
Pernikahan rio dan gina tinggal menghitung hari,semua persiapan untuk pernikahan telah diurus oleh EO,tinggal baju pengantin,dian sudah berulang kali menyuruh rio untuk meluangkan waktunya untuk fitting baju pengantin tapi rio selalu bilang sibuk,karna dia akan cuti selama seminggu saat menikah jadi harus menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu.
Karna tidak tau harus bagaimana lagi untuk menyuruh rio untuk fitting akhirnya dian menyuruh gina,dian saat ini sedang menelpon gina
"gina apa kamu lagi sibuk"?
"enggak nek,gina lagi dirumah aja,emang ada apa nek,"
"kamu bisakan pergi kekantornya rio,ajak rio untuk fitting baju untuk pernikahan kalian,ini tinggal berapa hari lagi loh,jadi kamu harus bisa membujuk rio untuk fitting hari ini juga,kamu bisakan?"
"iya nek gina akan usahakan",
Setelah selesai menelpon,gina siap-siap untuk pergi kekantor rio,meskipun sebenarnya gina takut kalau rio marah karna dia datang tanpa memberi kabar terlebih dahulu.
Selama dalam perjalanan gina berfikir apa yang akan dilakukannya jika rio benar-benar marah,gina berfikir dengan keras sampai-sampai gina tidak sadar kalau dia sudah sampai di kantor rio.Gina turun dari taxi online,lalu berjalan ke resepsionis
"siang mbak,saya mau tanya ruangan pak rio ada dimana ya",
"anda ini siapa,apakah sudah ada janji dengan
beliau,"
"belum mbak,tapi saya ini tunangan pak rio,"
wanita yang ada dimeja resepsionis itu memandang gina,
"tunangan,mbk jangan bohong setau saya beliau sangat benci pada wanita,jadi tidak mungkin beliau mempunyai tunangan."
"tapi mbak saya itu,"ucapan gina terhenti karna kedatangan seorang laki-laki yang ternyata dikenal oleh resepsionis itu,
"siang pak bima,"wanita itu menyapa laki-laki itu.
"ini ada apa,"bima bertanya dan melihat gina
"kamu siapa dan mau bertemu siapa?"bima melihat gina sambil berfikir
"kayaknya aku pernah melihat mu nona,tapi aku lupa dimana"
"saya gina,saya mau bertemu dengan pak rio,"
Bima terus melihat gina sambil berfikir,lalu dia menjentikkan jarinya,
"aku ingat aku pernah melihat mu di ponselnya rio,kamu calon istri rio kan"
bima mengulurkan tangannya,
"kenalkan aku bima,teman satu-satunya rio,"
gina menyambut uluran tangan bima dan mengangguk,membenarkan ucapan bima.
"ayo saya antar kebetulan saya juga mau ketemu rio,"bima menawarkan,
gina mengangguk kembali dan mengikuti bima masuk kedalam lif khusus menuju ruangan rio,wanita yang ada di meja resepsionis itu hanya diam melihat kepergian bima dan gina.
Bima masuk keruangan rio tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu,
__ADS_1
"hai bro, jam segini masih sibuk aja,ini sudah jam makan siang" bima duduk di sofa didekat meja kerja rio,
"lo ngapain kesini,bawa wanita pula lagi,"rio bicara tanpa melihat bima maupun gina,karna itu rio tidak tau kalau wanita itu adalah gina
dari nada bicaranya terlihat jelas kalau rio tidak suka dengan kehadiran wanita itu.
Gina yang mendengar nada bicara rio jadi takut,dengan gugup gina memberanikan diri
menyapa rio,
"siang mas rio,"gina melihat rio dengan rasa takut.
mendengar suara gina,dengan cepat rio mengangkat kepalanya memastikan kalau suara yang didengarnya memang suara gina,
"gina kamu ada apa kesini"rio melihat gina dengan tatapan yang sangat susah dimengerti.
"gina mau ngajak mas rio untuk fitting baju,karna nenek bilang sampai sekarang mas rio belum fitting padahal pernikahan kita tinggal berapa hari lagi",gina bicara sambil menundukkan kepalanya,gina tidak berani melihat rio
Bima yang dari tadi hanya diam,merasa iba melihat gina yang ketakutan
"parah lo bro,masa calon istri lo nggak lo suruh duduk sih,liat kakinya sampai gemeteran karna capek berdiri,"bima berusaha mengurangi ketegangan yang terjadi.
Mendengar ucapan bima,membuat rio sadar kalau saat ini mereka tidak hanya berdua saja,ada bima disitu,
"kamu duduk dulu,mas selesaikan ini dulu baru kita pergi fitting sekalian makan siang,"
rio kembali sibuk dengan berkas-berkas yang ada dimejanya.
