
Diandra,menyambut kedatangan rio dan gina,dengan wajah ceria.
rio dan gina memberi salam.
"siang nek,nenek sehat, gina menyapa diandra
"sehat sayang kamu gimana sekolahnya,dian
"lancar nek,kakek dimana nek,gina tidak melihat kakek,mengitari rumah dengan matanya
"ada di taman belakang,kamu ganti baju dulu sana,biar kita makan siang sama2.dian memberi perintah
dian memanggil rio yang sudah ditangga, naik
menuju kamarnya,
" rio tolong antar gina kekamarnya,pinta dian
"suruh pelayan aja nek,rio menjawab
"kamu kan ada dirumah,jadi semua pelayan ada dirumah belakang,kamu aja yang antar kelamaan kalau harus nunggu pelayan,lagian sekalian kamu kekamar,
"sana kamu ikutin mas mu,dian berbicara pada gina.
"mas,maksud nenek,gina bertanya heran
"kamu ko'bingung gitu,rio kan calon suami kamu,dan umur kalian juga jaraknya cukup jauh,jadi wajar aja kamu manggil rio itu dengan panggilan mas rio,dian menjelaskan
gina melihat rio yang sedang berdiri ditanngga,mengetahui gina sedang melihat kearahnya,rio pura2melihat kearah lain.
"ya sudah sana,sudah ditungguin mas mu,dian sengaja ngomporin biar rencananya cepat terlaksana,membuat mereka lebih dekat,kalau bisa saling jatuh cinta.
gina berjalan,mendekati rio sambil melamun.
"masak iya gue harus manggil dia dengan panggilan mas sih,mas rio gitu,a,,,malu gue,gina berbicara dalam hati
karna sibuk melamun gina tidak sadar kalau rio sudah berhenti didepan salah satu kamar di lantai atas,tidak sengaja gina menabrak rio
dan hampir jatuh,untung saja rio dengan cepat menarik tangan gina,hingga gina terjatuh dipelukan rio,
"kamu lagi ngelamunin apa sih,sampai tidak melihat gue yang sebesar ini,badan gue jadi sakit ditabrak sama kamu, rio melepas pelukannya menjauhkan tubuhnya,takut gina mendengar debaran jantungnya.
"maaf,gue tidak sengaja,sakit ya sini gue liat mana yang sakit,ingin mendekat pada rio,
"nggak usah urusin gue masuk sana,itu kamar kamu,berjalan dengan cepat menuju kamarnya yang ada di sebelah kamar gina.
"dasar cowok nggak jelas,marah2pun jadi nggak jelas,mencibir kearah pintu kamar rio,lalu masuk kekamarnya,
gina terlihat kagum melihat kamar yang akan ditempatinya.
"gila bener!!!bagus banget ni kamar,hotel berbintang si lewat kalau gini,terkagum2 melihat sekeliling kamarnya, tiba2 gina menepok jidat,kenapa gue jadi alay sih,tersenyum sendiri.
tidak heran kalau gina sampai jadi alay,kamar itu memang terlihat sangat megah,indah,seperti kamar seorang putri raja,sungguh dian ingin gina betah tinggal dirumahnya.
__ADS_1
****
"rio kamu nggak usah balik kekantor ya ,kamu temanin gina,biar gina ada teman ngobrol,kalau ngobrol sama nenek dan kakek takutnya nggak nyambung, ayo kek kita kekamar istirahat,kita yang sudah tua ini harus banyak2 istirahat,melihat ardi
"kamu aja sana,aku belum tua,lagian biasanya juga siang2 gini kita duduk di taman belakang
ngobrol sambil minum teh,ardi menolak ajakan dian
"sudah ayo,kamu temanin aku istirahat,aku sedikit lelah,dian menarik tangan ardi sambil mengedip-ngedipkan matanya.
