Wanita Impian

Wanita Impian
Episode 50


__ADS_3

Gina,renata dan diandra lagi duduk di ruang keluarga sambil minum teh.Mereka berbincang sambil tertawa entah apa yang mereka perbicangkan sampai seorang penjaga datang menghampiri mereka,


"permisi nyonya,ada tamu yang ingin bertemu dengan anda."


Gina melihat penjaga dan gina teringat tadi rio memberi tau kalau rio memperkerjakan berapa penjaga untuk menjaganya.


"Maaf bapak penjaga yang diperkerjakan mas rio,nama bapak siapa?"


"iya nyonya,nama saya beni saya ditugaskan tuan untuk menjaga nyonya selama nyonya tidak bersama tuan."


"Ada berapa orang yang diperkerjakan tuan untuk menjaga saya?"


"Kami ada empat orang nyonya,tapi kalau nyonya ada perlu apapun nyonya panggil saya saja."


Gina mengangguk tanda mengerti.


"O,,iya siapa yang mau ketemu saya?"


"Dia bilang namanya riska nyonya,dia datang bersama seorang pria bernama sony."


"Suruh mereka masuk,mereka teman-teman saya."


"Baik nyonya,kalau begitu saya permisi."


"Apa kamu belum tau kalau rio memperkerjakan penjaga untuk menjaga kamu!"


Renata bertanya pada gina karna gina belum mengenali penjaga yang bekerja dirumahnya.


"Gina baru dikasi tau mas rio tadi pagi ma jadi gina belum sempat berkenalan dengan mereka."


"Gina...bagaimana keadaan lo,gue dengar lo diculik dan kena tembak?"


Riska berlari kearah gina dengan suara yang heboh membuat gina,renata dan diandra kaget dan serentak melihat kearah riska.


"Ngak usah heboh begitu,gue baik-baik aja lo bisa lihat sendiri."


"Lo itunya selalu lupa sama teman,sampai-sampai kamu lupa memberi tau kita kalau lo habis kena tembak."


"Jadi maksud lo,gue harus nelpon kalian gitu kasih tau kalian kalau gue kena tembak emang ada gunanya?"


Riska cemberut karna gina merasa tidak perlu memberi tau mereka apa yang menimpa dirinya.


"Tapi kita kan teman lo,jadi kita harus tau apa yang terjadi pada diri lo,kita kan bisa datang nemanin lo!"


Riska memeluk gina.


"Gue senang lo baik-baik saja."


Gina membalas pelukan riska.


"Makasih karna lo udah perhatian ama gue dan gue minta maaf belum sempat kasih kabar ke kalian."

__ADS_1


Riska melepaskan pelukannya dan baru sadar kalau di situ ada renata dan diandra.


"Eh ada tante sama nenek,maaf tante,nek riska tidak memperhatikan kalau ada tante dan nenek."


Riska berdiri dan menyalami renata dan diandra.


"Masa kamu tidak melihat tante yang segede gini."


"Maafin riska tante,riska tidak bermaksud untuk tidak sopan."


"Iya tante maafin lagian kamu jangan terlalu serius tante hanya bercanda."


"Hai sony,kamu ko'diam aja kamu nggak kangen ama gue?"


Gina menyapa sony yang duduk disamping renata dan hanya diam sedari tadi.


"Gue kangen ko' ama lo tapi gue kan udah liat lo jadi kangen gue sudah terobati."


Sony menjawab sekenanya saja.Sebenarnya gina bingung dengan perubahan sony yang menjadi pendiam didekatnya dan menjaga jarak dengan gina tidak seperti dulu.Tapi gina ragu untuk bertanya.


"Tidak usah pedulikan dia lebih baik lo cerita ke gue bagaimana lo bisa diculik dan kena tembak?"


Riska mengalihkan pembicaraan karna riska tau bagaimana perasaan sony pada gina,riska tau kalau sony mencintai gina tapi tidak bisa memiliki gina dan hanya bisa memedam rasa cinta itu seperti dirinya yang menyukai sony tapi hanya bisa memendam didalam hati


karna sony tidak mencintai nya tapi gina.


