
Saat gina baru saja membuka matanya gina melihat rio yang sudah siap untuk berangkat kekantor.
"Memang sudah jam berapa mas,mas rio sudah siap aja mau kekantor?"
"Ini sudah jam tujuh pagi sayang."
Rio duduk disisi tempat tidur dan menatap gina yang masih mengerjap-ngerjapkan mata menyesuaikan matanya dengan cahaya matahari yang masuk dari jendela.
"Mas rio ko,nggak bangunin gina,gina kan jadi telat bangun,mas rio jadi harus nungguin gina siap-siap dulu,kalau gitu gina mandi dulu."
"Kamu tidak usah kerja dulu,kamu kan baru saja pulang dari rumah sakit lagian kamu tidak ingat apa yang dibilang dokter kamu tidak boleh kecapean dan harus banyak istitahat."
Gina cemberut karna rio melarang gina bekerja.
"Tapi mas rio sudah bilang kalau gina boleh kerja lagi kalau gina sudah sehat."
"Emang luka kamu sudah sembuh total?"
"Belum sih mas masih sakit sedikit."
Rio tersenyum melihat gina yang meringis masih merasakan sakit dipunggungnya,
"Karna itu mas tidak mengizinkan kamu untuk bekerja dulu,tunggu sampai kamu betul-betul sehat baru kamu kembali bekerja."
"Tapi gina bisa bosan mas, dirumah sendirian."
Gina masih memasang wajah cemberut.
"Kamu tidak usah khawatir mas sudah meminta mama renata dan nenek diandra untuk datang kesini untuk temani kamu,dan mas juga sudah meminta nenek untuk membawa salah satu pelayan dari rumah nenek untuk bekerja disini,biar kamu ada yang selalu menemani."
"Apa mas tidak apa-apa,mas kan tidak nyaman kalau ada pelayan?"
"Karena itu mas minta pelayan dari rumah nenek karna dia sudah tau harus bagaimana nantinya kalau kerja disini."
"Iya deh,tapi mas rio harus janji kalau gina sudah sehat gina boleh kerja lagi."
"Iya mas janji,kalau gitu mas berangkat kerja dulu kamu hati-hati dirumah istirahat jangan sampai kecapean."
"Siap bos!"
Gina mengangkat tangannya memberi hormat.
"O..iya mas juga sudah memperkerjakan berapa penjaga untuk menjaga kamu selagi mas tidak ada dirumah."
Gina sedikit kaget karna rio memperkerjakan orang untuk menjaganya.
"Apa perlu mas harus memperkerjakan orang untuk menjaga gina,gina bisa jaga diri ko,mas?"
"Mas tidak mau terjadi hal buruk lagi sama kamu,apalagi saat ini kamu sedang mengandung anak kita,mas tidak akan bisa hidup tanpa kamu disamping mas,saat kamu terluka kemarin mas merasakan takut yang sangat dalam,mas takut kamu pergi meninggalkan mas,sepertinya nyawa mas melayang jadi mas tidak bisa membayangkan hidup tanpa kamu."
Rio menarik nafas sejenak,
__ADS_1
"Mas sangat-sangat mencintai kamu,melebihi diri mas sendiri jadi kamu harus janji tidak akan pernah meninggalkan mas,mas akan melakukan apapun untuk menjaga kamu dan anak kita meskipun nyawa mas sebagai taruhannya."
Gina terdiam dan terharu mendengar ucapan rio.Gina tidak menyangka rio yang selama ini kaku dan cenderung kasar pada wanita bisa mencintainya begitu dalam.
"Gina janji mas,gina tidak akan pernah meninggalkan mas rio,karna gina juga sangat -sangat mencintai mas rio."
Gina dan rio saling bertatapan mesra dan entah siapa yang memulai duluan mereka sudah berciuman dengan penuh hasrat.
Rio menciumi seluruh wajah gina,leher dan tangan rio pun sudah mulai beraksi menggerayangi bagian tubuh sensitif gina.Pakaian rio pun sudah berantakan,rio sudah lupa kalau rio harus berangkat kerja.
Gina dan rio mendesah sudah dipenuhi gairah
tapi semua harus berhenti saat terdengar suara ketukan pintu.
