gina merasa sangat bosan selalu dirumah sendirian,gina kesepian
seperti hari ini gina sedang duduk menonton televisi dia tidak henti-henti menekan tombol remot,tapi tak ada satu pun acara yang menarik perhatiannya.
Gina mematikan tv dan merebahkan tubuhnya di sofa menatap langit-langit rumah,gina berfikir apa yang harus dilakukannya untuk membuang rasa bosannya,lalu dia mengambil ponselnya dan menelpon,
"hallo mas rio,mas gina kekantor mas ya,boleh!
Gina tersenyum,
"yes!!!kekantor mas rio makan siang bareng mas rio."
gina lompat-lompat diatas sofa kegirangan tapi gina dikagetkan suara bel yang berbunyi,
"siapa yang datang pagi-pagi gini"
Gina membuka pintu,ternyata dian yang datang bertamu,
"nenek!silahkan masuk nek,"
Gina dan dian masuk lalu duduk di ruang keluarga,
"sebentar ya nek,gina buatkan minum untuk nenek,
Dian mengangguk,gina pergi kedapur membuat minum,berapa menit kemudian gina datang membawa minum dan cemilan.
"silahkan nek"
"trimakasih,kamu sendiri aja dirumah?"
"iya nek,mas rio lagi kekantor".
Dian memutar duduknya berhadapan dengan gina.
"bagaimana rumah tangga kalian,apa baik-baik saja?"
"baik ko'nek"
"apa kalian sudah melakukan hubungan layaknya suami istri,maaf nenek bertanya masalah pribadi kalian,tapi nenek hanya takut kamu tidak bisa bertahan dengan sikap rio yang terlalu kaku"nenek takut kamu ninggalin rio!
Dian melihat gina dengan serius,
"nenek mohon kamu jangan meninggalkan rio,nenek tidak mau melihat rio terpuruk karna
kamu tinggalkan."
Gina merasa bingung dengan ucapan dian,
"nek,kenapa nenek bicara seperti itu,gina janji gina tidak akan meninggalkan mas rio."
__ADS_1
Gina diam sejenak lalu melanjutkan ucapannya,
"nek,apa gina boleh tau apa yang dialami oleh mas rio,sehingga mas rio bersikap begitu dingin dan kaku pada orang lain dan membenci wanita"
Dian menggeser duduknya supaya lebih dekat,mengambil nafas panjang lalu mulai menceritakan apa yang dialami rio saat dia kecil,bagaimana Adinda meninggal,dedi yang sempat menyalahkan rio atas meninggalnya adinda dan penyiksaan yang dilakukan oleh pengasuhnya sampai trauma yang dialami rio.
Mendengar cerita dian ,gina menangis gina tidak meyangka rio mengalami kejadian yang begitu menyakitkan.Bukan hanya gina,dian pun ikut menangis mengingat kejadian itu.
"karna itu nenek mohon kamu bersabar menghadapi rio,memang membutuhkan waktu untuk bisa membuat rio nyaman berada didekat kita.Bagaimana tidak rio dikecewakan oleh orang-orang yang seharusnya meyayanginya dan orang-orang yang disayanginya.
Gina mengangguk,tapi gina masih terlihat bingung,
"tapi nek,apa yang harus gina lakukan biar mas rio bisa merasa selalu nyaman didekat gina?"
"kamu selalu berusaha ada untuknya,seperti nenek dulu,nenek sampai berhenti dari semua kegiatan nenek,agar selalu ada di samping Rio,dan yang lebih penting kamu harus berusaha mendekatkan diri pada rio,jangan menunggu rio yang mendekati mu karna itu sulit untuk terjadi,
"maksud nenek,gina harus aktif mendekati mas rio,"
Dian mengangguk,
"kamu tidak usah takut sedikit agresif mendekati rio karna rio tidak akan pernah menyakiti orang-orang yang disayanginya.
"tapi gina kan cewek nek,masa gina harus bersikap agresif pada mas rio."