"Ngak ada yang harus diceritain,gimana dengan kuliah kalian apa semua lancar-lancar aja?"


"Ya gitu deh,tapi lo apa tidak mau kuliah?"


"Sepertinya gue akan menunda untuk kuliah


karena saat ini gue lagi hamil anak pertama gue dengan mas rio."


"Apa kamu lagi hamil,berarti gue bakal punya ponakan dong!"


Riska itu bahagia mendengar kabar kehamilan gina.


"Sejak kapan gue punya saudara,gue nggak rela anak gue punya tante kayak lo."


"Tante juga nggak pernah merasa punya anak selain gina."


"Nenek juga."


Renata dan Diandra ikut menjahili riska.


"Kenapa semua orang jadi nyerang gue,kalau gitu anak lo bukan keponakan gue tapi adik gue."


"Ih,,ogah punya anak kayak elo,orang tua lo aja kalau bisa anak ditukar pasti udah tukaran lo ama anak yang lain."


"Brengsek lo,yang ada orang tua gue pengin punya anak sepuluh yang kayak gue,sayang aja orang tua gue nggak mampu biayin anak banyak-banyak."

__ADS_1


Mereka tertawa merdengar ucapan riska,hanya sony yang hanya diam seakan sony tidak ada disitu,sony hanya terus melihat gina entah apa yang dipikirkannya sehingga tidak henti-hentinya sony menatap gina.


****


Dedi sanjaya terlihat sedang marah pada orang-orang suruhannya.


"Bagaimana bisa sampai sekarang kalian belum tau dimana keberadaan wanita itu,tidak mungkin wanita itu hilang begitu saja."


Dedi bicara dengan berteriak marah membuat semua orang suruhannya menunduk tidak berani melihat kearah dedi sanjaya.


"Sepertinya wanita itu mendapat bantuan dari seseorang bos"


Pimpinan dari orang suruhan itu memberanikan diri untuk menjawab.


"Apa hanya itu yang dapat kamu laporkan pada saya,kalau memang wanita itu mendapat pertolongan dari seseorang kalian cari tau siapa seseorang itu,aoa kamu sudah tau siapa yang menolong wanita itu!


"Belum tuan kami lagi menyelidikinya."


Dedi sanjaya melihat satu persatu orang suruhannya.


"Saya kasih kalian satu minggu lagi,kalau sampai satu minggu ini kalian tidak bisa mendapatkan informasi tentang wanita itu dan siapa yang menolongnya saya akan mencari orang lain yang lebih becus bekerja dari pada kalian dan kalian semua tidak akan mendapatkan uang sedikitpun."


"Baik tuan kami akan menyelidikinya."


"Buktikan jangan hanya omongan doang,saya tunggu kabar selanjutnya seminggu dari sekarang."


Dedi berjalan menuju ruangan dimana ahmad disekap.


"Bukakan pintunya."


Seorang penjaga membukakan pintu untuk dedi sanjaya.Dedi masuk dan melihat ahmad yang terduduk lemas dikursi dengan tangan dan kaki terikat pada kursi.


"Bagaimana,apa kamu sudah punya keputusan?"


Ahmad mencoba mengangkat kepalanya dan melihat dedi dan tersenyum sinis.


"Sudah kubilang aku tidak akan pernah berhenti untuk menghancurkan hidup mu sampai kamu merasakan seperti apa yang amanda rasakan."


"Ternyata kau sangat keras kepala,baiklah kalau begitu saya terpaksa harus menghabisi mu karena saya tidak akan membiarkan musuh-musuh saya mempunyai kesempatan sedikitpun."


Ahmad bukanya takut mendengar ancam dedi tapi ahmad malah tertawa.


"Kamu kira aku takut dengan ancamanmu,kamu salah aku tidak takut mati."


Dedi sanjaya kehilangan kesabaran dan memukul ahmad.


Menerima pukulan dari dedi semakin membuat ahmad tertawa.


"Kalian habis dia saya tidak mau dua punya kesempatan untuk menyakiti keluarga ku.


Bersambung....

__ADS_1


****


__ADS_2