Wanita Impian

Wanita Impian
Gelisah


__ADS_3

Sudah seminggu lamanya gina tinggal di kediaman subagja,siang ini gina akan kembali


kerumahnya.wajah dian terlihat sedih


"kamu tetap tinggal disini aja ya,kamukan sebentar lagi akan menikah dengan rio,jadi akan tinggal disini juga nantinya,jadi kenapa nggak mulai dari sekarang saja"!dian mengatakan keinginannya.


"nggak bisa dong nek gina kan belum menikah dengan mas rio jadi nggak mungkin gina tinggal disini terus",


"ya sudah! kenapa kalian nggak menikah saja"


dian menyampaikan ide gilanya,


"kamu ini kenapa sih,emang menikah itu gampang, segampang beli kerupuk.


semua itu butuh proses,lagian gina nanti bisa main2 kesini",ardi menjelaskan


"iya nek nanti gina sering-sering main kesini,


"lagipula biasanya nenek berdua aja sama kakek, nenek senang-senang aja",rio menambahkan


"kenapa kalian jadi ngeroyok nenek",dian cemberut


"sudah kamu nggak usah lebay",


ardi menimpali


"belajar dari mana kamu ngomong gitu,emang tau artinya apa"?dian tambah cemberut


"siapa lagi kalau bukan nih",ardi menunjuk gina dengan dagunya,


Gina hanya tersenyum,ternyata ke-alay-an bisa menular.


Rio melihat kearah gina bertepatan gina melihat kearah rio,pandangan mereka bertemu,tatapan itu serasa ingin menyampaikan sesuatu,tapi apakah mereka mengerti, hanya mereka yang tau.


"Rio berangkat kerja dulu ya nek,kek",rio menyium punggung tangan ardi dan dian bergantian.


melihat rio bepamitan,gina pun ikut berpamitan pada dian dan ardi,


"gina berangkat sekolah ya nek,kek",gina menyium punggung tangan ardi dan dian bergantian


"hati-hati dijalan jangan ngebut"dian menasehati


"seharusnya,nenek menasehati surya,yang nyetirkan surya bukan rio"rio menjawab dengan sedikit berteriak karna rio sudah berjalan keluar rumah


"kalau begitu kamu sampaikan pada surya pesan nenek"dengan berteriak pula


saat rio dan gina sampai diluar,mereka melihat surya sedang berdiri bersandar pada mobil sambil memainkan ponselnya.


"ayo berangkat"rio memberi perintah


Dengan cepat surya memasukan ponselnya kedalam saku jas,lalu membukakan pintu untuk rio dan gina


"silahkan pak,nona"


rio dan gina masuk kedalam mobil,lalu diikuti oleh surya,dan surya segera menjalankan mobil menuju sekolah gina.


Selama dalam perjalanan rio dan gina hanya diam,mereka larut dengan pikiran masing-masing.sesampainya disekolah gina,sebelum turun gina ingin menyampaikan


sesuatu ke rio,tapi rio lagi melihat keluar dari kaca samping mobil.gina mengurungkan niatnya,gina turun dan berpamitan pada surya,


"makasih ya mas surya,sudah ngantar gina",

__ADS_1


gina kembali melihat rio,rio masih pada posisinya,rio tidak menoleh sedikitpun melihat gina.


gina akhirnya pergi tanpa pamit pada rio


gina berjalan sambil melamun,


"kenapa mas rio dari tadi diam aja ya,apa gue berbuat salah tanpa gue sadari,jadi mas rio marah sama gue,padahal tadi gue mau pamit karna nanti siang gue pulang kerumah,tapi ya sudahlah untuk apa dipikirkan,mas rio kan memang suka marah-marah nggak jelas",


gina berlari menuju kelas karna bel sudah berbunyi.


Rio masih saja diam,dia sama sekali tidak bergerak dari posisinya,rio hanyut dengan pikirannya,


"kenapa gue begitu berat berpisah dengan gina,hanya memikirkan nanti tidak bertemu di rumah sudah membuatku malas untuk pulang",rio menarik nafas panjang dan melepaskan dengan kasar,mencoba mengurangi kegelisahannya.


Surya yang dari tadi memperhatikan rio,merasa bingung tapi surya tidak berani bertanya,karna surya hafal betul sifat rio,


kalau sedang kusut begitu,jangan coba-coba mengusiknya,itu sama saja membangunkan macan lapar,pasti akan langsung di terkam.


Saat sampai dikantor wajah rio semakin kusut,semua kena getahnya,sedikit saja melakukan kesalahan pasti akan kena amukannya.


Rio sama sekali tidak fokus bekerja,rio sudah mencoba untuk fokus tapi tidak bisa,rio menjadi frustasi dia mengacak rambutnya kasar,


"kenapa aku tidak bisa menghilangkan gina dari pikiranku sebentar saja,apalagi mengingat dia akan pulang ,membuat ku semakin memikirkan gina,apa yang salah dengan ku,bukannya dulu aku sangat membenci wanita,tapi sekarang jangankan benci berpisah sebentar saja aku tidak rela.


Rio semakin mengacak-ngacak rambutnya berusaha menghilangkan gina dari pikirannya.


****


Disekolah gina terlihat bosan,ini untuk pertama kalinya gina merasa bosan berada dikelas,biasanya gina selalu semangat belajar,tapi sekarang semua pelajaran terasa sangat membosankan,gina menyoret-nyoret bukunya,dia mendesah bosan.


