
Dedi sanjaya masuk ke ruangan rio diantar oleh surya,rio menyambut dedi dengan pelukan,
"siang ayah!gimana keadaan ayah?"
"ayah baik-baik saja!gimana rumah tangga mu?
"baik ayah,silahkan ayah."
Rio dan dedi duduk di sofa,bertepatan gina keluar dari kamar mandi.
"siang ayah!Gina mencium punggung tangan dedi.
"gina ada di disini juga?"
"iya ayah gina sekarang kerja jadi asisten mas rio,baru mulai hari ini.
Dedi melihat rio.
"dia yang mau,bukan rio yang minta."
iya yah gina yang mau,gina bosan dirumah!"
"o....ya sudah,ayah senang melihat kalian bisa dekat begini.
"ayah dengar kalian sudah tinggal dirumah kalian sendiri."
"iya ayah,biar kami hidup mandiri.ayah tidak usah khawatir kami akan baik-baik saja."
gina mengangguk tanda setuju dengan perkataan rio.
"apa kalian memperkerjakan pelayan."
"tidak ayah,ayah kan tau kalau rio tidak nyaman berada di dekat orang yang baru rio kenal."
"tapi setidaknya kalian harus mempekerjakan penjaga,bagaimana kalau ayah mengirimkan berapa penjaga yang sudah ayah percaya kerumah kalian."
"tidak perlu ayah,rio bisa menjaga keluarga rio."
Dedi terlihat khawtir,ada sesuatu yang dirahasiakannya dari rio.Rio memperhatikan dedi,
"ada apa ayah sepertinya ayah menyembunyikan sesuatu dari rio?"
"tidak ada,kalau begitu papa balik dulu yang penting kalian selalu jaga diri dan hati-hati."
"iya ayah!"Tapi didalam hati rio menyakini kalau ada yang disembunyikan ayahnya.
Dedi sanjanya pergi meninggalkan kantor rio saat dedi sampai di mobilnya dedi menelpon seseorang,
"tolong awasi terus rio dan istrinya tambahkan berapa orang yang menjaga mereka tapi jangan sampai mereka curiga,saya khawatir ina mantan pengasuh itu akan mengusik rio lagi,bulan lalu ina sudah bebas dari penjara."
Dedi sangat khawatir tapi dedi takut memberitaukan rio tentang kebebasan ina,wanita yang pernah melakukan penyiksaan kepadanya,dedi takut rio akan teringat lagi akan kejadian itu.Dedi hanya bisa menjaga rio secara diam-diam dan berdoa semoga rio selalu baik-baik saja.
****
Setelah kepergian dedi,rio termenung memikirkan kunjungan ayahnya yang tidak biasanya datang hanya untuk menanyakan kabar.Gina yang melihat rio sedikit bingung,
"mas rio kenapa,apa yang mas pikirkan?"
__ADS_1
Mendengarkan pertanyaan gina menyadarkan rio dari lamunannya,
"tidak ada,sana kamu kembali kerja ingat kamu masih dalam masa percobaan jadi jangan malas meskipun kamu istri dari bos tetap aja peraturan ya peraturan harus dijalankan.
Rio kembali kemeja kerjanya.Gina cemberut mendapat teguran dari rio
"iya gina tau,harus profesional."Gina meninggalkan ruangan rio dengan kesal.
Surya,melihat gina keluar dengan kesal,
"kenapa lagi,emangnya belum clear juga tu masalah?"
"entah itu bos ya mas surya,banyak protes bikin kesal aja."
"bos kamu juga kali!"
Surya tertawa melihat wajah gina yang semakin di tekuk,terlihat lucu menggemaskan.Tapi surya langsung tepuk jidat,
"istri bos oi,sadar !ketahuan bos bisa dimakan gue hidup-hidup.
Surya tertawa,menertawakan pikirannya sendiri.
*****
Gina belajar dengan serius tentang tugas apa saja yang dikerjakan seorang asisten,semua penjelasan yang diberikan surya dapat dimengerti oleh gina dengan cepat.Gina masih sibuk memperhatikan layar laptopnya sampai-sampai gina tidak menyadari rio yang sudah berdiri didepannya,
"dilanjutkan besok aja kerjanya,atau kamu mau lembur di hari pertama kamu kerja berharap dapat pujian dari bos!"Rio berdiri sambil melipat tangannya didada.
