Wanita Impian

Wanita Impian
EPISODE 68


__ADS_3

Disaat Saripah melihat Sony dan Adiguna pergi meninggalkan villa.Saripah langsung menelpon seseorang.


"Target kita ada disini,sebaiknya kita harus cepat bertindak karna Adiguna dan Sony sudah mulai curiga pada ku.Lagi pula target tidak dalam pengawasan saat ini jadi kita bisa melaksanakan rencana kita dengan leluasa."


---------


---------


"Baiklah aku tunggu kedatangan mu dan jangan lupa membawa beberapa orang yang akan menolong kita ."


Saripah mematikan ponselnya dan tersenyum


sinis.


"Tunggu saja pembalasan ku,kalian semua akan menderita."


"Ha....ha...ha!!!!


Saripah tertawa dengan keras.Saripah tidak menyadari kalau ada orang yanf sedang memperhatikannya.


****


Keluarga Gina dan Rio sampai di kampung dimana villa Rio dan Gina berada saat hari sudah malam.Tapi mereka tidak menuju villa melainkan sebuah rumah yang lumayan besar yang berada tidak jauh dari villa yang ditempati Rio dan Gina.Rumah itu adalah rumah yang sengaja di sewa oleh Dedi sanjaya untuk mereka tempati beberapa hari ini selama menjalankan rencana mereka.


Saat mereka sudah berada dirumah itu,mereka tidak langsung istirahat tapi mereka menunggu laparon dari orang suruhan Dedi sanjaya yang telah mengawasi Saripah dan Adiguna.


Setelah menunggu berapa saat,seorang laki-laki seumuran dengan Rio datang menghadap pada mereka.


"Bagaimana hasil pengawas kalian?"


Dedi sanjaya mewakili untuk bertanya,sedangkan lainnya hanya diam menunggu penjelasan dari laki-laki itu.


"Semua berjalan sesuai rencana tuan.Dan sepertinya dungaan nyonya besar betul tuan,kalau Saripahlah dibalik semuanya dan Adiguna tidak tau apapun tentang hal itu."


"Kenapa kamu berkata begitu,Apa ada bukti yang menyatakan kalau Adiguna tidak terlibat dalam hal ini?"


"Begini tuan dari hasil penyelidikan kami,semenjak Adiguna memilih pensiun,Adiguna fokus mencari Saripah tuan,ibu dari putri kembarnya,dan Ahmad saudara tiri dari Saripah.Adiguna baru bertemu dengan Saripah tahun lalu tuan dan sampai sekarang Adiguna masih mencari keberadaan


Ahmad.Semua penyelidikan kami ini sesuai dengan pengakuan yang dibuat oleh Adiguna di hadapan Sony cucunya dan dihadapan den Rio."


Lelaki itu menjelaskan pada mereka semua.


"Kapan Adiguna bicara dengan Rio?"


"Tadi sore tuan ditemani oleh cucunya yang bernama Sony."

__ADS_1


"Lalu apa tanggapan Rio akan hal itu."


"Sepertinya den Rio percaya tuan,karna den Rio tidak membantah ucapan Adiguna sedikit pun.Lagi pula Adiguna dan cucunya juga memberi tau den Rio kalau mereka mencurigai Saripah.Mereka curiga kalau Saripah menyembunyikan kebenaran tentang Amanda."


"Apa Rio menceritakan tentang Sinta?"


"Iya tuan,den Rio menceritakan semuanya.Adiguna juga bertanya tentang keberadaan Sinta."


"Dan satu lagi tuan selama ini Saripah tinggal di kota ss tuan,sama dengan tempat tinggal tuan Dedi dulu.Selama ini juga Ahmad mengirim dana secara teratur setiap bulannya pada Saripah.Kalau tuan pernah mendengar panti asuhan sejahtera bersama.Panti asuhan itu hanya kedok tuan."


"Bodohnya aku terlalu percaya pada Ahmad sampai-sampai percaya begitu saja pada apa yang di katakan oleh Ahmad tanpa memeriksanya terlebih dahulu."


"Apa kecelakaan yang terjadi pada Adinda putri saya merupakan salah satu rencana dari Saripah?"


