
Bima datang kekantor rio dengan tergesa-gesa ingin menyampaikan tentang penemuannya.
"Pak rio ada kan?"
Bima bertanya pada surya tapi tanpa menunggu surya menjawab bima sudah masuk ke ruangan rio.
"Ada apa kenapa pak bima begitu tergesa-gesa,apa ada sesuatu yang terjadi?"
Surya berdiri dan ikut masuk ke ruangan rio.
Rio sedikit kaget dengan kedatangan bima dengan wajah tegang apalagi disusul oleh surya yang entah mengapa ikutan tegang.
"Ada apa,kenapa kalian terlihat tegang gitu?"
Mendengar perkataan rio secara reflek bima melihat kebelakang.
"Ngapain muka lo ikut-ikutan tegang gitu?"
"Habis saya lihat bapak datang tergesa-gesa gitu dengan wajah yang tegang jadi saya ikutan tegang saya fikir ada sesuatu yang serius yang terjadi."
"Kamu keluar sana,tidak ada kejadian apapun,dasar kepo!"
Surya keluar dengan sedikit kesal,tapi sebelum benar -benar keluar surya kembali melihat kearah bima yang masih melihatnya.
"Apa?"Awas jangan nguping."
Bima mengakat tangannya yang terkepal
pada surya.Bima memberi ancaman pada surya.Akhirnya surya keluar dan menutup pintu ruangan rio.
Setelah surya keluar bima langsung duduk di kursi didepan rio.
"Ada apa,sepertinya ada hal penting yang ingin lo sampein ke gue?"
"Iya,ini soal amanda cewek yang pernah dihamili tuan dedi sanjaya."
"Kenapa dengan dia?"
"Bukannya lo bilang kalau pak ahmad itu saudaranya amanda?"
"Pak ahmad ngakunya begitu,emangnya kenapa?"
"Dari hasil penyelidikan yang dilakukan orang suruhan gue,ternyata amanda tidak memiliki saudara laki-laki tapi amanda memiliki saudara kembar yang ternyata pernah dijodohkan dengan tuan dedi tapi perjodohan itu batal karna tuan dedi terlebih dulu menikah dengan nyokap lo."
"Saudara kembar ?"
"Ya,dan orang tua amanda masih hidup.Ternyata orang tuanya seorang pengusaha sukses yang sekarang jadi kompetitor perusahaan lo."
"Kompetitor perusahaan,maksud lo pt adiyaksa?"
"Betul,amanda adalah putri dari tuan adiguna.Satu hal lagi yang harus lo ketahui
kembaran amanda yaitu ayunda mempunyai seorang anak laki-laki dan gue rasa dia adalah teman dari gina istri lo."
Bima memberikan sebuah foto pada rio.
"Sony,ini sony teman gina."
"Apa ayah tau kalau amanda itu putri dari tuan adiguna dan mempunyai saudara kembar?"
"Sepertinya tuan dedi tidak tau,termasuk kakek lo,tuan rahman karna selama ini amanda tidak tinggal bersama keluarga adiguna dan tidak pernah diperkenalkan kepada halayak ramai.Amanda selama ini tinggal bersama salah seorang pelayan tuan adiguna."
__ADS_1
"Kenapa tuan adiguna membuang amanda."
"Untuk itu gue belum tau,tapi yang jelas tuan adiguna mempunyai alasan untuk membenci keluarga lo."
Rio berfikir sejenak dan kemudian mengangguk.
"Jadi ada kemungkinan kalau dalang dari semua hal buruk yang terjadi pada keluarga gue itu adalah tuan adiguna,apalagi dengan harta yang dimilikinya tuan adiguna bisa menyuruh siapa saja untuk melakukan keinginannya untuk balas dendam pada keluarga gue."
"Gue juga berfikir seperti itu,dan satu hal lagi yang jadi pertanyaan apakah sony juga ikut terlibat dalam hal ini?"
Rio berdiri dari duduknya dan bersiap untuk pergi.
"Lo mau kemana?"
"Memastikan pertanyaan lo."
"Maksudnya?"
Bima tidak mengerti dengan ucapan rio.
