
**Sebelum membaca jangan lupa like ,komen juga vote ya.
Happy Reading**...!!!
****
Keesokkan harinya Dedi sanjaya pamit pulang ke kota karna ada urusan kantor.Sebelum pergi Dedi sanjaya menitipkan Rio dan Gina pada mang Jaja yang sebenarnya adalah orang yang dibayar oleh Dedi sanjaya untuk menjaga Rio dan Gina selama berada di villa.
Tanpa sepengetahuan Gina dan Rio,Dedi sanjaya juga sudah membayar berapa orang di kampung itu untuk mengawasi Rio dan Gina serta Adiguna dan Saripah.
Memang itulah rencana Dedi sanjaya,ingin membuat Rio dan Gina ada didekat Adiguna dan Saripah memberi peluang mereka untuk membalas dendam,sehingga mereka bisa menangkap basah mereka dan tidak bisa mengelak lagi.Hanya saja Dedi sanjaya belum nyakin siapa sebenarnya yang ada dibalik rencana balas dendam keluarga Adiguna.Apakah Adiguna atau Saripah."
Setelah pamit pada Rio dan Gina,Dedi sanjaya
meninggalkan villa dan pergi ke kota yang sebenarnya bukan untuk mengurus pekerjaan tapi untuk bertemu dengan keluarga besar mereka.
Saat Dedi sanjaya sampai di kediaman Ardiansyah,semua anggota keluarga sudah berkumpul dan menanti kedatangan Dedi sanjaya.
"Bagaimana apa semua berjalan sesuai rencana?"
Ardiansyah yang sudah tidak sabar langsung bertanya pada Dedi sanjaya.
"Rio dan Gina sudah berada di villa begitu juga Adiguna dan Saripah.Rio dan Gina sudah bertemu dengan Adiguna begitu juga Saripah sudah mengetahui kalau Rio dan gina ada di villa.Tapi Keberadaan ina belum terlihat."
"Tapi kamu nyakin kan kalau Rio dan Gina akan baik-baik saja?"
Renata bertanya dan wajahnya terlihat khawatir.Begitu juga Diandra.
"Saya sudah menyuruh orang untuk menjaga Rio dan Gina.Dan beberapa orang untuk tinggal di dekat villa Adiguna jadi mereka akan mengawasi gerak-gerik Adiguna juga Saripah dan akan mengikuti mereka kemanapun mereka pergi.Kalau Adiguna dan Saripah akan berbuat sesuatu yang buruk pada Gina dan Rio mereka akan bertindak.Jadi kalian tidak perlu khawatir semua akan baik-baik saja."
"Apa Rio tidak curiga?"
Rahman sanjaya bertanya seperti karna Rahman tau kalau Rio adalah orang yang Waspada dan mempunyai insting yang tajam.
"Sepertinya Rio curiga tapi tidak mengatakanya secara langsung."
"Kenapa kamu berfikir begitu?"
Kali ini Risma yang bertanya.
"Karna saat kami berangkat ke villa kami diikuti oleh orang dan kemungkinan itu orang suruhan Rio."
"Bagaimana kalau itu bukan orang suruhan Rio,tapi orang yang ingin berbuat jahat pada Gina dan Rio."
__ADS_1
Diandra terlihat semakin khawatir.
"Tidak mungkin bu,karna bukan hanya saya saja yang tau kalau kami diikuti tapi Rio juga menyadarinya,tapi Rio terlihat begitu tenang.Karna itu saya berfikir kalau itu adalah orang suruhan Rio."
"Apakah kamu sudah menyiapkan semuanya.Karna menurut saya kalau memang pelakunya adalah Saripah,dia tidak akan menunggu lama untuk bertindak."
Risma berbicara dengan tenang.Benar kata Adiguna kalau Risma adalah wanita yang berwibawa,cerdik dan mempunyai insting yang kuat.
"Sudah ma,karna itu saya langsung kesini dan sebaiknya kita langsung bersiap-siap berangkat ke villa."
"Tunggu-tunggu kenapa klian berfikir kalau Saripah pelakunya bukan Adiguna?"
Ardiansyah tidak mengerti dengan pembicaraan Risma dan Dedi sanjaya.