Gina melihat rio,
"emangnya sudah waktunya pulang ya?"
"gina sampai tidak sadar kalau sudah sore
"ternyata berkerja itu lebih seru dari pada sekolah ya mas!"
"kita lihat aja nanti setelah beberapa hari apa kamu masih bisa tersenyum seperti sekarang
dan menganggap bekerja itu menyenangkan.
Rio tersenyum mengejek.
"asalkan mas tidak sengaja mempersulit ,gina rasa gina bisa mengerjakan semua dengan baik.
"kita lihat saja nanti,rio berjalan menuju lif,
"cepat bereskan mejamu kita pulang!"
Gina dengan sigap membereskan mejanya dan berlari mengejar rio yang sudah masuk kedalam lif.
"loh mas surya mana emangnya tidak pulang dengan kita?"
"bukannya surya dari tadi sama kamu,kenapa malah tanya mas,seharusnya kamu yang lebih tau."
Gina mengingat-ingat apakah surya ada permisi padanya atau tidak saat pergi tadi,
"o..iya mas surya tadi memberi tau gina kalau dia pergi keluar ada urusan pekerjaan,disuruh sama rio."
__ADS_1
Rio hanya diam tidak menanggapi ucapan gina.Saat akan keluar dari lif rio melirik gina yang berdiri disampingnya,
"tumben kamu tidak menggandeng tangan mas,biasanya kamu selalu menempeli mas kayak prangko.
Gina dengan cepat mengandeng tangan rio
"kalau mau digandeng bilang aja mas nggak usah banyak alasan!"
Gina tersenyum mengandeng tangan rio,mereka berjalan dengan tenang tidak mempedulikan kalau mereka menjadi tontonan para karyawan.Sepanjang perjalanan pulang gina terlihat selalu tersenyum,
"kamu kenapa kelihatan senang begitu?"
"gina senang bisa didekat mas rio terus dan mas rio sudah mau gina gandeng di depan umum tanpa mas merasa risih."
"gina berharap mas rio bisa betul-betul merasa nyaman dengan keberadaan gina disamping mas dan kita bisa menjadi suami istri sebagaimana mestinya."
"apa maksud kamu supaya kita bisa ngelanjutin yang tadi sempat tertunda saat kedatangan ayah!"
Wajah gina merona,mengingat kejadian tadi siang,
"bukan begitu maksud gina,"
Gina melihat keluar dari jendela samping,menyembunyikan rasa malunya.
"jadi kamu tidak mau melakukan tanggung jawab kamu sebagai istri?"
Dengan cepat gina melihat ke arah rio,
"bukan begitu mas gina mau kok melaksanakan kewajiban gina sebagai istri mas rio,"gina berbicara dengan cepat lalu menundukkan kepalanya.
"kamu sudah kepingin melakukannya?"
Rio melirik gina sambil tersenyum,lalu kembali fokus menyetir.
Gina diam semakin menundukkan kepalanya.
"kenapa tidak menjawab?"
"emangnya mas rio ingin gina menjawab apa,
gina malu!"
"kenapa kamu malu selama ini kamu tidak malu agresif mendekati mas,menyentuh ,menyium,memeluk kenapa sekarang kamu malu menjawabnya.
"terserah mas deh!"
Gina membuang wajahnya,melihat keluar dari kaca samping menyembunyikan wajahnya yang memerah dan panas karna malu.
Rio melihat gina lalu kembali fokus menyetir,
didalam hatinya rio merasa senang gina mau melakukan semua cara untuk bisa membuatnya merasa nyaman berada didekat gina.Rio mengambil tangan gina dan mengganggamnya,gina melihat rio,rio memberikan senyuman ,gina membalas senyuman rio kemudian merebahkan kepalanya dipundak rio,
"kapan pun mas rio mau mengambil hak ya mas rio,gina siap mas."
Gina berbicara pelan tapi masih bisa didengar jelas oleh rio.Rio mengusap kepala gina dan tersenyum bahagia.
Bersambung...
__ADS_1
****
Terimakasih buat semua yang telah membaca semoga bisa menghibur.😊😊😊