"kamu sekarang sudah menjadi istri ya rio,karna itu nenek berani menyuruh kamu,agresif pada suami sendiri tidak menjadi masalah,yang menjadi masalah kalau kamu agresif sama suami orang,"
Dian tersenyum melihat gina yang terlihat malu,
"iya nek,gina akan mencoba untuk lebih intens mendekati mas rio."
"ya sudah kalau begitu,nenek pulang dulu sudah mau jam makan siang,nanti kakek mu merajuk kalau tidak di temani makan siang."
Dian berdiri dan memeluk gina.
"hati-hati ya nek,trimakasih sudah berkunjung,lain kali biar gina aja yang bekujung ke rumah nenek."
Gina mengantar dian sampai kedepan menunggu sampai mobil yang dinaiki dian hilang dari pandangannya lalu masuk bersiap untuk pergi kekantor rio.
****
Gina keluar dari lif khusus menuju kantor rio,gina melihat surya lagi sibuk dimejanya,
"siang mas surya,mas rio ya ada?"
Gina tersenyum pada surya.
Surya melihat gina,lalu berdiri dan membungkukkan badannya,memberi hormat.
"siang ibu gina,bapak ada didalam,ibu masuk saja."
Gina kembali tersenyum lalu pergi meninggalkan surya,sebelum masuk gina mengetuk pintu setelah ada sautan dari dalam,baru gina masuk,
__ADS_1
"siang mas rio,"
Gina melihat rio dan tiba-tiba gina ingat ucapan dian yang menyuruh untuk bersikap agresif pada rio. Lalu gina berjalan mendekati
rio dimejanya gina memegang kedua pipi rio dan memberi ciuman di pipi kanan,pipi kiri rio lalu memberikan senyum terbaiknya.
Rio yang mendapatkan perlakuan mesra dari gina terlihat kaget ada rasa tidak suka terlihat di mata rio dan gina tau itu,
"mas rio jangan marah,mas rio harus membiasakan diri mas rio, menerima sentuhan dari gina karna mulai sekarang gina akan sering menyentuh mas rio karna gina itu istrinya mas rio."
Setelah bicara gina menundukkan kepalanya badannya sedikit gemetar,sebenarnya gina sangat takut kalau rio marah kepadanya.
Melihat gina tertuduk dan gemetar rio berusaha mengendalikan dirinya,
"lain kali kalau mau nyium itu permisi dulu,jangan buat mas kaget."
"mas juga kalau nyium gina nggak permisi dulu,gina kan juga kaget."
Gina bicara sambil tetap nenunduk.
"jangan disamakan mas nyium kamu itu karna kamu nangis,mas hanya ingin membuat kamu berhenti menangis tapi kamu itu nyium mas nggak ada sebab dan tujuannya."
"emangnya mau nyium suami sendiri harus ada sebab dan tujuannya,gimana berbuat yang lain."
Gina berbicara pelan seakan berbisik sehingga rio tidak mendengar dengan jelas.
"kamu ngomong apa,kalau ngomong itu harus jelas."
"gina nggak ngomong apa-apa,kalau mas nggak ikhlas gina cium ya udah kembalikan aja ciuman gina."
Entah mendapat keberanian darimana gina melihat rio dengan sikap menantang.
"nggak usah sok menantang begitu,kalau mau dicium bilang aja mau dicium nggak perlu mencari-cari alasan.
Rio berdiri mendekati gina,gina yang melihat rio mendekat terlihat tegang sampai rio berhenti tepat didepannya mendekatkan wajahnya,gina memejamkan matanya bersiap menerima ciuman dari rio,tapi ternyata
"nggak usah berharap terlalu tinggi,ayo sudah jam makan siang,mas sudah lapar."rio berbisik di telinga gina.
Rio berjalan melewati gina,rio menahan tawanya melihat gina yang merona menahan
malu,rio sengaja menggoda gina.
Gina menutup wajahnya yang memerah lalu mengipas-ngipas wajahnya dan mengatur nafasnya kemudian berjalan mengikuti rio yang terlebih dulu keluar sambil ngomel-ngomel sendiri.
Bersambung....
****
readers yang baik jangan lupa kasih like dong,serta kritik dan sarannya di kolom komentar,vote juga ya!
Terimakasih.
__ADS_1