
Saat rio membuka matanya,hal pertama yang dilihatnya adalah gina yang sedang duduk memandangi dirinya,
"pagi mas rio,"gina menyapa rio dengan lembut.
"kamu sedang ngapain?rio bangun dari tidurnya.
"nungguin mas rio bangun,gina mau ngajakin mas rio sarapan"
rio melihat keluar jendela,hari sudah terang dan sangat cerah,
"emang ini sudah jam berapa?rio menguap,dia masih mengantuk.
"jam 10 mas,apa mas tidak bisa tidur semalam gara-gara gina?gina merasa sedih.
"nggak usah sedih,mas hanya kurang tidur bukan kena sakit yang mematikan" rio turun dari tempat tidur
"mas mandi dulu,"rio masuk dalam kamar mandi.
Gina memandangi rio yang telah masuk ke kamar mandi,gina terlihat sedih,
"sebenarnya ada apa sih dengan mas rio,mengapa dia merasa tidak nyaman berada di dekat orang lain,dan kenapa mas rio sangat membenci wanita,pasti semua itu ada alasannya,apa gue tanya mas rio ya,tapi gimana kalau mas rio marah,o....gue tanya nenek aja,gue yakin nenek pasti tau semua tentang mas rio,"gina mengangguk-anggukan kepalanya yakin dengan rencananya.
tampa disadari gina,rio telah keluar dari kamar mandi dan sedang melihatnya.
"kamu kenapa ngangguk-ngangguk gitu,kamu lagi rencanain sesuatu ya?"rio bertanya sambil menatap gina penasaran.
"enggak ko mas,gina nggak ada ngerencanain apapun,ayo kita sarapan gina udah lapar".
Gina berjalan membawa troli makanan ke balkon dan menyiapkan sarapan di meja kecil yang ada dibalkon,rio mengikuti gina dan duduk dikursi menunggu gina menyiapkan sarapan,
"kalau kamu sudah lapar kenapa tidak makan duluan"
"gina mau sarapan sama mas rio"
Rio melihat gina dan tersenyum,mereka sarapan bersama.
"o..iya,kamu dapat pakaian kita ini dari mana,bukannya semalam kamu bilang hotel tidak menyediakan pakaian ganti hanya kaos aja"
"tadi ada kurir yang ngantar,dikirim sama mama"
rio menganggukan kepala tanda mengerti.
"setelah ini kita pulang ya,kita harus siap-siap
pindah kerumah baru"
"pindah mas,bukannya kita akan tinggal dirumah nenek"
"kenapa ,kamu takut tinggal berdua saja sama mas,"rio menatap gina tajam.
"bukan begitu mas,gina cuma kaget aja".tapi
nenek tau kalau kita pindah rumah ".
"belum nanti aja sekalian pamit".
Setelah selesai sarapan rio dan gina bersiap-siap pulang kerumah.
*****
__ADS_1
Saat rio dan gina sampai dirumah,dian dan ardi lagi ada diruang keluarga.Dian dan ardi kaget melihat kedatangan rio dan gina,
"loh!!?pengantin baru kenapa sudah pulang,bukannya ngabisin waktu berdua aja di hotel".
"kita mau siap-siap nek"
Rio dan gina memberi salam pada ardi dan dian secara bergantian.
"kalian mau berangkat bulan madu?"
Dian terlihat senang.
"enggak nek,kita mau pindah kerumah baru kita",rio menjawab.
Dian dan ardi kaget mendengarnya,
"kalian kenapa pindah,kenapa tidak tinggal disini aja,"dian mengatakan keinginannya.
"nek rio sudah menikah sudah sewajarnya rio
harus hidup mandiri.nenek nggak usah khawatir rio dan gina akan baik-baik saja",
Rio meyakinkan dian.
"ya sudah kalau itu keputusan kalian,nenek setuju aja,tapi gina kamu nggak usah sungkan meminta bantuan nenek kalau ada apa-apa ya!"ada kekhawatiran diwajah dian.
"kalau begitu rio naik dulu nek mau siap-siap."
"gina juga nek,mau bantuin mas rio."
Gina dan rio naik keatas,saat hendak masuk kedalam kamar rio melihat gina,gina membalas tatapan rio.