Ardiansyah yang sedari tadi hanya diam saja mendengar pembicaraan Dedi sanjaya dengan orang suruhannya,ikut bertanya karna


mendengar kalau selama ini Saripah tinggal di kota yang sama dengan Dedi dan putrinya Adinda.


"Kemungkinan besar tuan,tapi kami belum bisa memastikannya."


Ardiansyah terlihat sangat sedih mengingat kematian Adinda yang sampai sekarang belum tau siapa dalang dari tabrakan yang disengaja itu.


" Selama Saripah tau kalau Rio dan Gina ada didekatnya,apa kamu melihat tindakan yang mencurigakan dari Saripah?"


"Ada nyonya,kami sering melihat Saripah menelpon seseorang secara sembunyi-sembunyi.Saripah tidak mau Adiguna mengetahuinya."


"Lebih baik kita istirahat,besok kita bicarakan lagi apa yang harus kita lakukan untuk membongkar sebuah rencana busuk dari Saripah."


Risma memberi perintah.Walaupun Risma wanita satu-satunya yang ikut dalam melaksanakan rencana ini,tapi Risma tidak mau diatur malah lebih sering mengatur dan yang lain patuh saja atas perintah Risma.


Memang Diandra dan Renata tidak ikut ke kampung,bukannya mereka tidak mau,tapi Risma melarang mereka ikut takut mereka memperlambat pergerakkan mereka.


Diandra dan Renata sudah coba merayu suami mereka agar mau mengajak mereka tapi di saat Risma bicara dengan suara sedikit


meninggi membuat Diandra dan Renata takut dan pasrah kalau mereka tidak di ikutkan dalam rencana ini.


****


Setelah Sony dan Adiguna pergi dari villa,Rio masuk dan menemui Gina dikamar.


"Sayang kenapa kamu keluar dengan pakaian begitu?"


"Maaf kan Gina mas,Gina tidak tau kalau ada Sony dan kakek Adiguna.Gina mau mencari mas Rio.Ini semua salah mas Rio,kenapa mas Rio ninggalin Gina sendiri di kamar"


Gina berbalik menyalahkan Rio.

__ADS_1


"Kenapa jadi mas yang salah,jelas-jelas kamu yang salah!"


Rio membela dirinya.


"Ya sudah kalau mas Rio nyalahin Gina dan mau marahin Gina,mas Rio marah saja,Gina tau kalau mas Rio sudah tidak sayang lagi sama Gina."


Gina menangis terisak yang membuat Rio jadi


serba salah.


"Ya sudah ini semua salah mas,maafin mas Rio ya sayang!Sudah jangan nangis lagi."


Rio berdiri dengan lututnya dihadapan Gina yang sedang duduk di atas tempat tidur.Rio memegang tangan Gina dan menatap Gina dengan tatapan memohon.


Gina masih saja menangis,membuat Rio hilang akal bagaimana membujuk Gina agar berhenti menangis.


"Sayang berhenti dong nangisnya,Bagaimana kalau mas Rio masakin makanan kesukaan kamu,sebagai tanda minta maaf mas sama kamu."


Gina berhenti menangis dan menghapus air matanya.


"Ya sudah,tapi mas Rio harus janji tidak akan nyalahin Gina atas kesalahan mas Rio."


Rio heran mengengar ucapan Gina,tapi Rio mengikuti semua yang dikatakan oleh Gina.Rio takut kalau Gina nenangin lagi jika Rio membantahnya.


"Mas Rio janji sayang."


Rio mengangkat jar kelilingkingnya yang disambut Gina dengan menautkan jari krlingkingnya.


"Ya sudah mas Rio masak sana,Gina sudah lapar,masaknya yang banyak ya mas.Mas Rio kan tau kalau Gina harus memberi makan anak kita biar dua tumbuh dengan sehat."


Gina mengelus perutnya.Rio hanya menggeleng melihat tingkah Gina yang aneh.


"Apa ini yang dimaksud Gina kalau aku harus bersiap-siap dengan hal-hal yang lebih aneh selama Gina dalam masa kehamilan.Ah sudahlah lebih baik aku masak sebelum ada hal aneh yabg lainnya.


Bersambung...!!!


****


Hai para readers yang baik hati,tolong dukung author dadakannya agar semakin semangat dengan cara


*Like


*komen


*vote

__ADS_1


Terimakasih...!!!


****


__ADS_2