"Gue akan menemui sony,sebenarnya selama ini gue penasaran dengan dia."
"Emangnya kenapa?"
"Karna sepertinya dia tidak menyukai gue,tapi selama ini gue fikir dia benci ama gue karna dia menyukai gina dan karna gue dia tidak bisa memiliki gina."
"Gue ikut,gue jadi penasaran."
"Terserah lo."
Rio keluar dari ruangannya dan meminta kunci mobil pada surya dan meminta surya untuk membatalkan semua janji hari ini.
"Kita kerumah gue."
"Loh bukannya lo mau nemuin sony,ko'malah ke rumah lo?"
"Nggak usah banyak tanya,lo ikutin gue aja."
Meskipun bingung tapi bima tetap mengikuti rio.Surya hanya bisa menahan rasa penasaran karna tidak berani untuk bertanya.
****
Didalam perjalanan rio mengirim pesan pada gina.Rio menyuruh gina untuk meminta riska dan sony datang kerumahnya.
Mendapat pesan dari rio membuat gina bertanya-tanya kenapa rio mendadak ingin bertemu riska dan sony,tapi gina tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa menunggu rio sampai dirumah.
Rio sampai dirumah berbarengan dengan kedatangan sony dan riska.
Melihat ada rio,sony ingin langsung pulang tapi dicegah oleh rio.
"Ada hal penting yang ingin aku bicarakan,jadi
masuklah!"
Sony menatap rio dengan tidak suka dan masuk ke dalam rumah rio.Melihat kedatangan rio,bima,riska dan sony gina sedikit cemas karna melihat raut serius di wajah rio dan raut tidak suka dari sony.
"Kalian sudah sampai,ayo duduk dulu,riska bantu gue buatin minum."
Gina menarik tangan riska kedapur.
"Ada apa kenapa wajah mereka seperti itu?"
__ADS_1
Gina bertanya pada riska.
"Mana gue tau,lo kan istrinya jadi seharusnya lo lebih tau."
"Gue nggak tau,karna itu gue tanya lo."
"Kalau gitu ya kita lihat aja nanti."
Riska menjawab asal.
Gina dan riska membawa minuman dan cemilan ke ruang tengah tapi mereka tidak menemukan rio,bima dan sony di ruang tengah.
"Dimana mereka?"
Gina meletakan minuman di meja.
"Mana gue tau,kan dari tadi gue sana lo."
"Gue nggak nanya lo!"
"Trus lo nanya siapa,kan disini cuma ada kita berdua."
Gina melihat sekeliling dan pergi mencari rio.
"Mas rio...!"
Gina memanggil-manggil rio tapi tidak ada yang menjawab.Gina melihat kearah ruangan kerja rio dan hendak melangkah kesana tapi gina membatalkan niatnya lalu kembali ke ruang tengah.
"Dimana mereka?"
Riska bertanya sambil ngemil santai.
"Diruang kerja mas rio."
"Ngapain?"
"Mana gue tau,gue kan disini sama lo!"
"Biar lo tau samperin dong!"
"Nggak ah,kalau mas rio harus bicara diruang kerjanya berarti ada hal penting yang ingin dibicarakannya yang gue nggak perlu tau."
"Sebagai istri lo harus tau dong apa yang dilakukan suami lo."
"Nanti juga mas rio pasti cerita ke gue,jadi gue mendingan disini dari pada lo ngabisin semua makanan ini sendiri,itu namanya enak di lo nggak enak di gue."
Gina merebut stofles kue dari tangan riska.
"Dasar pelit..!"
Riska mengambil minum sambil cemberut.
Gina tau kalau saat ini rio pasti tidak ingin diganggu karna ada hal penting yang ingin dibicarakannya dengan sony,meskipun sebenarnya gina sangat penasaran tapi gina sangat-sangat tau sifat rio yang sangat tidak suka diganggu disaat seperti ini.
Jadi gina hanya bisa menunggu rio untuk membicarakan hal ini dengan dirinya.
Bersambung...!
****
Terimakasih sudah membaca,jangan lupa kasih like dan komen serta vote juga biar lebih semangat nulisnya.Terimakasih.
__ADS_1