"tok,,,tok,,,
Rio,gina apa kalian belum bangun ini sudah jam berapa,surya sudah menunggu di depan."
Terdengar suara renata memanggil memaksa rio dan gina menghentikan aksi yang penuh gairah.Rio mencoba mengatur nafas yang masih penuh dengan gairah sambil merapikan kembali pakaiannya begitu juga dengan gina.
"Gina,rio..!"
Kembali terdengar suara renata memanggil rio dan gina.
"Iya ma,sebentar lagi kami keluar."
Gina menyahuti panggilan renata.Rio sudah selesai merapikan pakaian dan mengatur nsfasnya supaya teratur tapi diwajahnya terlihat sangat jelas kalau rio kecewa hasratnya tidak dapat terpenuhi.
Gina membentuk tangannya memberi tanda ok,menggoda rio yang kecewa.
Rio hanya diam dan keluar dari kamar,gina pun mengikuti rio keluar dari kamar.
Saat mereka sampai di ruang bawah mereka melihat surya duduk di sofa sedangkan renata ada di meja makan sedang menyiapkan sarapan.
"Mama sudah lama datangnya ko,mama sudah nyiapin sarapan aja?"
Gina bertanya karena heran melihat sarapan yang sudah siap.
"Belum,mama baru saja sampai.Tadi mama lihat surya duduk didepan lagi nungguin rio jadi mama bangunin kalian dan soal sarapan ini tadi mama bawa dari rumah."
Gina dan rio duduk dimeja makan,gina heran melihat makanan yang begitu banyak,
"Mama bawa ini semua?"
"Tidak,tadi saat mama kedapur sudah ada sarapan di meja belakang jadi mama pindahin kesini!"
"Mas yang siapin sarapan tadi,mas tidak tau kalau mama akan bawa makanan."
"Mama kira tadi karna tidak ada pelayan jadi mama kira bakalan nggak ada yang nyiapin sarapan kamu kan masih sakit,mama nggak tau kalau rio ternyata busa masak juga."
"Jadi makanan sebanyak ini siapa yang ngabisin?"
__ADS_1
"ya kamulah...!"
Renata dan rio menjawab dengan serentak,membuat gina kaget.
"Gina...!"
Sambil menunjuk wajahnya sendiri.
"iya kamu,kamu kan lagi hamil jadi harus makan yang banyak biarvanak kita sehat."
Rio menjawab dengan santai tidak peduli dengan tatapan gina yang tajam.
"Iya sayang benar kata rio,kamu harus makan banyak biar cucu mama sehat."
Gina menatap renata dan rio bergantian lalu melihat makanan yang begitu banyak,gina menggidik ngeri.
Gina lalu teringat dengan surya,
"Mas surya sudah sarapan?"
Surya yang tadi sudah mendengar percakapan mereka dari tadi tersenyum,
"Maaf gina nas sudah sarapan,jadi mas tidak bisa nolongin kamu."
Mendengar ucapan surya membuat gina cemberut.
"Tidak usah cemberut begitu dikasih rejeki makan banyak ko, malah cemberut harusnya itu kamu bersyukur masih banyak orang diluar sana yang susah dapat makan.
Rio menasehati gina sekalian meledek gina.
Dengan sedikit kesal gina mulai memakan sarapannya,rio dengan sigap menambah makanan kedalam piring gina sampai gina menyuruh rio berhenti.
"Sudah mas gina sudah kenyang."
"Emang sudah sayang,makanannya kan sudah kamu habisin semua."
Renata yang menyahut sambil tersenyum geli melihat gina yang tidak sadar sudah menghabiskan makanan yang dibilangnya sangat banyak tadi.
Gina sangat kaget mendengar ucapan renata dengan cepat dia melihat semua piring yang ada diatas meja,membuat gina semakin kaget,
"Benaran itu semua gina yang habisin sendiri?"
Gina tidak percaya,gina melihat perutnya dan mengelus-elusnya.
"Masa iya sayang kamu makan sebanyak itu."
Gina bertanya pada bayi yang ada dalam perutnya membuat renata dsn rio tertawa dan ketinggalan surya juga ikut tertawa.
Bersambung....
****
__ADS_1