Riska yang duduk sebangku dengan gina terlihat bingung melihat tingkah gina hari ini,


"lo kenapa gin,muka lo ko'kusut gitu",


"apa lo bilang, bosan,gue nggak salah dengar,seorang gina murid teladan bosan berada dikelas",rika bicara berbisik karna takut didengar guru kiler,bisa habis dia telan.


"entahlah,gue aja bingung dengan diri gue",


menghela nafas dengan kasar


"lo lagi ada masalah",tetap berbisik


gina hanya menggeleng,lalu mengangkat bahunya.


Bel istirahat berbunyi,semua murid membereskan buku-bukunya,dan berlarian keluar kelas.lain dengan gina,dia tetap duduk diam tidak berniat beranjak dari bangkunnya,riska yang sudah selesai membereskan bukunya melihat gina,


"lo kenapa sih?,kalau lo ada masalah lo cerita ke gue"menatap c gina


"nanti siang gue balik ke rumah gue"


gina meletakan kepalanya diatas meja beralaskan tangannya,


"trus,kenapa lo kayak nggak senang gitu"?riska merasa heran,sesaat riska melihat sony yang sedang berjalan menuju kearah mereka,


sony bertanya tanpa suara dan mengarahkan dagunya ke gina,riska hanya menggeleng.


"gue merasa berat berpisah sama mas rio",


matanya berkaca-kaca.


"maksud lo,lo sudah mulai suka dengan mas rio"?riska mengangkat kepala gina dan mengarahkan wajah gina agar menatapnya dengan memegang kedua pipi gina.

__ADS_1


Gina mengangguk pelan.


"mas rio sudah tau kalau lo suka dia"?


gina menggeleng


"lo jangan cuma mengangguk,menggeleng aja,lo cerita ke gue"melepaskan tangannya dari pipi gina lalu melihat sony


" liat tu teman lo,yang lagi jatuh cinta,tapi terlihat seperti orang yang sedang patah hati".


mendengar ucapan riska,gina tiba-tiba menangis,riska dan sony kaget melihat gina menangis


"lo apa-apaan sih,sampai nangis gini,lo itu pulang kerumah orang tua lo,bukan mau masuk penjara,lo kan masih bisa ketemuan sama mas rio lo itu",


riska terlihat kesal.


"gue nggak tau kenapa bisa nangis gini,gue bingung kenapa bisa sesedih ini pisah dengan mas rio",apalagi tadi pagi mas rio sepertinya marah sama gue,mas rio nggak mau lihat gue sama sekali".


suara tangis gina semakin keras.


"sudah-sudah lo diam dong,nanti orang-orang pada dengar,dikirain lo kenapa-napa"riska mengelus-elus punggung gina berharap gina berhenti menangis.


melihat gina menangis,sony pergi meninggalkan gina dan riska wajahnya terlihat marah.


****


Rio melihat jam yang ada ditangannya,rio mendesah gusar,


"apa gue jemput gina aja ya,tapi kalau gina tanya kenapa gue jemput dia,gue harus jawab apa,tapi kalau gue nggak jemput gina,gue rindu ingin ketemu dia",rio semakin terlihat gusar,rio binggung harus bagaimana.


Rio keluar dari ruangannya,meminta kunci mobil dari surya,lalu melangkah cepat menuju lif,sesampainya dibawah rio sedikit berlari menuju mobilnya,kemudian memacu mobilnya dengan kencang


,seakan dia berpacu dengan waktu,sekolah gina itulah tempat yang akan ditujunya.


Mata itu menatap tanpa berkedip kearah gina yang sedang duduk sendiri di halte bis,wajah gina terlihat sedih,rio terlihat khawatir melihat gina yang terlihat sedang sedih,ya rio hanya memandang gina dari jauh,tanpa berniat untuk menemuinya.Rio berharap dengan melihat gina kegelisahannya akan berkurang


tapi melihat gina yang sedang bersedih membuat rio semakin gelisah,rio tidak bisa menahan dirinya lagi,


Rio menjalankan mobilnya,dan berhenti tepat di depan gina,rio membunyikan klakson.lalu memanggil gina


"cepat naik,biar mas antar kamu pulang".


mendengar ada yang memanggilnya,gina melihat kearah suara tersebut,saat gina melihat rio,dia mengucek-ngucek matanya seakan gina tidak percaya bahwa yang ada didepannya saat ini adalah rio,tapi hanya bayangannya.


" kenapa masih bengong disitu,cepat naik atau mas tinggal"


.rio kembali membunyikan klakson,yang menyadarkan gina bahwa yang didepannya benar-benar rio bukan hanya hanyalannya saja.


"mas rio",gina terlihat sangat senang kesedihan diwajahnya hilang seketika,


Gina masuk kedalam mobil duduk disamping rio,gina memberikan senyum terbaiknya,


"makasih mas sudah menjemput gina",


"hem....,rio menjalankan mobilnya


tiba-tiba semua kegelisahan dihatinya hilang


melihat senyuman itu,senyuman yang dirindukannya meskipun baru sebentar tidak bertemu.


Bersambung...

__ADS_1


****


Terimakasih sudah membaca,jangan lupa tinggalkan like,vote,serta kritik dan saran di kolom komentar.


__ADS_2