
Rio sedang bersiap-siap untuk pulang ketika ponselnya berbunyi.Rio melihat nama yang tertera di ponsel lalu mengangkatnya.Rio berbicara beberapa menit lalu mematikan ponselnya.
Rio keluar dari ruangan kerjanya dan menghampiri gina,
"kita kerumah nenek ya,tadi nenek telpon suruh kita datang."
"ada apa nenek menyuruh kita datang?"
Gina merapikan mejanya,bersiap untuk pulang.
"tidak tau,nenek hanya bilang kalau mereka rindu dengan kita."
"o...ya udah,nanti kita mampir dulu ketoko kue beli kue kesukaan nenek."
Gina berdiri dan menggandeng tangan rio,mereka berjalan menuju lif tanpa mempedulikan surya.
"tunggu pak apa saya tidak perlu mengantar bapak?"
Surya mengikuti rio dan gina dari belakang.
"apa saya ada meminta kamu mengantar saya!"
Rio tidak menghentikan langkahnya,rio masih kesal karna surya menertawakan dirinya tadi pagi.
"kalau besok apa saya harus menjemput bapak?"
"kamu sudah berapa lama kerja dengan saya sampai hal kecil saja kamu tidak tau!"
Rio menghentikan langkahnya dan menatap tajam rio.Mendapat tatapan yang begitu menakutkan surya menundukkan kepalanya.
"maaf pak saya mengerti,besok saya akan menjemput bapak."
Rio dan gina masuk kedalam lif dan turun lebih dulu meninggalkan surya yan masih menundukkan kepalanya.
Gina melihat rio,
"kenapa mas bersikap begitu pada mas surya?"
"mas masih kesal karna tadi pagi dia berani menertawakan mas."
Gina hanya mengangguk-anggukan kepalanya.
****
Sesampainya rio dan gina di kediaman subagja mereka disambut dengan antusias oleh dian dan ardi,mereka duduk diruang keluarga.
"bagaimana kabar kalian,nenek marah kalian lupa sama kami yang sudah tua ini,tidak pernah menelpon,bahkan kalau tidak disuruh datang tidak ingat untuk datang berkunjung."
Dian membuat wajahnya sesedih mungkin.
Gina tersenyum melihat tingkah dian yang merajuk.Rio dengan santai menanggapi tingkah dian,
"sudahlah nek nggak usah berlebihan gitu,rio sudah hapal semua trik nenek,emangnya nenek mau apa dari rio?"
Dian semakin pura-pura merajuk dan membuang wajahnya tidak mau melihat rio.
__ADS_1
"kamu sudah tua tidak cocok lagi merajuk seperti itu,malu sama umur."
Ardi mengalihkan perhatiannya pada rio dan gina
"apa dedi sudah datang mengunjungi kalian?"
"sudah kek,kakek ko' tau ayah mengunjungi kami?"
"dedi datang kesini,dedi mengira kalian masih tinggal disini.Kakek menyuruh dedi mengunjungi kalian dirumah baru kalian."
"sebenarnya ada apa kek,sepertinya ayah menyembunyikan sesuatu dari rio,apa ayah memberitau kakek?"
Ardi diam seperti orang yang bingung,dian yang tadi pura-pura merajuk ikut terlihat khawatir membuat rio dan gina jadi penasaran.
"ada apa kek,kasih tau rio tidak perlu menyembunyikan hal apapun dari rio."
Ardi dan dian saling pandang,dian menggaguk tanda setuju dengan apa yang dipikirkan ardi.Ardi menarik nafas dan membuang dengan cepat,
"kamu masih ingat dengan mbk ina?"
Rio terlihat tegang tapi rio dengan cepat mengendalikan dirinya.
"rio ingat kek."
"mbk ina sudah bebas dari penjara,masa hukuman 20 tahun sudah selesai dijalaninya,sekarang mbk ina ada dikota ini,kami takut kalau dia kembali berusaha menyakiti kamu."
Rio hanya diam dengan tatapan kosong,gina menggenggam tangan rio memberi kekuatan,
"apa perempuan itu tau kami tinggal dimana"
Gina bertanya dengan cemas.