"apa gina nggak boleh masuk ke dalam kamar mas rio?"
"boleh,ini juga sekarang sudah menjadi kamar
kamu"
Rio membuka pintu dan masuk ke dalam kamar,gina mengikuti rio masuk kedalam kamar.Gina memandang kesekeliling kamar rio dan matanya berhenti pada satu foto yang cukup besar terpajang didinding.
Gina mendekat dimana foto itu terpajang dan memperhatikan,
"mas ini foto siapa?"gina tetap memandangi foto itu.
Rio yang sedang memilah barang-barang yang akan dibawanya,berhenti dan melihat gina lalu mendekat dan berdiri di belakang gina.
"itu foto ibu."
Gina menoleh kebelakang dia baru sadar kalau rio sudah berdiri didekatnya,
"ibu,tapi wajahnya"
"mirip dengan mu,"rio memotong gina bicara.
"apa karna gina mirip dengan ibu,mas mau dijodohkan dengan gina?"
Rio menggangguk,sesaat kemudian rio melihat wajah gina yang berubah menjadi sedih,
"kamu kenapa sedih"
__ADS_1
"gina kira mas mau dijodohkan dengan gina karna mas suka sama gina."
Gina ingin melangkah pergi tapi di tahan oleh rio,gina melihat rio yang sedang menatapnya,
"kamu harus ingat satu hal kalau kamu adalah satu-satunya wanita yang mas bolehkan ada didekat mas dan tidak akan ada wanita lain selain kamu,jangankan untuk ada didekat mas untuk bisa menatap mas saja pun tidak akan ada selain kamu",
Setelah selesai mengucapkan kata rayuan,rio pergi meninggalkan gina yang sedang bengong,
"kamu kenapa masih bengong disitu,cepat kemari bantuin mas,masukin pakaian mas kedalam tas,biar cepat selesai karna kita harus ke rumah kamu,ngambil barang-barang kamu."
Wajah gina terlihat cemberut,
"dasar nggak romantis,seharusnya itu kalau siap ngerayu itu,peluk ke,cium kening kek entah apa gitu,ini pergi gitu aja"gina ngedumel di dalam hati.
Rio yang melihat gina cemberut merasa heran
"kenapa wajah kamu ditekuk gitu,kamu nggak mau bantuin mas?"
"bukan mas,gina mau kok bantuin mas,dengan senang hati malah"
gina memaksa tersenyum.
Rio menyembunyikan senyumnya,
"kamu harus sabar menunggu mas,mas akan berusaha sekuat mas untuk bisa benar-benar merasa nyaman bersama kamu,dan kita bisa bermanja-manja bersama.
****
Setelah mengambil barang-barang mereka dari rumah masing-masing,rio membawa gina
ke rumah baru mereka.Rumah itu sangat besar dan luas,tidak kalah dari kediaman subagja,gina melihat dengan takjub rumah baru mereka,
"mas rumah ini terlalu besar untuk kita berdua"
"kalau untuk saat ini mungkin rumah ini akan terlihat besar tapi setelah kita punya anak nanti rumah ini akan terlihat kecil"
Mendengar rio bicara soal anak membuat gina terdiam ditempat dia berdiri,
"apa mas rio bermaksud untuk meminta hak nya sekarang ya"tapi gue merasa belum siap untuk jadi ibu,kalau untuk menjadi istri seutuhnya sih kayak nya gue udah siap"
Membayangkannya membuat gina senyum-senyum sendiri
"is kenapa gue jadi mesum gini ya!"
Gina tertawa sendiri,membuat rio melihat kearahnya,
"kenapa ketawa ada yang lucu?"
Gina menggelenggkan kepalanya,dan menahan tawanya.
"jangan berpikiran yang aneh-aneh,kamu masih belum cukup umur"
Rio naik kelantai atas meninggalkan gina yang berubah menjadi kesal.
"katanya dibawah umur tapi dinikahin juga,lagian gue udah 18 tahun tau sudah dewasa."
Gina mengikuti rio sambil tetap ngoceh sendiri.
Bersambung...
__ADS_1
****
Terimakasih buat yang sudah memberi like n komen,bagi yang belum kasih like dong,biar tambah semangat,kritik dan saran juga boleh,apalagi kasih vote.berharap boleh dong ya.