Wanita Impian

Wanita Impian
EPISODE 67


__ADS_3

Sony dan Adiguna sampai di villa Rio disaat Rio sedang duduk diteras menikmati secangkir kopi sambil menikmati pemandangan yang indah di sore hari.


Sedangkan Gina masih tidur dengan nyenyak


karna kelelahan habis bertempur habis-habisan bersama Rio di atas ranjang.Melihat kedatangan Sony dan Adiguna,Rio langsung berdiri dan bersikap waspada dan menunjukkan sikap dinginnya.


Melihat sikap Rio yang seakan tidak suka dengan kedatangan mereka membuat Adiguna merasa tidak enak hati.Tapi berbeda dengan Sony yang sudah cukup mengenal sifat Rio,Sony terlihat santai tidak ambil pusing dengan sikap Rio yang dingin.


"Sorry kami datang di saat-saat seperti ini,tapi


gue tidak mempunyai waktu lagi sebab gue besok pagi harus balik kekota."


"Kebetulan kalian datang,kita bisa bicarakan masalah keluarga kita."


"Memang itu tujuan kedatangan kami kesini."


Sony terlihat kesal karna sedari tadi Rio tidak mempersilahkan mereka naik ke villa.Tapi malah berbicara dari atas dan mereka dibawah karna villa yang ditempati Rio mempunyai model seperti rumah panggung.


Walaupun Rio melihat kekesalan di nada bicara dan wajah Sony,tapi tidak membuat Rio


merasa bersalah.


"Kalau begitu naiklah"


Rio menyuruh Adiguna dan Sony naik ke villa.


"Kenapa tidak dari tadi."


Sony mengomel tapi dengan suara pelan seolah Sony tidak ingin Rio mendengarnya.Namun sebenarnya Rio mendengar ucapan Sony tapi Rio tidak mempedulikannya.


Mereka duduk diruang tamu di dalam villa karena udara diluar sudah terasa dingin.


"Jadi bagaimana apa kau sudah membicarakan apa yang kita bicarakan dengan keluarga mu?"


Rio memulai pembicaraan.


"Sudah dan seperti yang ku katakan Mama dan kakek tidak mengetahui tentang putri dari tante Amanda.Sepertinya pak Ahmad dan nenek Saripah memang sengaja menyembunyikan semuanya dari keluarga gue."


Sony menjelaskan.


"Pak Ahmad,nenek Saripah maksud kamu apa,saya tidak mengerti."

__ADS_1


Karna Rio memang tidak tau siapa Saripah dan apa hubungannya dengan semua ini."


"Pak Ahmad,adalah saudara tiri dari nenek Saripah.Sedangkan nenek Saripah adalah ibu kandung dari mama gue dan tante Amanda."


Lalu Sony menceritakan semuanya yang diketahuinya.Dan kecurigaannya pada Saripah.Setelah selesai mendengar penjelasan dari Sony,Rio melihat pada Adiguna yang sedari tadi hanya diam yang ikut menyimak cerita Sony.


"Saya tidak ada hubungannya dengan apa yang terjadi pada keluarga mu.Karna selama ini tidak menyimpan dendam apapun pada keluarga kalian,apalagi berniat melakukan hal buruk meskipun saya tidak menyukai Dedi sanjaya."


Adiguna membela dirinya.Karna memang Adiguna tidak pernah berniat berbuat jahat pada keluarga Rio.Jangankan niat,tau saja pun tidak apa yang pernah terjadi menimpa keluarga Dedi sanjaya dan Rio.Sebab selama ini seperti yang dikatakannya pada Sony karna Adiguna fokus mencari keberadaan Ahmad dan Saripah.


"Lalu kenapa kalian mencurigai nenek Saripah?"


Rio bertanya lagi.


"Karna kalau memang tante Amanda mempunyai seorang putri seperti yang kamu bilang pasti nenek Saripah mengetahuinya.tapi disaat gue dan kakek bertanya soal itu,nenek mengatakan kalau dia tidak mengetahui hal itu dengan alasan yang tidak masuk akal."


"Jadi benar Amanda memiliki seorang putri.Dimana dia sekarang apa Dedi sanjaya sudah menemukan?"