Dedi kembali mengembuskan nafasnya dengan cepat lalu melanjutkan ucapannya,
"satu hal lagi yang harus kalian tahu,bahwa orang yang berusaha melukai rio waktu kecil dan mengakibatkan adinda meninggal belum tertangkap,meskipun dedi sudah melakukan penyelidikan tapi sampai sekarang belum mendapatkan hasil."
Rio masih diam membuat gina khawatir dan semakin mengeratkan genggamannya.
"bagaimana kalau kalian kembali tinggal disini,"
Dian menyampaikan keinginannya.Tapi rio masih diam saja membuat ardi,dian dan gina melihat rio dengan khawatir.Setelah berapa menit terjadi keheningan rio akhirnya bersuara,
"tidak usah nek,dimanapun rio tinggal kalau dia berniat untuk menyakiti rio,dia akan tetap melakukannya,rio akan menghadapi,rio tidak akan takut lagi pada perempuan itu."
Mata rio terlihat marah.
"kalau begitu kakek harap kalian berhati-hati.
dan selalu waspada."
Rio hanya mengangguk dan melihat gina dan membalas menggenggam tangan gina dengan kedua tangannya,
"kamu tidak usah khawatir,mas akan menjaga kamu,mas tidak akan membiarkan mereka menyakiti orang yang mas cintai.
Gina tersenyum pada rio,
__ADS_1
"gina percaya mas akan menjaga gina,gina hanya khawatir dengan mas rio,karna gina sudah tau tentang kejadian itu."
"tidak usah khawatir mas baik-baik saja."
Gina semakin melebarkan senyumnya lalu menyandarkan kepalanya dada rio,rio memeluk gina erat.Dian dan ardi saling pandang dan tersenyum bahagia melihat rio yang sudah dapat menerima gina dan bisa mencintai gina.
****
Setelah rio dan gina pulang ardi menelepon dedi,
"saya sudah memberitau rio tentang ina sepertinya rio baik-baik saja."
"baguslah kalau begitu,yang terpenting rio sudah tau dan rio bisa lebih waspada.
"tapi kamu harus tetap menyuruh orang untuk menjaga mereka,
Dian ikut berbicara karna ardi menghidupkan speaker ponselnya jadi dian bisa mendengar pembicaraan mereka.
"itu sudah pasti,karna saya tau kalau rio tidak akan mau memperkejakan pengawal."
"apa kita perlu memberitaukan keluarga darmawan karna ini juga menyangkut keselamatan gina.
Ardi bertanya pada dedi.
"soal darmawan biar saya yang memberitau,semakin banyak yang menjaga rio dan gina akan semakin baik."
"ya sudah,tapi kamu juga harus hati-hati kamu pasti tau kalau mereka ingin menyakiti rio hanya untuk membuat kamu menderita."
"pasti,kalau begitu kita akhiri pembicaraan ini karna saya masih ada urusan lain."
Dedi memutuskan panggilan telponnya.
"kita berdoa saja semoga semua baik-baik saja.
Dian mengangguk dan menyandarkan kepalanya dada ardi,ardi memeluk dian,
"ternyata kamu tidak mau kalah dari gina minta dipeluk juga.
Ardi menggoda dian,
"kamu itu dalam situasi begini masih bisa bercanda."
Dian mencubit pinggang ardi pelan.
****
Selama perjalanan pulang rio hanya diam membuat gina khawatir,
"apa mas benar-benar,baik-baik saja?"
"mas baik-baik saja,kamu tidak usah khawatir."
"bagaimana kalau kita memperkerjakan pengawal?"
"tidak perlu selain mas tidak nyaman,itu juga akan membuat mereka berhati-hati dalam bertindak lebih baik mereka mengira kita tidak tau sehingga mereka membuat kesalahan sendiri nantinya,yang penting kita harus waspada,lagian mas nyakin ayah sudah menyuruh orang untuk menjaga kita,jadi kamu tenang saja semua akan baik-baik saja."
__ADS_1
Rio berusaha menyakinkan gina.Gina hanya mengangguk dan mereka kembali diam sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
Bersambung...