
Hampir satu jam mereka menunggu.Saat dokter keluar semua dengan serentak mendekati dokter.Dokter menatap mereka semua secara bergantian,
"Kondisi pasien sudah stabil,peluru tidak mengenai bagian yang berbahaya hanya saja karna kehilangan darah yag cukup banyak membuat pasien menjadi lemah dan otomatis
kandungannya pun ikut menjadi lemah.Jadi untuk sementara pasien harus dirawat di ruang ICU sampai kondisi pasien sedikit lebih baik."
Semua orang terkejut mendengar penjelasan dokter,
"Maksud dokter gina baik-baik saja dan sekarang lagi hamil?"
Renata bertanya seakan tidak percaya.
"Iya bu pasien sekarang lagi hamil kira-kira dua minggu tapi untuk lebih pasti nanti bisa diperiksa oleh dokter kandungan."
Dokter itu tersenyum melihat perubahan raut wajah mereka semua.
"Baiklah saya permisi,sebentar lagi pasien akan dipindahkan,tapi untuk sementara pasien hanya boleh dikunjungi oleh satu orang saja."
Dokter itu pergi meninggalkan mereka.Renata semakin menangis dengan keras membuat semua orang heran menatap renata,tau semua orang melihatnya renata berhenti menangis,
"Ini tangis bahagia,setelah semua kejadian ini ternyata ada kabar yang membahagiakan aku akan menjadi seorang nenek."
Renata tertawa bercampur tangis yang membuat yang lainnya tertawa.
Diandra melihat rio yang masih mematung,Diandra menguncang tubuh rio,
"Hei sadarlah gina sudah baik-baik saja dan sekarang kamu akan menjadi seorang ayah!"
Rio mengerjapkan matanya terlihat air mata menetes dan rio menghela nafas dengan kuat
lalu rio terjatuh menangis sambil tertawa melepaskan semua ketakutan yang rio rasakan tadi.Setelah puas menangis rio berdiri dan masuk menemui gina.Semua orang berpelukan merasa bahagia.
Rio duduk disamping gina yang masih belum sadar dan megambil tangan gina dan menciumnya.
"Sayang Terimakasih telah menjadi wanita yang kuat dan hebat sekarang kamu lagi mengandung anak kita,mas akan jadi seorang ayah dan mas percaya kamu akan menjadi seorang ibu yang hebat untuk anak kita nanti kamu memang seorang wanita impian."
Rio memeluk gina dengan erat.Gina menggeliat dia merasa sangat susah untuk bergerak.Gina membuka matanya dan melihat rio yang sedang memeluknya.Gina tersenyum,
"Mas lepasin gina,gina susah bernafas lagian punggung gina terasa sakit."
Rio dengan cepat melepaskan pelukannya,
"Kamu sudah sadar sayang,maaf mas tidak sengaja."
Rio tersenyum bahagia melihat gina sudah sadar.Gina membalas tersenyum,
__ADS_1
"Apa semua baik-baik saja?"
"Semua baik-baik saja sayang dan mas punya kabar gembira."
"Kabar apa,apa mas rio sudah bertemu dengan saudara mas rio."
Gina mencoba menebak.
"Bukan itu,kamu tau sekarang kamu lagi hamil anak kita."
Rio bicara dengan rona bahagia.Gina yang mendengar kabar kehamilannya menangis bahagia.
"Benarkah,gina hamil?"
Rio mengangguk dan tersenyum bahagia.Gina menangis karna bahagia,tapi membuat rio khawatir,
"Sayang kamu kenapa menangis,apa sakit sekali!"
Gina menggeleng dan tertawa bercampur tangis,
"Bukan mas ini gina menangis karna gina bahagia,ternyata dibalik semua kejadian buruk ada hal indah menanti."
Rio tersenyum dan mencium kening gina dengan lembut.
****
"Nanti kalau kamu pulang dari rumah sakit kamu pulang kerumah nama ya,biar mama bisa jaga kamu."
Renata menyampaikan keinginannya.
"Enak saja,gina pulang ke kediaman subagja saya yang akan menjaga gina sampai gina melahirkan."
Diandra juga menyampaikan keinginannya,membuat perang mulut terjadi diantara diandra dan renata.Sedangkan yang lain hanya geleng kepala melihat tingkah mereka.
"Sudah ngak usah ribut gina akan pulang kerumah,rio yang akan jaga gina."
Ucapan rio menghentikan perang mulut antara renata dan diandra,mereka terlihat cemberut karna gagal membawa gina pulang kerumah mereka.
"Tidak usah cemberut begitu,kamu kan bisa sering-sering mengunjungi gina nantinya."
Darmawan mengusap-usap punggung renata membujuk renata agar tidak kecewa.
"Ya udah deh!"
Renata menghela nafas pasrah dengan keputusan rio.
__ADS_1
Disaat mereka asyik berbincang-bincang dokter datang ditemani seorang perawat ingin memeriksa gina.
"Selamat pagi,wah rame ya,saya permisi mau periksa pasien dulu saya harap yang lain tolong keluar dulu."
Dokter berbicara sambil tersenyum.Semua orang berdiri dan keluar dari ruangan gina hanya rio yang tetap berada di dalam.
Berapa saat dokter mameriksa kondisi gina dan sesudah itu dokter tersenyum pada gina dan rio.
"Kondisi istri anda sudah membaik,nanti dokter spesialis kandungan akan datang memeriksa kandungan istri anda kalau semua sudah baik-baik saja besok pagi istri anda sudah boleh pulang."
Dokter memberi penjelasan pada rio membuat rio terlihat senang mendengarnya.
"Trimakasih dokter."
Rio menyalami dokter itu tanda ucapan trimakasih.
"Sama-sama pak,kalau begitu saya permisi."
Dokter pamit dan pergi meninggalkan ruangan dimana gina dirawat.
Rio mendekat dan duduk di sisi tempat tidur memandang gina yang sedang menatap kearah nya.
"Mas senang kamu sudah sehat,mudah-mudahan bayi kita juga sehat jadi kamu boleh pulang."
"Iya mas,gina juga sudah bosan dirumah sakit."
Rio dan gina tersenyum bahagia.
****
Ditempat lain terlihat seorang wanita separuh baya sedang mondar mandir disebuah rumah sederhana yang ditempatinya saat dia keluar dari penjara.
Ya dia ina,dia terlihat cemas tapi tidak bisa berbuat apa-apa karna dia tau ada orang yang sedang mengawasinya di luar.
"Kapan mereka akan berhenti mengawasi ku kalau begini bagaimana aku bisa membalas dendam pada dedi sanjaya,sedangkan orang yang menanggung semua biaya hidup ku sudah terus mendesak agar ku segera bertindak."
Ina berdiri didepan kaca dan mengitip keluar dan ina masih melihat sebuah mobil parkir tidak jauh dari rumahnya yang dia nyakini itu adalah mobil orang yang sedang mengawasinya.
"Saya harus mencari cara supaya bisa lepas dari mereka dan bisa melakukan pembalasan pada dedi sanjaya atas semua yang menimpa keluarga ku,tunggu saja dedi sanjaya sampai mati pun aku tidak akan berhenti untuk menghancurkan keluargamu,sama seperti kamu menghancurkan keluarga ku."
Bersambung....
****
Maaf lama up ya,dan Terimakasih sudah mengikuti kisah rio dan gina.Kasih like dong dan vote biar tambah semangat up ya.
__ADS_1