"mata kamu kenapa,kelilipan sini biar aku lihat,ardi menahan tangan dian
"iya,mata ku kelilipan,tapi kamu ngobatinnya dikamar aja,kembali menarik tangan ardi
"kenapa,mesti dikamar sih,jangan2 kamu lagi kepinginnya,menatap genit dian
"udah nggak usah banyak tanya,ikut aja!dian tersenyum pada rio dan gina
"kakek dan nenek istirahat dulu ya,kalian ngobrol aja sambil habisin tehnya ,sayang kalau dibuang,
Rio dan gina serentak melihat kearah teko
,teko itu masih penuh
"semua nek,rio dan gina berbicara serentak
"dian tersenyum,ingat harus habis,meninggalkan rio dan gina sambil menarik tangan ardi
Rio dan gina saling pandang,lalu serentak mengalihkan pandangannya,mereka sama2 membisu,gina meminum teh di gelasnya sampai habis dan mengisinya kembali sampai penuh
"bukannya nenek bilang kita harus ngabisin tehnya ya,gina menjawab sambil yengir
"bisa2 perut kamu kembung,kekeyangan air,
"karna itu kamu juga minum,biar perut kita sama2 kembung,gina tertawa
rio melihat gina tidak berkedip, jantungnya berdebar ,rio merasa senang melihat senyum itu,mengetahui rio menatapnya,gina berhenti tertawa,dia tersipu malu,pipinya merona,rio terus menatap gina
"kenapa,dia terlihat begitu cantik saat tersenyum dan bertambah semakin cantik saat pipinya merona,rio berbicara di dalam hati, secara tidak sadar rio tersenyum
"ternyata kamu bisa tersenyum juga,gue kira kamu hanya bisa marah2 saja,gina kembali tertawa
"kamu sudah tertawanya,itu minum lagi,biar tehnya cepat habis,rio meminum tehnya,rio sengaja berkata begitu agar gina berhenti tertawa,dia takut jantungnya tiba2 rusak,karna
terus berdetak dengan cepat
gina mengisi kembali gelas rio dan gelasnya lagi,gina melihat rio,dia terlihat ragu untuk bicara,rio mengetahui itu,
"kalau mau bicara,bicara saja,tidak usah takut gue tidak menggigit,ucap rio bercanda.
gina tertawa mendengarnya,
"selain bisa senyum,ternyata kamu bisa bercanda juga,gina tertawa dengan mata berbinar
__ADS_1
"tadi kamu mau ngomong apa,rio bertanya
"gue tadi mau ngajak kamu ngobrol,tapi bingung harus manggil kamu apa,jadi gue ragu!!
"tadi nenek kan sudah kasih tau kamu harus manggil aku apa kenapa masih bingung,rio menjawab
"jadi gue manggil kamu mas rio gitu,gina bertanya kembali
"emangnya kenapa,kamu nggak mau?rio bertanya balik
"enggak gitu cuma mastiin aja kalau kamu tidak keberatan,gina membuat alasan dan meminum kembali tehya,
"aku tidak keberatan,rio meminum tehnya juga,rio berdiri,gina melihatnya
"mau kemana,gina bertanya
"kekamar,teh nya sudah habis,jadi aku harus mengeluarkan kembali biar perutku tidak gembung,
gina melihat teko,kemudian gelas mereka,benar tehnya sudah habis ikut berdiri berjalan di belakang rio
"kenapa mengikuti ku,rio berhenti dan memutar badannya menghadap gina
"siapa yang ngikutin mas rio,gina mau kekamar sudah kebelet,gina berlari mendahului rio,gina takut rio melihat wajahnya yang memerah karna malu
gina masuk kekamar,menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya,lalu menjatuhkan badannya keatas tempat tidur,
"demi apa!!!gue manggil dia begitu
gina memukul kepalanya pelan
"jangan alay deh!!!
kemudian tertawa geli,gina menutup wajahnya dengan selimut.
sedangkan rio berdiri bengong melihat tingkah gina,rio tersenyum lalu berjalan menuju kamarnya,
"dian tersenyum ,sambil mencubit gemas ardi,ternyata dari tadi mereka mengintip dari kamar ,bukan mereka tapi dian yang mengintip sedangkan ardi hanya berdiri menemani dian sambil ngomel2,karna dari tadi ardi sudah mau pergi tapi dian tidak mau melepas tangannya,
"ini pertama dan terakhir kita melakukan ini,kayak tidak ada kerjaan aja,ardi melepas tangannya kesal
dian tidak peduli dengan omelan ardi,dian malah tersenyum senang,
"rencanaku berhasil, dian memegang kedua pipi ardi dengan gemas,
"lepasin,kamu membuat wibawaku berkurang,bagaimana kalau sampai orang tau,
"seorang ardiansyah subadja pengusaha sukses mengintip cucunya yang lagi pacaran.berdiri seperti orang yang sedang membaca puisi
melihat dian kesal
dian hanya tertawa menyadari kelakuannya.
Bersambung...
__ADS_1
****
Terimakasih sudah membaca,jangan lupa tinggalkan like,vote dan komen.