Adiguna bertanya dengan penuh harap.


"Kalu yang dikatakan Pak ahmad itu benar,anda menang memiliki seorang cucu dari Amanda.Tapi saat ini keberadaannya belum ditemukan.Sinta melarikan diri keluar negri karna takut pada ayah.Sinta bersekongkol dengan pak Ahmad untuk mencelakai saya dn istri saya Gina."


Rio memberi penjelasan.


"Adiguna merasa heran.


"Karna selama ini Sinta,saya dan ayah tidak tau kalau kami memiliki ikatan darah.Pak ahmad memperkenalkan Sinta sebagai putrinya.Sinta jatuh cinta pada saya,tapi saya tidak mencintai dia dan memilih Gina sebagai istri.Hal itu membuat Sinta membenci saya dan Gina."


Rio menjelaskan secara detail apa yang membuat Sinta berniat melukai dirinya dan Gina.Adiguna terlihat sedih mendengar cerita Rio.


"Mengapa nasib keluarga ku jadi seperti ini.Entah apa kesalahan yan telah ku lakukan sehingga menerima semua kenyataan ini?"


Sony juga merasakan kesedihan yang di rasakan oleh Adiguna.Rio menatap kearah Adiguna sambil menyelidik dan Rio melihat kejujuran di wajah dan mata Adiguna.


Gina membuka matanya dan melihat kalau Rio tidak ada lagi disampingnya.Gina bangun dari tidurnya dan mengambil mini daster yang terletak disofa.Gina menggulung rambutnya asal memperlihatkan lehernya yang penuh dengan tanda kepemilikan yang dibuat oleh Rio.


Gina berjalan keluar kamar sambil mengucek matanya dan sesekali masih menguap.Gina berniat untuk mencari Rio.Gina tidak mengetahui kalau ada Sony dan Adiguna di villa mereka membuat Gina berani keluar dengan pakaian minim.Karna hanya mereka berdua yang tinggal di villa itu sedangkan mang Jaja tinggal pondok di belakang villa.


Sony,Adiguna melihat kearah Gina yang masih mengucek-ngucek matanya.


Rio yang membelakangi Gina membalikan badan mengikuti arah mata Sony dan Adiguna memandang dan kagetnya Rio melihat Gina yang hanya memakai mini daster yang memperlihatkan hampir sebagian tubunya.Karna mini daster yang di pakai Gina bermodel tali dan sangat pendek

__ADS_1


"Gina pakaian apa yang kamu pakai?"


Rio berbicara dengan sedikit berteriak,yang membuat Gina kaget dan menrutkan tangannya.


Sangat terkejutnya Gina melihat Sony dan Adiguna yang sedang melihat kearahnya.


Gina secara reflek melihat pakaiannya dan langsung berlari kedalam kamar.


""Maaf mas,Gina nggak tau kalau ada tamu."


Gina bicara disaat berlari kedalam kamar.Setelah Gina masuk.Rio membalikkan badan melihat kearah Sony dan Adiguna.Sony sedang menunduk karna tidak tahan melihat kondisi tubuh Gina yang penuh dengan tanda kemilikan yang dibuat oleh Rio.


"Sepertinya pembicaraan kita sudah selesai.Kami permisi dulu."


Sony berdiri dan keluar dari villa tanpa menunggu jawaban dari Rio.Adiguna yang melihat Sony berdiri ikut berdiri dan pamit pada Rio.


"Saya pamit."


Lalu Adiguna mengikuti Sony yang sudah keluar dari villa terlebih dulu.


Saat di dalam mobil,Adiguna melihat kesedihan di wajah dan mata Sony.


"Kamu mencintai Gina?"


Sony tidak menjawab pertanyaan Adiguna.Sony menjalankan mobil pulang ke villa mereka.Dengan diamnya Sony adalah jawaban dari pertanyaan Adiguna.


Adiguna semakin sedih karna Sony miliki nasib yang sama dengan Ayunda mamanya,tidak bisa memiliki orang yang dicintainya.


Bersambung...!!!


****


Jangan lupa dukung penulis ya, dengan:


* Like


* Komen


* Vote


Terimakasih,dan ikuti terus kisahnya.

__ADS_1


****


__ADS_2