Wanita Impian

Wanita Impian
Episode 45


__ADS_3

Ahmad berjalan didepan dedi sanjaya dengan gelisah karna setelah mengirim pesan kesalah seorang anggotanya,ahmad tidak mendapat balasan.Ahmad mulai pucat dan berkeringat,dedi yang melihatnya tersenyum diam-diam.


"Kenapa kamu terlihat sangat gelisah dan wajah kamu semakin pucat dan berkeringat begitu,apa kamu lagi sakit?"


Ahmad yang tau bahwa dedi selalu memperhatikan dirinya semenjak tadi tambah


ketakutan,


"Tidak tuan hanya saja mungkin pengaruh usia jadi cepat lelah!"


Ahmad bicara dengan gemetar membuat dedi semakin tersenyum.


"Apa kamu sekarang sudah jarang olah raga,masa hanya menuruni tangga dari lantai sepuluh saja kamu sudah lelah padahal ini masih separo jalan."


"Ya tuan akhir-akhir ini saya memang jarang olah raga sibuk mengurus acara ini."


Ahmad memberi alasan.


"Kalau begitu itu semua salah saya karna memberi kamu pekerjaan terlalu banyak sehingga kamu tidak sempat olah raga,kalau begitu saya minta maaf."


"Bukan tuan,saya saja yang sedikit malas untuk olah raga."


"Yang benar yang mana,karna malas atau karna tidak sempat?"


Ahmad menjadi salah tingkah dan mengalihkan pembicaraan,


"Kita sudah sampai dilantai dasar tuan,tidak ada hal-hal yang mencurigakan."


Dedi berhenti dan memperhatikan setiap dinding yang ada di area tangga,lalu mengetuk-ngetuk dinding,padahal dedi sudah tau kalau disitu ada pintu rahasia.


"Setelah mengetuk diberapa bagian dinding terdengar syara yang berbeda dari tempat yang lain lalu dedi melihat ahmad,


"Apa kamu mendengar sesuatu yang berbeda,sepertinya ada sesuatu di balik dinding ini?"


Ahmad yang ditanya bingung harus menjawab apa.Disaat ahmad kebingungan yang bercampur rasa takut terkejut ketika mendengar ponselnya berbunyi, sebuah pesan masuk.


Ahmad melihat ponsel dan memambaca pesan masuk dari sinta,


"Ayah tuan dedi sudah tau semuanya,sinta akan pergi keluar negri sekarang,ayah hati-hati ya."


Wajah ahmad semakin pucat setelah membaca pesan dari sinta,ahmad melihat dedi dan orang suruhan ya lalu dengan tiba-tiba ahmad mengambil pistol yang ada dibalik jasnya dan menodongkannya kepada dedi.

__ADS_1


"Ternyata kamu sudah mengetahui semuanya,kenapa masih berpura-pura?"


Meskipun ada pistol yang ditodongkan kepadanya dedi masih tersenyum dan bisa dibilang tertawa,


"Siapa yang berpura-pura saya atau kamu,dan sekarang kamu sudah tidak memanggil saya tuan lagi tapi kamu,ternyata nyalimu cukup besar juga dengan menodongkan pistol kepada saya."


"Kenapa saya mesti takut semua orang disini adalah suruhan saya,cepat ikat dia dan bawa keruang bawah tanah satukan dengan anak dan menantunya biar mereka sama-sama mati disana."


Dedi di ikat dan dibawa keruangan dimana gina dan rio disekap.Saat dedi dibawa rio sudah sadar dari pingsannya dan ikatan gina sudah dilepas karna pada saat rio pingsan orang suruhan ahmad memang tidak mengikatnya.


Gina dan rio kaget melihat dedi yang terikat padahal orang- orang tadi bilang kalau dedi akan membebaskan mereka sendiri dari tempat itu tapi kenapa sekarang dedi malah terikat kalau begitu bagaimana mungkin dedi bisa menyelamatkan meteka.


Dedi melihat rio dan gina dan memberi isyarat


dengan mengedipkan matanya.Rio dan gina melihat dedi dengan bingung tapi mereka hanya diam karna mereka tau dedi mengharapkan mereka untuk diam saja.


Dedi diikat disebuah kursi begitu juga rio dan gina lalu ahmad menyimpan pistolnya dibalik jas.


"Ternyata kamu sangat bodoh tidak langsung menangkap ku disaat kamu tau aku dalang dari semua ini."


Ahmad tertawa sekarang rasa takutnya sudah hilang karna ahmad menganggap dia sudah memegang kendali saat ini.