Gina duduk di sofa di sebelah bima,bima mengajak gina ngobrol,rio sesekali melirik kearah mereka,rio sedikit iri melihat mereka yang bisa ngobrol dengan santai meskipun ini pertama kali mereka bertemu,tidak seperti dirinya yang terlalu kaku berbicara pada gina
Rio merapikan meja kerjanya,melihat bima dan gina yang masih asik mengobrol,
"apa lo kesini hanya untuk mengobrol saja,tidak ada keperluan lain,kalau tidak ada lo bisa pergi sekarang,!gue dan gina mau fitting baju,"rio terlihat jengkel
"santai bro,nggak usah nge gas gitu,tadi gue rencananya kesini mau ngajak lo makan siang bareng,gue kasihan ama lo yang selalu
makan siang sendiri,tapi karna gina ada disini
ya gue tau dirilah,jadi gue akan mencari racun dunia yang lain untuk menemani gue makan siang.bima mengedipkan matanya kearah gina,lalu pergi meninggalkan rio dan gina,
"hati-hati nanti terkena racun mematikan bro",
kepala bima muncul dibalik pintu,bima kembali mengejek rio dan mengedipkan
matanya pada gina sebelum benar-benar pergi meninggalkan rio dan gina.
Gina tersenyum melihat kelakuan bima yang menurutnya lucu,tapi tidak bagi rio dia terlihat
begitu kesal,apalagi saat rio melihat gina tersenyum kepada bima.
"kenapa masih senyum-senyum begitu orang ya sudah pergi,"rio berjalan keluar ruangannya,gina yang semula tersenyum langsung cemberut dan mengikuti rio dari belakang.
Semua mata tertuju kepada gina karna baru kali ini rio berjalan dengan seorang wanita.
****
__ADS_1
Rio dan gina masuk kesebuah butik yang cukup terkenal di kota ss.Seorang pelayan datang menyapa mereka,
"Selamat siang bisa saya bantu,"pelayan itu melihat rio dengan kagum.
Mendapat tatapan begitu rio bukan senang,tapi terlihat sangat tidak suka,rio menatap pelayan itu dengan tajam,ada kebencian dimatanya.Pelayan itu menunduk ketakutan,gina yang melihat perubahan sikap pelayan itu melihat rio dan gina melihat tatapan yang cukup mengerikan menurutnya,
"mas rio"gina memegang lengan rio,
rio kaget dengan sentuhan dilengannya dengan reflek
rio menepis tangan itu,rio masih menatap tajam pelayan itu
"lepaskan,jangan sentuh-sentuh gue,"rio bicara dengan marah,
Gina sangat terkejut dan takut melihat rio yang begitu marah,
"maaf kan gina mas,gina cuma,"gina tidak sanggup melanjutkan ucapan nya,air matanya
telah jatuh.Gina berusaha keras menahan suara tangisnya sampai tubuhnya bergetar.
Rio baru sadar bahwa yang menyentuh tangannya adalah gina bukan pelayan itu,rio tadi tidak memperhatikan siapa yang menyentuh tangannya karna terlanjur marah dengan pelayan itu.
Rio melihat gina dengan menyesal,
"maaf,mas tidak bermaksud memarahi kamu,tadi mas pikir yang menyentuh mas pelayan itu,karna itu mas marah,"rio terlihat bingung harus bagaimana,dia hanya berdiri mematung melihat gina.
Gina masih saja menangis,pelayan itu ingin mendekati gina tapi dia takut pada rio,jadi dia
hanya melihat iba pada gina.Karena gina tidak juga berhenti menangis rio semakin bingung tiba-tiba rio ingat kejadian dikamar saat gina menangis rio menciumnya dan gina berhenti menangis,rio melihat pelayan itu tajam membuat pelayan itu menundukkan kepalanya kembali,dengan cepat rio menarik gina kepelukannya dan menyium bibir gina.
Gina sangat terkejut dengan apa yang dilakukan rio,wajah gina memerah menahan malu karna saat ini semua mata yang ada di butik itu melihat kearah mereka.
Gina mendorong tubuh rio dengan kuat,ciuman rio terlepas,
"mas semua orang melihat kita,"gina melepaskan tangan rio dari pinggangnya,
Rio mengarahkan pandangannya mengelilingi
ruangan butik,rio baru menyadari kalau butik itu lagi ramai pengunjung,
"ini semua salah kamu,kenapa kamu menangis ditempat umum,"rio pergi meninggalkan butik,"
"mas rio mau kemana,mas belum fitting baju,"
gina berlari mengejar rio yang berjalan dengan cepat.
"kita cari butik lain"rio masuk kedalam mobil
berusaha menenangkan dirinya,jantungnya berdetak sangat cepat,wajahnya terasa sangat panas,rio menarik nafas berungkali dengan cepat dan membuangnya.
Saat gina masuk kedalam mobil rio telah kembali dengan wajah datar seperti biasanya.
Bersambung....
****
__ADS_1
jangan lupa beri like ya,juga dukungan votenya.kritik dan saran dikolom komentar.Terimakasih