"Karna dari penyelidikan yang dilakukan oleh orang suruhan saya,Adiguna selama ini tidak tau kalau dia mempunyai cucu dari Amanda.Lagipula saat Adiguna bertemu dengan Rio,tidak ada sedikitpun kebencian dari sikap dan tatapan Adiguna pada Rio."
"Apa kamu nyakin kalau itu bukan hanya sandiwara,supaya tidak terlihat mencurigakan?"
Sebelum Dedi sanjaya menjawab pertanyaan Ardiansyah,Risma terlebih dahulu berbicara.
"Tidak usah membicarakan hal itu sekarang lebih baik kita berangkat menuju villa sebelum semua terlambat.Lagipula menurut saya Saripah lah pelakunya karna rasa sayang yang dimiliki oleh seorang ibu lebih dalam dari pada seorang ayah!"
Mendengar itu membuat Rahman,Ardiansyah,Darmawan serta Dedi melihat Risma dengan tatapan tidak setuju.
"Kenapa apa ada dari ucapan saya yang salah?"
"Betul yang Risma katakan kalau rasa sayang ibu itu lebih besar daripada rasa sayang seorang ayah.Jadi kalian jangan sok-sok'an tidak setuju."
Diandra membela Risma.Bukanya senang mendapat dukungan dari Diandra,Risma malah menyudutkan Diandra.
"Saya tidak butuh dukungan dari kamu?"
Ucapkan Risma membuat Diandra cemberut dan bersungut-sungut membuat orang-orang tertawa.
"Karna itu jangan sok cari muka,bukanya dapat pujian malah kena semprot."
Ardiansyah mengejek Diandra yang membuat Diandra semakin cemberut.
****
Sesuai dengan janjinya,Rio dan Gina berkunjung ke villa Adiguna.Mereka disambut oleh Saripah yang berpura-pura baik dan ramah.
"Kalian mencari siapa nak?"
__ADS_1
"Sony dan kakek Adiguna nek,apa mereka ada?"
Gina menjawab dengan sopan dan ramah pula.
"O...ada,silahkan duduk.Nenek panggilan mereka dulu."
Gina dan Rio duduk di kursi yang ada di teras.Rio memperhatikan sekeliling mereka seakan mencari sesuatu.
"Ada apa mas,sepertinya mas Rio lagi mencari sesuatu?"
"Tidak ada,mas ayah menyukai suasana di villa ini saja."
Rio memberi alasan.Padahal Rio merasa kalau ada yang sedang mengawasi mereka.
Setelah berapa saat Adiguna dan Sony datang diikuti oleh Saripah yang membawa nampan yang berisi teh dan cemilan.
Saripah menyajikan teh untuk Gina dan Rio lalu duduk bersama mereka.
"Apa kami datangnya kepagian,sepertinya kakek masih mengantuk."
Adiguna tersenyum pada Gina.
"Bukan kalian yang kepagian tapi kakek yang bangunnya kesiangan.Habis semalam tidurnya kemalaman terlalu asyik bercerita dengan Sony jadi lupa waktu."
Baru saja Adiguna selesai bicara,Rio sudah bicara dengan sikap yang dingin melebihi dinginnya udara di pagi ini.
"Apakah kita sudah bisa memulai pembicaraan kita?"
Rio menghentikan pembicaraan basa-basi Gina dan Adiguna.
"Lebih baik kita bicara di tempat yang lebih santai,supaya suasana tidak tegang seperti ini."
Sony tidak ingin pembicaraan mereka didengar oleh Saripah.
"Bagaimana kalau kita ketempat pemadian air panas.Sepertinya dengan cuaca dingin seperti ini sangat nyaman kalau berendam air panas.Lagipula kalian berdua kan belum mandi, jadi sekalian deh!"
Saripah memberi saran,yang bertujuan agar Saripah bisa ikut dan mendekati Gina.Karna pemandian air panas itu memisahkan tempat antara laki-laki dan perempuan jadi Gina memerlukan seorang teman.
"Boleh juga saran nenek.Kalau begitu kita ke pemandian air panas saja."
Sony setuju dengan saran Saripah karna mereka bisa bicara bertiga dengan aman tanpa didengar oleh Saripah dan orang lain karna di sana ada tempat pemandian tertutup bagi orang yang ingin memiliki privasi.Bisa dibilang pemandian VVIP.
Saripah sangat senang rencananya disetujui oleh Sony jadi Saripah bisa menjalankan rencananya.
__ADS_1
Bersambung...!!
****