"Mungkin kamu bingung kenapa aku melakukan semua ini?"


Dedi terlihat tenang menghadapi ahmad.


"Kamu masih ingat dengan amanda safitri matan pacar kamu yang kamu buang begitu saja setelah kamu bertemu dengan adinda tanpa peduli dengan kondisinya pada saat itu."


Dedi berfikir mencoba mengingat apa yang dikatakan ahmad.Dedi dahulunya memang kaki-laki yang tdak baik suka gonta ganti pacar dan kasar juga kejam karna itulah orang tua adinda tidak merestui hubungan mereka.Tapi saat dedi bertemu dengan adinda dan jatuh cinta pada adinda,dedi berubah menjadi orang yang berbeda.Adinda membuat dedi menjadi orang yang lebih baik.


"Kenapa kamu tidak mengingatnya karna begitu banyak wanita yang telah kau campakan setelah kau bosan dengan mereka!"


Ahmad bertanya dengan mengejek.


Dedi memang tidak mengingat amanda karna memang betul yang di katakan ahmad dedi memang seorang lelaki bejat.


"Kamu ingat gadis lugu berkaca mata yang kau dekati dan kau bodohi setelah kau mendapatkan keperawanannya kau mencampakkannya begitu saja.


Setelah mendengar ucapan ahmad,dedi mengingatnya,ya amanda gadis lugu yang menjadi bahan taruhan bersama temannya untuk merebut keperawanan amanda yang terlihat cuek pada semua pria termasuk dirinya.


"Apa sekarang kau ingat,Kau tau gadis itu adalah adik merempuanku satu-satunya yang ku perjuangkan mati-matian karna dia adalah

__ADS_1


keluargaku satu-satunya yang ku miliki di dunia ini tapi kau menghancurkan hidupnya setelah kau mencampakkan dirinya apalagi saat dia tau kalau dia mengandung anak mu."


Ahmad bicara dengan marah brercampur sedih mengingat sang adik,tanpa ahmad sadari dia menangis.


Gina dan rio menatap dedi berharap kalau semua itu tidak benar tapi mereka kecewa karna mendengar ucapan dedi.


"Apa amanda hamil anakku?"Tapi kenapa amanda tidak memberi tau saya?"


"Karna setelah kau mencampakkanya kau berhubungan dengan adinda dan berniat ingin menikahi adinda yang mungkin kau tidak tau juga adinda adalah sahabat amanda jadi amanda tidak mau merusak kebahagian sahabatnya sendiri."


Dedi sangat terkejut tidak menyangka semua itu akan terjadi.


"Kau tau amanda sempat menasehati adinda untuk tidak menikah dengan mu tapi adinda bilang kalau kamu sudah berubah yang membuat amanda menyerah dan memilih untuk pergi dari kehidupan kalian."


"Apa amanda melahirkan anakku?"


Dedi bertanya dengan sedih.


"Untuk apa kamu bertanya,apa kamu sekarang peduli dengan anak mu?"


Ahmad tertawa dengan getir bercampur tangis kau tau setelah amanda tau dia hamil anak mu,dia menjadi stres dan sakit-sakitan dan setelah melahirkan anak mu amanda mengakhiri hidupnya,dia bunuh diri karna tidak mampu menanggung malu karna ulah mu."


Dedi kembali terkejut dan tanpa dedi sadari dia menangis,


"Dimana anak ku sekarang,apa dia baik-baik saja?"


Ahmad kembali tertawa sambil mengapus air matanya,


"Itulah kebodohan mu,kamu tidak mengenali anak mu sendiri padahal dia begitu dekat dengan mu dan memiliki sifat yang sama dengan mu."


Dedi bingung mendengar ucapan ahmad,


"Maksud kamu selama ini anakku ada didekat ku?"


Ahmad hanya diam melihat dedi yang penasaran,lalu ahmad melihat rio dan gina secara bergantian lalu menghampiri rio,


"Apa kau juga ingin tau dimana saudara mu,dan apa kamu bisa menerimanya?"


"Rio melihat ahmad dengan tatapan yang sangat susah untuk di mengerti.Rio hanya diam yang sebenarnya dia sangat syok mendengar semua kebenaran ini rio tidak tau harus bagaimana menghadapinya.


Bersambung...

__ADS_1


****


selamat membaca,jangan pelit kasih like ya dong!itu penyemangat untuk up dan terus berkarya.Juga kritik dan saran di kolom komentar juga vote ya.Terimakasih.


__ADS_2